Seputar Kaltim

    Merantau Seorang Diri ke PPU, Pria Asal Toli-Toli Meninggal dan Dimakamkan Jauh dari Keluarga

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    01 Juni 2026 pukul 17:42 WITA

    Proses pemakaman Heriawan (43), warga asal Toli-Toli, Sulawesi Tengah, di Kelurahan Nenang, Penajam, Senin (1/6/2026). (Foto: Pusdalops BPBD PPU)

    Penajam - Seorang perantau asal Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah dimakamkan di Penajam Paser Utara (PPU) setelah meninggal dunia saat berada seorang diri di tanah rantau. 

    Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU, pria bernama Heriawan (43) itu sebelumnya ditemukan dalam kondisi sesak napas di Masjid Al Falah, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) untuk mendapatkan penanganan medis.

    Nyawa Heriawan tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pukul 22.01 WITA.

    Kepala Dinas Sosial PPU, Ainie membenarkan korban merupakan warga asal Desa Oyom, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Toli-Toli yang berada seorang diri di PPU tanpa pendamping keluarga.

    "Tim kami mendapat laporan dari Satpol PP, kemudian langsung menjemput korban di masjid dan membawanya ke rumah sakit. Dari keterangan medis, korban mengalami sakit jantung hingga akhirnya meninggal dunia," kata Ainie.

    Setelah identitas korban diketahui, Dinas Sosial berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Toli-Toli untuk menghubungi pihak keluarga.

    Menurut Ainie, keluarga baru berhasil dihubungi pada Senin siang dan menyerahkan sepenuhnya proses pemakaman kepada Pemerintah Kabupaten PPU.

    "Keluarga menyerahkan untuk dimakamkan di Penajam," ujarnya.

    Sementara itu, BPBD PPU bersama Dinas Sosial, RSUD RAPB, Disperkimtan dan Baznas menangani proses pemulasaraan hingga pemakaman jenazah. 

    Heriawan dimakamkan di Tempat Pemakaman Covid-19 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Senin (1/6/2026).

    Ainie melanjutkan, meski identitas korban telah diketahui, hingga kini pihak dinas belum memperoleh informasi pasti terkait aktivitas maupun tujuan Heriawan berada di PPU.

    Informasi yang didapatkan, korban sempat pulang ke kampung halamannya di Toli-Toli sebelum kembali lagi ke PPU.

    "Untuk keperluannya apa kami belum mengetahui. Yang terpenting saat ini adalah penanganan korban hingga pemakaman dapat dilakukan dengan baik," tandasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Merantau Seorang Diri ke PPU, Pria Asal Toli-Toli Meninggal dan Dimakamkan Jauh dari Keluarga

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    01 Juni 2026 pukul 17:42 WITA

    Proses pemakaman Heriawan (43), warga asal Toli-Toli, Sulawesi Tengah, di Kelurahan Nenang, Penajam, Senin (1/6/2026). (Foto: Pusdalops BPBD PPU)

    Penajam - Seorang perantau asal Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah dimakamkan di Penajam Paser Utara (PPU) setelah meninggal dunia saat berada seorang diri di tanah rantau. 

    Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU, pria bernama Heriawan (43) itu sebelumnya ditemukan dalam kondisi sesak napas di Masjid Al Falah, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) untuk mendapatkan penanganan medis.

    Nyawa Heriawan tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pukul 22.01 WITA.

    Kepala Dinas Sosial PPU, Ainie membenarkan korban merupakan warga asal Desa Oyom, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Toli-Toli yang berada seorang diri di PPU tanpa pendamping keluarga.

    "Tim kami mendapat laporan dari Satpol PP, kemudian langsung menjemput korban di masjid dan membawanya ke rumah sakit. Dari keterangan medis, korban mengalami sakit jantung hingga akhirnya meninggal dunia," kata Ainie.

    Setelah identitas korban diketahui, Dinas Sosial berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Toli-Toli untuk menghubungi pihak keluarga.

    Menurut Ainie, keluarga baru berhasil dihubungi pada Senin siang dan menyerahkan sepenuhnya proses pemakaman kepada Pemerintah Kabupaten PPU.

    "Keluarga menyerahkan untuk dimakamkan di Penajam," ujarnya.

    Sementara itu, BPBD PPU bersama Dinas Sosial, RSUD RAPB, Disperkimtan dan Baznas menangani proses pemulasaraan hingga pemakaman jenazah. 

    Heriawan dimakamkan di Tempat Pemakaman Covid-19 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Senin (1/6/2026).

    Ainie melanjutkan, meski identitas korban telah diketahui, hingga kini pihak dinas belum memperoleh informasi pasti terkait aktivitas maupun tujuan Heriawan berada di PPU.

    Informasi yang didapatkan, korban sempat pulang ke kampung halamannya di Toli-Toli sebelum kembali lagi ke PPU.

    "Untuk keperluannya apa kami belum mengetahui. Yang terpenting saat ini adalah penanganan korban hingga pemakaman dapat dilakukan dengan baik," tandasnya. 

    (Sf/Lo)