Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo di dampingi OPD dan Kodim 0905 Balikpapan saat meninjau pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempercepat pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 11 titik pembangunan telah berjalan, dengan enam gedung telah selesai dibangun dan lima lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo usai meninjau pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah Balikpapan Timur dan Balikpapan Selatan, Rabu (5/8/2026).
Bagus menjelaskan, lima bangunan yang masih dikerjakan kini memiliki progres pembangunan antara 60 hingga 90 persen. Proyek tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pemkot Balikpapan dan Kodim 0905/Balikpapan yang menjadi penanggung jawab pelaksanaan pembangunan.
“Kami berterima kasih atas kerja sama yang dilakukan Kodim karena progres pembangunan berjalan dengan baik. Saat ini sudah ada 11 aset yang siap dimanfaatkan. Mudah-mudahan dalam tiga bulan ke depan bisa bertambah 11 bangunan lagi sehingga total menjadi 22 gedung koperasi dari 34 koperasi yang ada di Balikpapan,” ucap Bagus Susetyo.
Selain pembangunan fisik, pemkot juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengelola koperasi. Seluruh pengurus koperasi telah mengikuti bimbingan teknis mengenai tata kelola koperasi, mulai dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), penyusunan laporan keuangan, hingga pengawasan koperasi yang melibatkan pihak kelurahan sebagai dewan pengawas.
Menurutnya, para pengurus juga dibekali kemampuan untuk menyusun strategi pengembangan usaha, agar koperasi mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Pengurus koperasi juga didorong untuk memiliki gagasan-gagasan baru agar koperasi dapat berkembang. Saat ini proses penyiapan manajer koperasi juga sedang berjalan. Mereka nantinya akan ditempatkan di setiap koperasi, sehingga pengelolaan usaha dapat dilakukan secara lebih profesional,” jelasnya.
Dia menambahkan, para calon manajer telah mendapatkan pembekalan teknis mengenai pengelolaan koperasi, termasuk strategi menciptakan nilai tambah melalui berbagai unit usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Dalam pelaksanaan pembangunan, Pemkot Balikpapan mengakui masih menghadapi keterbatasan aset lahan. Namun, sejumlah instansi vertikal telah memberikan dukungan untuk penyediaan lokasi pembangunan koperasi.
Salah satunya berasal dari Otoritas Bandara yang memberikan hak pakai lahan untuk pembangunan satu unit koperasi. Selain itu, pemkot juga tengah mengajukan permohonan penggunaan lahan kepada PT Pertamina untuk lima lokasi tambahan.
“Kami berharap Pertamina dapat memberikan lokasi, khususnya di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah. Jika persetujuan lahan sudah diberikan, pembangunan bisa langsung dilakukan oleh kontraktor,” jelasnya.
Pemkot Balikpapan menargetkan seluruh gedung Koperasi Merah Putih yang berjumlah 34 unit dapat selesai dibangun pada akhir 2026.
Bagus mengatakan optimistis target tersebut dapat tercapai karena progres pembangunan terus dipantau secara intensif, baik oleh Kodim maupun pemerintah pusat.
“Progres pembangunan ini dimonitor hampir setiap hari oleh pemerintah pusat. Alhamdulillah, perkembangan di Balikpapan tergolong baik,” ungkapnya.
Meski belum seluruh gedung selesai dibangun, seluruh Koperasi Merah Putih di Balikpapan dipastikan telah menjalankan aktivitas operasional sejak 2025.
Saat ini, koperasi yang belum memiliki gedung permanen memanfaatkan rumah pengurus maupun fasilitas kantor kelurahan sebagai tempat operasional sementara.
“Sebanyak 34 koperasi di Balikpapan sudah berjalan sejak tahun lalu. Jadi mereka tidak menunggu gedungnya selesai dibangun. Kepengurusan sudah aktif, bahkan ada anggota baru yang bergabung,” katanya.
Kata dia, kondisi tersebut menunjukkan program pembentukan Koperasi Merah Putih tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan aktivitas usaha koperasi.
Dia mencontohkan salah satu koperasi yang telah menunjukkan perkembangan positif, yakni Koperasi Merah Putih di Kelurahan Manggar. Koperasi tersebut mampu membukukan omzet sekitar Rp500 juta setiap bulan.
Capaian tersebut didukung kerja sama dengan Perum Bulog dalam penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta pengembangan berbagai usaha yang disesuaikan dengan potensi di lingkungan masing-masing.
