Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi masyarakat miskin di Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda mencatat masih ada 299 keluarga yang terdiri dari 1.502 jiwa masuk ke dalam kategori miskin ekstrem.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Sofyan Agus mengatakan data itu didapat usai melakukan pendampingan. Di mana sebelumnya ada sekitar 987 keluarga yang masuk dalam miskin ekstrem.
"Yang 900-an itu kalau menurut data awal dari Menko PMK masuk miskin ekstrem, tapi setelah kita lakukan pendampingan, tersisa 299 yang masuk ke dalam miskin ekstrem," jelas Sofyan belum lama ini.
Melalui Gerakan Terpadu Pendampingan dan Fasilitasi (Graduasi), pihaknya melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap keluarga miskin ekstrem. Menampung keluhan masyarakat tersebut, serta melihat bagaimana kesehariannya dan apa yang menjadi kesulitannya.
"Setelah pendampingan, dari 987 itu ada 688 keluarga yang tidak masuk kategori ekstrem tapi masih dalam kategori miskin, mereka ada usaha kecil-kecilan. Sisanya adalah 299 yang benar-benar masih ekstrim," ungkapnya.
Keluarga yang tak lagi masuk dalam kategori miskin ekstrem masih tetap mendapat bantuan sosial (bansos) karena masih dalam kategori miskin. Tapi, tetap yang menjadi prioritas program penanganan adalah kategori miskin ekstrem.
Kilas balik data miskin ekstrem di Samarinda, kata Sofyan, mulanya sebanyak 1.601 keluarga. Kemudian dilakukan verifikasi pada pertengahan 2023 dan didapatlah data sebanyak 1.329 keluarga miskin ekstrem.
Selanjutnya dilakukan pendampingan sesuai dengan kriteria rumah tangga miskin Kota Samarinda, diperoleh data valid 987 keluarga miskin ekstrem di Samarinda. Hingga akhirnya tersisa 299 keluarga yang saat ini mendapat penanganan prioritas dari pemerintah.
"Prioritas kita mengeluarkan dari yang miskin ekstrem dulu, karena target 2024 nol persen miskin ekstrem, jadi yang ekstrem dulu yang kita selamatkan, kita coba untuk naikin dia jadi kategori miskin saja dulu," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi masyarakat miskin di Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda mencatat masih ada 299 keluarga yang terdiri dari 1.502 jiwa masuk ke dalam kategori miskin ekstrem.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Sofyan Agus mengatakan data itu didapat usai melakukan pendampingan. Di mana sebelumnya ada sekitar 987 keluarga yang masuk dalam miskin ekstrem.
"Yang 900-an itu kalau menurut data awal dari Menko PMK masuk miskin ekstrem, tapi setelah kita lakukan pendampingan, tersisa 299 yang masuk ke dalam miskin ekstrem," jelas Sofyan belum lama ini.
Melalui Gerakan Terpadu Pendampingan dan Fasilitasi (Graduasi), pihaknya melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap keluarga miskin ekstrem. Menampung keluhan masyarakat tersebut, serta melihat bagaimana kesehariannya dan apa yang menjadi kesulitannya.
"Setelah pendampingan, dari 987 itu ada 688 keluarga yang tidak masuk kategori ekstrem tapi masih dalam kategori miskin, mereka ada usaha kecil-kecilan. Sisanya adalah 299 yang benar-benar masih ekstrim," ungkapnya.
Keluarga yang tak lagi masuk dalam kategori miskin ekstrem masih tetap mendapat bantuan sosial (bansos) karena masih dalam kategori miskin. Tapi, tetap yang menjadi prioritas program penanganan adalah kategori miskin ekstrem.
Kilas balik data miskin ekstrem di Samarinda, kata Sofyan, mulanya sebanyak 1.601 keluarga. Kemudian dilakukan verifikasi pada pertengahan 2023 dan didapatlah data sebanyak 1.329 keluarga miskin ekstrem.
Selanjutnya dilakukan pendampingan sesuai dengan kriteria rumah tangga miskin Kota Samarinda, diperoleh data valid 987 keluarga miskin ekstrem di Samarinda. Hingga akhirnya tersisa 299 keluarga yang saat ini mendapat penanganan prioritas dari pemerintah.
"Prioritas kita mengeluarkan dari yang miskin ekstrem dulu, karena target 2024 nol persen miskin ekstrem, jadi yang ekstrem dulu yang kita selamatkan, kita coba untuk naikin dia jadi kategori miskin saja dulu," pungkasnya.
(Sf/By)