Cari disini...
Seputar Kaltim
Aktivitas jual beli di Pasar Baqa, Samarinda Seberang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Marnabas Patiroy menegaskan Kota Samarinda harus mempersiapkan diri menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan langkah-langkah strategis, seperti optimalisasi sektor perdagangan dan jasa.
Marnabas menekankan pentingnya Kota Samarinda menjadi pusat perbelanjaan di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), mengingat daerah sekitar memiliki Sumber Daya Alam (SDA) melimpah.
Contoh seperti Bontang yang memiliki perudahaan industri minyak dan Kutai Kartanegara dengan banyaknya tambang, baik galian A maupun B dan sebagainya.
Sementera Kota Samarinda, kata dia, minim SDA sehingga harus menjadi pusat perdagangan dan jasa untuk mengimbangi kekurangan sektor SDA tersebut.
"Kita tidak punya SDA, maka sumber daya yang kita punya harus dioptimalkan. Singapura sebagai contoh, SDA mereka kurang tapi bisa sangat berkembang, kita harus memanfaatkan segala peluang yang ada, terutama di sektor perdagangan dan jasa," ungkap Marnabas, Sabtu (1/6/2024).
Mantan Kepala Dinas Sosial Samarinda ini mengungkapkan rencana besar untuk mengubah wajah perdagangan di Kota Samarinda agar dapat bersaing dan berkembang seiring dengan pindahnya pusat pemerintahan ke Kaltim.
"Samarinda ini harus bersiap-siap dengan hadirnya IKN. Kita harus mengambil peluang ini, seolah-olah pasar pagi, seperti Tanah Abang di Jakarta, pindah ke sini. Kita harus selangkah lebih maju dibanding orang lain," tegasnya.
Rencana besar lainnya adalah transformasi Pasar Sungai Dama menjadi pusat perdagangan yang mirip dengan Pasar Glodok di Jakarta.
Konter-konter yang ada akan diatur sedemikian rupa, sehingga bisa menarik lebih banyak pembeli hingga wisatawan.
"Pasar Sungai Dama akan saya buat seperti Glodoknya Jakarta. Ke depannya, kita mungkin bisa menjual alat elektronik di sini. Bayangan saya, ini bisa menjadi pusat perdagangan besar seperti Glodok di Jakarta," jelas Marnabas.
Lebih lanjut, ia menyatakan kekhawatirannya jika Kota Samarinda tidak memanfaatkan peluang ini dengan baik. Sebab tanpa SDA yang melimpah, Kota Samarinda harus fokus pada pengembangan perdagangan dan jasa untuk mendukung perekonomian kota.
Ia yakin dengan langkah tersebut dapat mendorong Kota Samarinda menjadi pusat perdagangan yang maju dan siap menyambut kehadiran IKN, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat.
"Kita tidak punya SDA, makanya kita harus memanfaatkan segala peluang yang ada. Perdagangan dan jasa itu harus kita optimalkan," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Aktivitas jual beli di Pasar Baqa, Samarinda Seberang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Marnabas Patiroy menegaskan Kota Samarinda harus mempersiapkan diri menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan langkah-langkah strategis, seperti optimalisasi sektor perdagangan dan jasa.
Marnabas menekankan pentingnya Kota Samarinda menjadi pusat perbelanjaan di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), mengingat daerah sekitar memiliki Sumber Daya Alam (SDA) melimpah.
Contoh seperti Bontang yang memiliki perudahaan industri minyak dan Kutai Kartanegara dengan banyaknya tambang, baik galian A maupun B dan sebagainya.
Sementera Kota Samarinda, kata dia, minim SDA sehingga harus menjadi pusat perdagangan dan jasa untuk mengimbangi kekurangan sektor SDA tersebut.
"Kita tidak punya SDA, maka sumber daya yang kita punya harus dioptimalkan. Singapura sebagai contoh, SDA mereka kurang tapi bisa sangat berkembang, kita harus memanfaatkan segala peluang yang ada, terutama di sektor perdagangan dan jasa," ungkap Marnabas, Sabtu (1/6/2024).
Mantan Kepala Dinas Sosial Samarinda ini mengungkapkan rencana besar untuk mengubah wajah perdagangan di Kota Samarinda agar dapat bersaing dan berkembang seiring dengan pindahnya pusat pemerintahan ke Kaltim.
"Samarinda ini harus bersiap-siap dengan hadirnya IKN. Kita harus mengambil peluang ini, seolah-olah pasar pagi, seperti Tanah Abang di Jakarta, pindah ke sini. Kita harus selangkah lebih maju dibanding orang lain," tegasnya.
Rencana besar lainnya adalah transformasi Pasar Sungai Dama menjadi pusat perdagangan yang mirip dengan Pasar Glodok di Jakarta.
Konter-konter yang ada akan diatur sedemikian rupa, sehingga bisa menarik lebih banyak pembeli hingga wisatawan.
"Pasar Sungai Dama akan saya buat seperti Glodoknya Jakarta. Ke depannya, kita mungkin bisa menjual alat elektronik di sini. Bayangan saya, ini bisa menjadi pusat perdagangan besar seperti Glodok di Jakarta," jelas Marnabas.
Lebih lanjut, ia menyatakan kekhawatirannya jika Kota Samarinda tidak memanfaatkan peluang ini dengan baik. Sebab tanpa SDA yang melimpah, Kota Samarinda harus fokus pada pengembangan perdagangan dan jasa untuk mendukung perekonomian kota.
Ia yakin dengan langkah tersebut dapat mendorong Kota Samarinda menjadi pusat perdagangan yang maju dan siap menyambut kehadiran IKN, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat.
"Kita tidak punya SDA, makanya kita harus memanfaatkan segala peluang yang ada. Perdagangan dan jasa itu harus kita optimalkan," pungkasnya.
(Sf/By)