Cari disini...
Seputar Kaltim
Para peserta turnamen "Shuttle Kocak Vol. 1" berfoto bersama usai pertandingan di Gedung Serbaguna Sepaso Timur, Bengalon. (Dok. Ketua Pelaksana kegiatan Shuttle Kocak Vol. 1.
Kutai Timur - Dari semangat menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80 dan kecintaan terhadap olahraga, lahirlah sebuah komunitas baru bernama Muda Karya Daya Revolusioner (MKDR) di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim).
Komunitas ini terbentuk setelah suksesnya acara shuttle Kocak Vol. 1, sebuah pertandingan bulu tangkis yang digelar sebagai ajang silaturahmi antar pemuda dan pecinta bulu tangkis di Bengalon beberapa waktu lalu.
“Komunitas ini sebenarnya baru kami bentuk setelah adanya kegiatan ini. Jadi ibaratnya, ini masih naungan sementara dengan nama Muda Karya Daya Revolusioner (MKDR),” ujar Alqa Hamdala, Ketua Pelaksana kegiatan Shuttle Kocak Vol. 1.
Ia menambahkan MKDR menjadi tempat berkumpulnya pemuda dan mahasiswa aktif dari Bengalon. Meskipun baru terbentuk, komunitas ini sudah mulai menjalankan berbagai kegiatan, terutama di bidang olahraga dan kegiatan sosial.
“Untuk sekarang, yang aktif itu kebanyakan teman-teman lama waktu SMA dan SMP, mereka yang pertama kali kami rangkul dari awal. Tapi sekarang komunitas ini kami buka selebar-lebarnya juga untuk mahasiswa dan pemuda lokal supaya bisa sama-sama menyatukan ide dan gagasan,” tambahnya.
Pada Shuttle Kocak Vol. 1, panitia membuka dua kategori lomba: ganda putra dan tunggal putra, masing-masing 13 slot. Pesertanya berasal dari klub bulu tangkis lokal, pemain independen, dan pemuda yang baru ingin mencoba menyalurkan bakatnya.
Acara ini sekaligus menjadi momen awal bagi MKDR untuk menunjukkan keberadaannya dan mulai membangun kegiatan-kegiatan lainnya.
“Rencananya kami lanjutkan ke Vol. 2 dengan cakupan yang lebih luas dengan tema Bengalon Open, yang diharapkan bisa mengundang partisipasi dari pemuda di sekitar Kecamatan Bengalon, khususnya dari wilayah Kutim bisa turut hadir juga dalam berkompetisi atau bersilaturahmi dalam event ini,” tambahnya.
Alqa mengakui bahwa fasilitas yang dimiliki masih terbatas. Namun, komunitas ini terus berupaya menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan secara bertahap.
Dukungan juga datang dari pelaku usaha lokal seperti kedai kopi dan bengkel, serta beberapa desa di Kecamatan Bengalon, yaitu Spaso Barat, Spaso Selatan, Spaso Timur, dan Spaso Induk.
Ke depan, MKDR berharap bisa bekerja sama lebih luas lagi, baik dengan pemerintah desa, kecamatan, maupun perusahaan swasta di Kutim.
“Kami ingin diberi ruang. Karena pemuda dan mahasiswa punya peran penting dalam membangun daerah. Itu yang ingin kami tegaskan saat ini,” tegas Alka.
Komunitas MKDR berharap bisa menjadi tempat bagi pemuda Bengalon menyalurkan gagasan, berkolaborasi, dan menciptakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Harapan kami, setiap daerah bisa memberi ruang dan peluang bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide dan gagasan baik di bidang event, lomba, maupun kegiatan lainnya yang membangun dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Para peserta turnamen "Shuttle Kocak Vol. 1" berfoto bersama usai pertandingan di Gedung Serbaguna Sepaso Timur, Bengalon. (Dok. Ketua Pelaksana kegiatan Shuttle Kocak Vol. 1.
Kutai Timur - Dari semangat menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80 dan kecintaan terhadap olahraga, lahirlah sebuah komunitas baru bernama Muda Karya Daya Revolusioner (MKDR) di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim).
Komunitas ini terbentuk setelah suksesnya acara shuttle Kocak Vol. 1, sebuah pertandingan bulu tangkis yang digelar sebagai ajang silaturahmi antar pemuda dan pecinta bulu tangkis di Bengalon beberapa waktu lalu.
“Komunitas ini sebenarnya baru kami bentuk setelah adanya kegiatan ini. Jadi ibaratnya, ini masih naungan sementara dengan nama Muda Karya Daya Revolusioner (MKDR),” ujar Alqa Hamdala, Ketua Pelaksana kegiatan Shuttle Kocak Vol. 1.
Ia menambahkan MKDR menjadi tempat berkumpulnya pemuda dan mahasiswa aktif dari Bengalon. Meskipun baru terbentuk, komunitas ini sudah mulai menjalankan berbagai kegiatan, terutama di bidang olahraga dan kegiatan sosial.
“Untuk sekarang, yang aktif itu kebanyakan teman-teman lama waktu SMA dan SMP, mereka yang pertama kali kami rangkul dari awal. Tapi sekarang komunitas ini kami buka selebar-lebarnya juga untuk mahasiswa dan pemuda lokal supaya bisa sama-sama menyatukan ide dan gagasan,” tambahnya.
Pada Shuttle Kocak Vol. 1, panitia membuka dua kategori lomba: ganda putra dan tunggal putra, masing-masing 13 slot. Pesertanya berasal dari klub bulu tangkis lokal, pemain independen, dan pemuda yang baru ingin mencoba menyalurkan bakatnya.
Acara ini sekaligus menjadi momen awal bagi MKDR untuk menunjukkan keberadaannya dan mulai membangun kegiatan-kegiatan lainnya.
“Rencananya kami lanjutkan ke Vol. 2 dengan cakupan yang lebih luas dengan tema Bengalon Open, yang diharapkan bisa mengundang partisipasi dari pemuda di sekitar Kecamatan Bengalon, khususnya dari wilayah Kutim bisa turut hadir juga dalam berkompetisi atau bersilaturahmi dalam event ini,” tambahnya.
Alqa mengakui bahwa fasilitas yang dimiliki masih terbatas. Namun, komunitas ini terus berupaya menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan secara bertahap.
Dukungan juga datang dari pelaku usaha lokal seperti kedai kopi dan bengkel, serta beberapa desa di Kecamatan Bengalon, yaitu Spaso Barat, Spaso Selatan, Spaso Timur, dan Spaso Induk.
Ke depan, MKDR berharap bisa bekerja sama lebih luas lagi, baik dengan pemerintah desa, kecamatan, maupun perusahaan swasta di Kutim.
“Kami ingin diberi ruang. Karena pemuda dan mahasiswa punya peran penting dalam membangun daerah. Itu yang ingin kami tegaskan saat ini,” tegas Alka.
Komunitas MKDR berharap bisa menjadi tempat bagi pemuda Bengalon menyalurkan gagasan, berkolaborasi, dan menciptakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Harapan kami, setiap daerah bisa memberi ruang dan peluang bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide dan gagasan baik di bidang event, lomba, maupun kegiatan lainnya yang membangun dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
(Sf/Rs)