Seputar Kaltim

    Meski Hanya Ada Satu Paslon di Samarinda, Acara Debat Bakal Tetap Digelar

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    30 September 2024 pukul 18:09 WITA

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat saat diwawancara di Teras Samarinda, Senin (30/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Meskipun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Samarinda hanya diikuti oleh satu pasangan calon (paslon), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda tetap berencana menggelar debat antara paslon. 

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat mengungkapkan bahwa debat ini nantinya akan dilaksanakan sesuai dengan juknis baru yang memungkinkan adanya tim panelis dan tim rumusan yang independen untuk mempersiapkan pertanyaan bagi paslon. 

    Pihaknya akan membentuk tim panelis dan tim rumus. Tim rumus ini terdiri dari akademisi dan profesional yang independen. 

    "Jumlah timnya masih akan kami diskusikan lebih lanjut," ungkap Firman saat dikonfirmasi usai kegiatan deklarasi damai pilkada serentak 2024 di Teras Samarinda, Senin (30/9/2024). 

    Firman menjelaskan, tugas utama dari tim rumus adalah membantu tim panelis dalam mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk paslon. Setiap pertanyaan yang diberikan kepada paslon akan terlebih dahulu dirumuskan oleh tim rumus berdasarkan tema yang telah ditentukan.

    Pihaknya juga akan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan masukan atau pertanyaan yang akan didistribusikan kepada tim panelis. Namun, pertanyaan tersebut harus sesuai dengan kategori dan tema debat yang telah ditetapkan.

    Meski diberi kesempatan untuk menyuarakan pertanyaannya, Firman juga menekankan pentingnya relevansi pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat. 
    "Jika ada masukan masyarakat, tentu akan kami pertimbangkan, tetapi pertanyaannya harus sesuai dengan tema. Misalnya, jika debat membahas politik, pertanyaan yang masuk harus terkait politik, bukan ekonomi atau tema lainnya," tegasnya.

    Debat yang direncanakan akan berlangsung minimal tiga kali ini diperkirakan akan dimulai sebulan sebelum tahapan kampanye berakhir pada 23 November 2024. 

    Firman menjelaskan bahwa dalam setiap debat nantinya akan ada sekitar lima pertanyaan yang diajukan kepada paslon, dengan fokus utama pada pendalaman visi, misi, dan program kerja calon untuk lima tahun ke depan.

    Debat ini, kata Firman, akan mengeksplorasi visi misi serta program kerja paslon, termasuk bagaimana rencana mereka dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, sosial, budaya, politik, dan ekonomi di Samarinda. 

    Apalagi melihat kemajuan Kota Tepian yang cukup pesat beberapa tahun terakhir, menurutnya ini akan menjadi salah satu titik penting yang akan dieksplor oleh para panelis dalam debat ini. 

    "Kita berharap dari adanya debat ini masyarakat dapat lebih memahami program dan rencana kerja paslon, serta mampu menilai kemampuan calon dalam menghadapi tantangan yang dihadapi Kota Samarinda," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Meski Hanya Ada Satu Paslon di Samarinda, Acara Debat Bakal Tetap Digelar

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    30 September 2024 pukul 18:09 WITA

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat saat diwawancara di Teras Samarinda, Senin (30/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Meskipun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Samarinda hanya diikuti oleh satu pasangan calon (paslon), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda tetap berencana menggelar debat antara paslon. 

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat mengungkapkan bahwa debat ini nantinya akan dilaksanakan sesuai dengan juknis baru yang memungkinkan adanya tim panelis dan tim rumusan yang independen untuk mempersiapkan pertanyaan bagi paslon. 

    Pihaknya akan membentuk tim panelis dan tim rumus. Tim rumus ini terdiri dari akademisi dan profesional yang independen. 

    "Jumlah timnya masih akan kami diskusikan lebih lanjut," ungkap Firman saat dikonfirmasi usai kegiatan deklarasi damai pilkada serentak 2024 di Teras Samarinda, Senin (30/9/2024). 

    Firman menjelaskan, tugas utama dari tim rumus adalah membantu tim panelis dalam mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk paslon. Setiap pertanyaan yang diberikan kepada paslon akan terlebih dahulu dirumuskan oleh tim rumus berdasarkan tema yang telah ditentukan.

    Pihaknya juga akan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan masukan atau pertanyaan yang akan didistribusikan kepada tim panelis. Namun, pertanyaan tersebut harus sesuai dengan kategori dan tema debat yang telah ditetapkan.

    Meski diberi kesempatan untuk menyuarakan pertanyaannya, Firman juga menekankan pentingnya relevansi pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat. 
    "Jika ada masukan masyarakat, tentu akan kami pertimbangkan, tetapi pertanyaannya harus sesuai dengan tema. Misalnya, jika debat membahas politik, pertanyaan yang masuk harus terkait politik, bukan ekonomi atau tema lainnya," tegasnya.

    Debat yang direncanakan akan berlangsung minimal tiga kali ini diperkirakan akan dimulai sebulan sebelum tahapan kampanye berakhir pada 23 November 2024. 

    Firman menjelaskan bahwa dalam setiap debat nantinya akan ada sekitar lima pertanyaan yang diajukan kepada paslon, dengan fokus utama pada pendalaman visi, misi, dan program kerja calon untuk lima tahun ke depan.

    Debat ini, kata Firman, akan mengeksplorasi visi misi serta program kerja paslon, termasuk bagaimana rencana mereka dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, sosial, budaya, politik, dan ekonomi di Samarinda. 

    Apalagi melihat kemajuan Kota Tepian yang cukup pesat beberapa tahun terakhir, menurutnya ini akan menjadi salah satu titik penting yang akan dieksplor oleh para panelis dalam debat ini. 

    "Kita berharap dari adanya debat ini masyarakat dapat lebih memahami program dan rencana kerja paslon, serta mampu menilai kemampuan calon dalam menghadapi tantangan yang dihadapi Kota Samarinda," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)