Cari disini...
Seputar Kaltim
Lakukan Uji coba kedua mobil ambulan melintasi portal Jembatan Achmad Amins yang telah ditinggikan sebesar 2,4 meter. Sehingga terlihat Ambulan dapat melewati. (Foto : Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda melakukan uji coba kedua terhadap mobil ambulans untuk melintasi Jembatan Achmad Amins yang dipasang portal setelah perbaikan dari Dinas PUPR Samarinda, Jum'at (11/8/2023).
Uji coba pertama pada 7 Agustus 2023 lalu. Dari 15 unit mobil ambulan hanya delapan mobil yang dapat melewati, sehingga atas kejadian tersebut viral di media sosial.
Ini menimbulkan reaksi dan membuat masyarakat geram dengan kebijakan pemkot.
Kepala Dishub, Hotmarulitua Manalu mengaku dengan perubahan ketingggian portal di Jembatan Achmad Amins, kini sudah dapat dialalui mobil ambulan.
"Kami sudah menyampaikan kepada PUPR dan sudah ditindaklanjuti, sehingga kami utus Pak Rizal untuk memantau dan hari ini Jembatan Achmad Amins sudah terpenuhi dengan ketinggian 2,4 meter," jelasnya.
Manalu menambahkan terpasangnya portal tersebut demi keselamatan pengguna jalan. "Karena sampai saat ini dari Balai keselamatan Jalan belum mendapatkan informasi sejauh mana kekuatan daripada jembatan Achmad Amins," Bebernya.
Ia mengimbauan masyarakat untuk tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan dengan tidak melewati jembatan tersebut dengan menggunakan truk bermuatan besar.
Dishub pun memberikan batasan terhadap mobil yang dapat melintasi Jembatan tersebut.
"Kalau batasan dimensi khususnya adalah yang kendaraan seputar ringan yang mungkin roda enam, yang 120 ini yang dilarang," ungkapnya.
Manulu juga menegaskan untuk kendaraan dinas sendiri yang memiliki dimensi besar seperti kendaraan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga tidak bisa melintas.
"Itu semua telah terfabrikasi dan rata-rata semua truk. Kalau kita mengakomodir itu semua, buat apa kita membangun portal, silahkan untuk mencari jalan alternatif lain," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Lakukan Uji coba kedua mobil ambulan melintasi portal Jembatan Achmad Amins yang telah ditinggikan sebesar 2,4 meter. Sehingga terlihat Ambulan dapat melewati. (Foto : Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda melakukan uji coba kedua terhadap mobil ambulans untuk melintasi Jembatan Achmad Amins yang dipasang portal setelah perbaikan dari Dinas PUPR Samarinda, Jum'at (11/8/2023).
Uji coba pertama pada 7 Agustus 2023 lalu. Dari 15 unit mobil ambulan hanya delapan mobil yang dapat melewati, sehingga atas kejadian tersebut viral di media sosial.
Ini menimbulkan reaksi dan membuat masyarakat geram dengan kebijakan pemkot.
Kepala Dishub, Hotmarulitua Manalu mengaku dengan perubahan ketingggian portal di Jembatan Achmad Amins, kini sudah dapat dialalui mobil ambulan.
"Kami sudah menyampaikan kepada PUPR dan sudah ditindaklanjuti, sehingga kami utus Pak Rizal untuk memantau dan hari ini Jembatan Achmad Amins sudah terpenuhi dengan ketinggian 2,4 meter," jelasnya.
Manalu menambahkan terpasangnya portal tersebut demi keselamatan pengguna jalan. "Karena sampai saat ini dari Balai keselamatan Jalan belum mendapatkan informasi sejauh mana kekuatan daripada jembatan Achmad Amins," Bebernya.
Ia mengimbauan masyarakat untuk tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan dengan tidak melewati jembatan tersebut dengan menggunakan truk bermuatan besar.
Dishub pun memberikan batasan terhadap mobil yang dapat melintasi Jembatan tersebut.
"Kalau batasan dimensi khususnya adalah yang kendaraan seputar ringan yang mungkin roda enam, yang 120 ini yang dilarang," ungkapnya.
Manulu juga menegaskan untuk kendaraan dinas sendiri yang memiliki dimensi besar seperti kendaraan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga tidak bisa melintas.
"Itu semua telah terfabrikasi dan rata-rata semua truk. Kalau kita mengakomodir itu semua, buat apa kita membangun portal, silahkan untuk mencari jalan alternatif lain," pungkasnya.
(Sf/By)