Cari disini...
Seputarfakta.com - Padliannor -
Seputar Kaltim
Foto Kegiatan Pembukaan Forum Pembauran Kebangsaan Tahun 2025 (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari menekankan peran vital Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai wadah dialog antar suku, ras dan budaya di masyarakat.
Ini ia sampaikan saat membuka kegiatan FPK 2025 yang diselenggarakan di Aula Awa Bapekat, Desa Pasir Belengkong, Kecamatan Paser Belengkong, Jumat (21/11/2025).
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari menjelaskan FPK memiliki peran strategis guna memberikan ruang bagi masyarakat untuk berdialog antar suku, ras dan budaya.
"FPK memiliki tanggung jawab untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah guna menyosialisasikan nilai kebangsaan dan membaurkan keberagaman suku di Paser," tegasnya, Sabtu (22/11/2025).
Paser yang dihuni sekitar 310 ribu jiwa memiliki suku yang beragam. Maka itu perlu wadah untuk membahas hal-hal terkait kesukuan dan adat.
Ia menjelaskan kondusivitas yang terjaga di Paser selama ini dapat menjadi modal penting yang dapat mendukung visi misi Paser Tuntas pada misi ke empat, yaitu memantapkan ketahanan sosial dan budaya di Paser.
"Kabupaten Paser ini sebagai miniatur Indonesia. Keberagaman yang terkandung di wilayah Paser menjadi kekuatan sosial dalam membangun daerah," ucapnya.
Ia berharap FPK dapat terus menjaga kondusivitas keberagaman di Paser guna menciptakan lingkungan dan kehidupan yang nyaman di masyarakat.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Padliannor -
Seputar Kaltim

Foto Kegiatan Pembukaan Forum Pembauran Kebangsaan Tahun 2025 (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari menekankan peran vital Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai wadah dialog antar suku, ras dan budaya di masyarakat.
Ini ia sampaikan saat membuka kegiatan FPK 2025 yang diselenggarakan di Aula Awa Bapekat, Desa Pasir Belengkong, Kecamatan Paser Belengkong, Jumat (21/11/2025).
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari menjelaskan FPK memiliki peran strategis guna memberikan ruang bagi masyarakat untuk berdialog antar suku, ras dan budaya.
"FPK memiliki tanggung jawab untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah guna menyosialisasikan nilai kebangsaan dan membaurkan keberagaman suku di Paser," tegasnya, Sabtu (22/11/2025).
Paser yang dihuni sekitar 310 ribu jiwa memiliki suku yang beragam. Maka itu perlu wadah untuk membahas hal-hal terkait kesukuan dan adat.
Ia menjelaskan kondusivitas yang terjaga di Paser selama ini dapat menjadi modal penting yang dapat mendukung visi misi Paser Tuntas pada misi ke empat, yaitu memantapkan ketahanan sosial dan budaya di Paser.
"Kabupaten Paser ini sebagai miniatur Indonesia. Keberagaman yang terkandung di wilayah Paser menjadi kekuatan sosial dalam membangun daerah," ucapnya.
Ia berharap FPK dapat terus menjaga kondusivitas keberagaman di Paser guna menciptakan lingkungan dan kehidupan yang nyaman di masyarakat.
(Sf/Lo)