Seputar Kaltim

    Mesin datang Bertahap, Perumdam Tirta Kencana Samarinda Targetkan Produksi AMDK Sebelum Akhir Tahun

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2025 pukul 10:58 WITA

    Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda tengah mempersiapkan lini bisnis baru di sektor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). 

    Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim, menyampaikan bahwa proyek ini telah memasuki tahap pengadaan mesin produksi dan ditargetkan mulai beroperasi sebelum akhir tahun 2025.

    “Kemarin kita memang sudah merancang bisnis AMDK, dan Alhamdulillah saat ini dua unit mesin sudah tiba. Proses pengadaan mesin dilakukan bertahap, disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan aturan pengadaan yang berlaku,” ujar Wahid. 

    Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan akan ada empat unit mesin yang dibutuhkan untuk mendukung seluruh proses produksi, mulai dari tahap pengolahan, pengemasan, pencetakan hingga distribusi. 

    Saat ini, dua mesin pertama sudah tersedia dan proses pengadaan dua mesin lainnya masih berlangsung.

    “Kalau tidak ada kendala, mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah bisa mulai produksi,” bebernya. 

    Mengenai nama merek dagang AMDK yang akan dipasarkan, Nor Wahid menyebutkan bahwa pihaknya belum bisa mengumumkan secara resmi. Saat ini, Perumdam masih melakukan studi pasar guna menentukan identitas produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik konsumen di Samarinda.

    “Yang jelas, ini adalah upaya kami untuk mendukung semangat kemandirian yang didorong oleh Wali Kota Samarinda. Produksi AMDK ini juga diharapkan bisa dimanfaatkan oleh ASN, lingkungan perkantoran, hingga masyarakat luas,” tambahnya.

    Investasi yang digelontorkan untuk proyek ini juga terbilang cukup besar. Pada tahun 2024, Perumdam mengalokasikan sekitar Rp1,3 miliar, dan pada tahun 2025 akan ditambahkan lagi sebesar Rp3,7 miliar.

    Saat ini, pihaknya masih menghitung estimasi harga jual dari produk AMDK yang akan dihasilkan. Namun, ia berharap harga tersebut bisa bersaing di pasaran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan lebih murah dari produk yang sudah ada.

    “Mesin lainnya masih dalam perjalanan. Setelah lengkap, baru bisa kita hitung biaya produksinya. Harapannya, harga bisa lebih terjangkau dan tetap mengutamakan kualitas,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Mesin datang Bertahap, Perumdam Tirta Kencana Samarinda Targetkan Produksi AMDK Sebelum Akhir Tahun

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2025 pukul 10:58 WITA

    Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda tengah mempersiapkan lini bisnis baru di sektor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). 

    Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim, menyampaikan bahwa proyek ini telah memasuki tahap pengadaan mesin produksi dan ditargetkan mulai beroperasi sebelum akhir tahun 2025.

    “Kemarin kita memang sudah merancang bisnis AMDK, dan Alhamdulillah saat ini dua unit mesin sudah tiba. Proses pengadaan mesin dilakukan bertahap, disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan aturan pengadaan yang berlaku,” ujar Wahid. 

    Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan akan ada empat unit mesin yang dibutuhkan untuk mendukung seluruh proses produksi, mulai dari tahap pengolahan, pengemasan, pencetakan hingga distribusi. 

    Saat ini, dua mesin pertama sudah tersedia dan proses pengadaan dua mesin lainnya masih berlangsung.

    “Kalau tidak ada kendala, mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah bisa mulai produksi,” bebernya. 

    Mengenai nama merek dagang AMDK yang akan dipasarkan, Nor Wahid menyebutkan bahwa pihaknya belum bisa mengumumkan secara resmi. Saat ini, Perumdam masih melakukan studi pasar guna menentukan identitas produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik konsumen di Samarinda.

    “Yang jelas, ini adalah upaya kami untuk mendukung semangat kemandirian yang didorong oleh Wali Kota Samarinda. Produksi AMDK ini juga diharapkan bisa dimanfaatkan oleh ASN, lingkungan perkantoran, hingga masyarakat luas,” tambahnya.

    Investasi yang digelontorkan untuk proyek ini juga terbilang cukup besar. Pada tahun 2024, Perumdam mengalokasikan sekitar Rp1,3 miliar, dan pada tahun 2025 akan ditambahkan lagi sebesar Rp3,7 miliar.

    Saat ini, pihaknya masih menghitung estimasi harga jual dari produk AMDK yang akan dihasilkan. Namun, ia berharap harga tersebut bisa bersaing di pasaran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan lebih murah dari produk yang sudah ada.

    “Mesin lainnya masih dalam perjalanan. Setelah lengkap, baru bisa kita hitung biaya produksinya. Harapannya, harga bisa lebih terjangkau dan tetap mengutamakan kualitas,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)