Seputar Kaltim

    Meski Debit Air Naik, BPBD Kutim Pastikan Sangatta Masih Aman dari Banjir

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), saat ini masih dalam kondisi aman dari banjir meskipun curah hujan tinggi terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. 

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Muhammad Naim menyampaikan, beberapa titik di Sangatta sempat tergenang air namun belum bisa dikategorikan sebagai banjir.

    "Memang beberapa daerah di Sangatta itu yang menjadi genangan tapi itu bukan kategori banjir,” ujar Naim.

    Ia menambahkan, pihaknya telah memantau kondisi debit air sungai di sejumlah jembatan penghubung antara Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, termasuk Jembatan Pinang.

    “Memang ada sedikit kenaikan debit air, namun alhamdulillah tidak berdampak ke masyarakat,” tambahnya.

    Naim mengungkapkan kondisi saat ini masih jauh berbeda dibanding bencana banjir besar yang menimpa Sangatta pada tahun 2022. Hujan yang turun tidak terjadi setiap hari dan air laut tidak dalam kondisi pasang tinggi.

    “Kalau 2022 itu hujan terus hampir satu minggu penuh ditambah air laut pasang. Itu yang menyebabkan banjir besar saat itu,” ungkapnya 

    Berdasarkan informasi BMKG, seluruh wilayah Kalimantan Timur termasuk Kutim masih mengalami cuaca ekstrem hingga beberapa waktu ke depan.

    “Intensitas hujan masih terjadi di wilayah Sangatta Utara maupun Selatan. Namun kondisi pasang air laut tidak signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

    Terkait prediksi puncak hujan di akhir tahun, BPBD masih menunggu informasi resmi lebih lanjut dari BMKG.

    Selain itu, untuk mengantisipasi potensi bencana, Naim mengatakan pihak BPBD telah menyiapkan peralatan pendukung penanggulangan hingga level kecamatan dan desa.

    “Ada beberapa kecamatan dan desa sudah kami lengkapi peralatan agar bisa mandiri lebih awal sambil menunggu kedatangan tim BPBD kabupaten,” katanya.

    BPBD juga menggandeng relawan dari komunitas binaan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, terutama wilayah bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.

    “Kami sudah bersurat dua kali ke kecamatan terakhir pada November lalu terkait situasi cuaca ekstrem. Harapan kami warga yang tinggal di bantaran sungai sudah tahu langkah antisipasi yang harus dilakukan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Meski Debit Air Naik, BPBD Kutim Pastikan Sangatta Masih Aman dari Banjir

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), saat ini masih dalam kondisi aman dari banjir meskipun curah hujan tinggi terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. 

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Muhammad Naim menyampaikan, beberapa titik di Sangatta sempat tergenang air namun belum bisa dikategorikan sebagai banjir.

    "Memang beberapa daerah di Sangatta itu yang menjadi genangan tapi itu bukan kategori banjir,” ujar Naim.

    Ia menambahkan, pihaknya telah memantau kondisi debit air sungai di sejumlah jembatan penghubung antara Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, termasuk Jembatan Pinang.

    “Memang ada sedikit kenaikan debit air, namun alhamdulillah tidak berdampak ke masyarakat,” tambahnya.

    Naim mengungkapkan kondisi saat ini masih jauh berbeda dibanding bencana banjir besar yang menimpa Sangatta pada tahun 2022. Hujan yang turun tidak terjadi setiap hari dan air laut tidak dalam kondisi pasang tinggi.

    “Kalau 2022 itu hujan terus hampir satu minggu penuh ditambah air laut pasang. Itu yang menyebabkan banjir besar saat itu,” ungkapnya 

    Berdasarkan informasi BMKG, seluruh wilayah Kalimantan Timur termasuk Kutim masih mengalami cuaca ekstrem hingga beberapa waktu ke depan.

    “Intensitas hujan masih terjadi di wilayah Sangatta Utara maupun Selatan. Namun kondisi pasang air laut tidak signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

    Terkait prediksi puncak hujan di akhir tahun, BPBD masih menunggu informasi resmi lebih lanjut dari BMKG.

    Selain itu, untuk mengantisipasi potensi bencana, Naim mengatakan pihak BPBD telah menyiapkan peralatan pendukung penanggulangan hingga level kecamatan dan desa.

    “Ada beberapa kecamatan dan desa sudah kami lengkapi peralatan agar bisa mandiri lebih awal sambil menunggu kedatangan tim BPBD kabupaten,” katanya.

    BPBD juga menggandeng relawan dari komunitas binaan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, terutama wilayah bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.

    “Kami sudah bersurat dua kali ke kecamatan terakhir pada November lalu terkait situasi cuaca ekstrem. Harapan kami warga yang tinggal di bantaran sungai sudah tahu langkah antisipasi yang harus dilakukan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)