Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Lampion yang dipasang di ruas Jalan Kapten Tendean, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Imlek 2026 Masehi di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, akan diramaikan dengan sejumlah agenda baik keagamaan maupun kegiatan sosial mulai dari ibadah keagamaan hingga hiburan masyarakat seperti barongsai dan fun walk (jalan santai) yang terbuka untuk umum.
Ketua Pengurus Kelenteng Thien Te Kong Berau, Suhaidi Wiyanto, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan mulai dari bersih-bersih di area kelenteng Thien Te Kong yang berlokasi di Jalan Kapten Tendean, Tanjung Redeb yang dilakukan menyeluruh, termasuk pada patung-patung dewa, serta pemasangan lampion sebagai simbol sukacita dan harapan baik di tahun yang baru.
"Persiapan Imlek ya bersih-bersih, bersih-bersih patung dewa, pasang lampion. Untuk persiapan Imlek sudah cukup siap," ujar Suhaidi Wiyanto.
Ia menjelaskan, dalam ajaran Konghucu, tradisi sembahyang saat Imlek lebih banyak dilaksanakan di rumah masing-masing untuk menghormati leluhur. Meski demikian, kelenteng tetap membuka pintu bagi umat yang ingin beribadah secara pribadi.
"Kalau Konghucu ini beda sama agama lain. Kebanyakan orang sembahyangnya di rumah masing-masing, sembahyang leluhur. Ada juga yang sembahyang ke kelenteng, cuma enggak berbarengan, sendiri-sendiri," jelasnya.
Dirinya pun menyampaikan untuk pelaksanaan ibadah imlek, umat diberikan waktu yang cukup fleksibel mulai 17 Februari hingga perayaan puncak Cap Go Meh yang jatuh pada 3 Maret 2026.
"Kalau sembahyang ini boleh bebas kapan saja. Dari pagi kelenteng dibuka jam enam sampai malam boleh. Kapan ada waktunya karena yang diutamakan itu sembahyangnya di rumah dulu, kepada leluhur," katanya.
Selain itu, ia mengatakan pada malam Cap Go Meh, suasana akan semakin meriah dengan pertunjukan barongsai, makan lontong bersama, hingga pembagian angpao.
"Penutupannya nanti biasanya ada barongsai di kelenteng, makan-makan lontong, dan bagi-bagi angpao. Itu acara besar di malam Cap Go Meh," tuturnya.
Tak hanya kegiatan keagamaan, panitia juga menyiapkan agenda olahraga santai berupa fun walk pada 1 Maret 2026 di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb. Acara tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat dan menyediakan berbagai doorprize menarik.
"Tanggal 1 Maret nanti ada fun walk terbuka untuk umum. Nanti mulainya dari panggung tepian Jalan Ahmad Yani. Jadi tahun ini ada jalan santai dan doorprize," pungkas Suhaidi.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, perayaan Imlek 2026 di Tanjung Redeb diharapkan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan masyarakat lintas etnis dan agama di Kabupaten Berau.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Lampion yang dipasang di ruas Jalan Kapten Tendean, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Imlek 2026 Masehi di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, akan diramaikan dengan sejumlah agenda baik keagamaan maupun kegiatan sosial mulai dari ibadah keagamaan hingga hiburan masyarakat seperti barongsai dan fun walk (jalan santai) yang terbuka untuk umum.
Ketua Pengurus Kelenteng Thien Te Kong Berau, Suhaidi Wiyanto, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan mulai dari bersih-bersih di area kelenteng Thien Te Kong yang berlokasi di Jalan Kapten Tendean, Tanjung Redeb yang dilakukan menyeluruh, termasuk pada patung-patung dewa, serta pemasangan lampion sebagai simbol sukacita dan harapan baik di tahun yang baru.
"Persiapan Imlek ya bersih-bersih, bersih-bersih patung dewa, pasang lampion. Untuk persiapan Imlek sudah cukup siap," ujar Suhaidi Wiyanto.
Ia menjelaskan, dalam ajaran Konghucu, tradisi sembahyang saat Imlek lebih banyak dilaksanakan di rumah masing-masing untuk menghormati leluhur. Meski demikian, kelenteng tetap membuka pintu bagi umat yang ingin beribadah secara pribadi.
"Kalau Konghucu ini beda sama agama lain. Kebanyakan orang sembahyangnya di rumah masing-masing, sembahyang leluhur. Ada juga yang sembahyang ke kelenteng, cuma enggak berbarengan, sendiri-sendiri," jelasnya.
Dirinya pun menyampaikan untuk pelaksanaan ibadah imlek, umat diberikan waktu yang cukup fleksibel mulai 17 Februari hingga perayaan puncak Cap Go Meh yang jatuh pada 3 Maret 2026.
"Kalau sembahyang ini boleh bebas kapan saja. Dari pagi kelenteng dibuka jam enam sampai malam boleh. Kapan ada waktunya karena yang diutamakan itu sembahyangnya di rumah dulu, kepada leluhur," katanya.
Selain itu, ia mengatakan pada malam Cap Go Meh, suasana akan semakin meriah dengan pertunjukan barongsai, makan lontong bersama, hingga pembagian angpao.
"Penutupannya nanti biasanya ada barongsai di kelenteng, makan-makan lontong, dan bagi-bagi angpao. Itu acara besar di malam Cap Go Meh," tuturnya.
Tak hanya kegiatan keagamaan, panitia juga menyiapkan agenda olahraga santai berupa fun walk pada 1 Maret 2026 di kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb. Acara tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat dan menyediakan berbagai doorprize menarik.
"Tanggal 1 Maret nanti ada fun walk terbuka untuk umum. Nanti mulainya dari panggung tepian Jalan Ahmad Yani. Jadi tahun ini ada jalan santai dan doorprize," pungkas Suhaidi.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, perayaan Imlek 2026 di Tanjung Redeb diharapkan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan masyarakat lintas etnis dan agama di Kabupaten Berau.
(Sf/Rs)