“Kami juga meminta setiap pengurus memiliki inovasi usaha dan mampu memberdayakan potensi yang ada di wilayahnya, sehingga koperasi tidak hanya bergantung pada satu jenis usaha, tetapi dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo di dampingi OPD dan Kodim 0905 Balikpapan saat meninjau pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempercepat pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 11 titik pembangunan telah berjalan, dengan enam gedung telah selesai dibangun dan lima lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo usai meninjau pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah Balikpapan Timur dan Balikpapan Selatan, Rabu (5/8/2026).
Bagus menjelaskan, lima bangunan yang masih dikerjakan kini memiliki progres pembangunan antara 60 hingga 90 persen. Proyek tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pemkot Balikpapan dan Kodim 0905/Balikpapan yang menjadi penanggung jawab pelaksanaan pembangunan.
“Kami berterima kasih atas kerja sama yang dilakukan Kodim karena progres pembangunan berjalan dengan baik. Saat ini sudah ada 11 aset yang siap dimanfaatkan. Mudah-mudahan dalam tiga bulan ke depan bisa bertambah 11 bangunan lagi sehingga total menjadi 22 gedung koperasi dari 34 koperasi yang ada di Balikpapan,” ucap Bagus Susetyo.
Selain pembangunan fisik, pemkot juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengelola koperasi. Seluruh pengurus koperasi telah mengikuti bimbingan teknis mengenai tata kelola koperasi, mulai dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), penyusunan laporan keuangan, hingga pengawasan koperasi yang melibatkan pihak kelurahan sebagai dewan pengawas.
Menurutnya, para pengurus juga dibekali kemampuan untuk menyusun strategi pengembangan usaha, agar koperasi mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Pengurus koperasi juga didorong untuk memiliki gagasan-gagasan baru agar koperasi dapat berkembang. Saat ini proses penyiapan manajer koperasi juga sedang berjalan. Mereka nantinya akan ditempatkan di setiap koperasi, sehingga pengelolaan usaha dapat dilakukan secara lebih profesional,” jelasnya.
Dia menambahkan, para calon manajer telah mendapatkan pembekalan teknis mengenai pengelolaan koperasi, termasuk strategi menciptakan nilai tambah melalui berbagai unit usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Dalam pelaksanaan pembangunan, Pemkot Balikpapan mengakui masih menghadapi keterbatasan aset lahan. Namun, sejumlah instansi vertikal telah memberikan dukungan untuk penyediaan lokasi pembangunan koperasi.
Salah satunya berasal dari Otoritas Bandara yang memberikan hak pakai lahan untuk pembangunan satu unit koperasi. Selain itu, pemkot juga tengah mengajukan permohonan penggunaan lahan kepada PT Pertamina untuk lima lokasi tambahan.
“Kami berharap Pertamina dapat memberikan lokasi, khususnya di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah. Jika persetujuan lahan sudah diberikan, pembangunan bisa langsung dilakukan oleh kontraktor,” jelasnya.
Pemkot Balikpapan menargetkan seluruh gedung Koperasi Merah Putih yang berjumlah 34 unit dapat selesai dibangun pada akhir 2026.
Bagus mengatakan optimistis target tersebut dapat tercapai karena progres pembangunan terus dipantau secara intensif, baik oleh Kodim maupun pemerintah pusat.
“Progres pembangunan ini dimonitor hampir setiap hari oleh pemerintah pusat. Alhamdulillah, perkembangan di Balikpapan tergolong baik,” ungkapnya.
Meski belum seluruh gedung selesai dibangun, seluruh Koperasi Merah Putih di Balikpapan dipastikan telah menjalankan aktivitas operasional sejak 2025.
Saat ini, koperasi yang belum memiliki gedung permanen memanfaatkan rumah pengurus maupun fasilitas kantor kelurahan sebagai tempat operasional sementara.
“Sebanyak 34 koperasi di Balikpapan sudah berjalan sejak tahun lalu. Jadi mereka tidak menunggu gedungnya selesai dibangun. Kepengurusan sudah aktif, bahkan ada anggota baru yang bergabung,” katanya.
Kata dia, kondisi tersebut menunjukkan program pembentukan Koperasi Merah Putih tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan aktivitas usaha koperasi.
Dia mencontohkan salah satu koperasi yang telah menunjukkan perkembangan positif, yakni Koperasi Merah Putih di Kelurahan Manggar. Koperasi tersebut mampu membukukan omzet sekitar Rp500 juta setiap bulan.
Capaian tersebut didukung kerja sama dengan Perum Bulog dalam penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta pengembangan berbagai usaha yang disesuaikan dengan potensi di lingkungan masing-masing.
“Kami juga meminta setiap pengurus memiliki inovasi usaha dan mampu memberdayakan potensi yang ada di wilayahnya, sehingga koperasi tidak hanya bergantung pada satu jenis usaha, tetapi dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Sf/Lo)