Seputar Kaltim

    Merah Putih Berkibar di Tengah Simpang Lembuswana, 3.500 Warga Ikut Rayakan Kemerdekaan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    17 Agustus 2026 pukul 14:57 WITA

    Suasana meriah di simpang empat mal Lembuswana Samarinda mewarnai perayaan kemerdekaan dengan iring-iringan mobil pemadam kebakaran dan kibaran bendera Merah Putih (Foto : Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda– Sekitar 3.500 relawan dan warga Kota Samarinda berkumpul di Simpang Empat Lembuswana untuk mengikuti penghormatan dan pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia (RI). 

    Kegiatan yang melibatkan sekitar 1.500 relawan dan 2.000 warga itu menjadi momentum memperkuat kebersamaan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas relawan, pengemudi ojek daring, TNI-Polri, pemadam kebakaran hingga instansi terkait.

    Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut. 

    Menurutnya, kegiatan di perempatan Lembuswana menunjukkan soliditas, kebersamaan dan kekeluargaan yang telah terjalin antarelemen di Kota Tepian.

    Ia menyebut semangat kebersamaan itu tidak hanya terlihat dalam momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga dalam penanganan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

    “Ini merupakan sebuah wujud soliditas, kebersamaan dan kekeluargaan yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini,” ujar Hendri, Senin (17/8/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

    Momen tersebut menjadi bentuk penghormatan, sekaligus rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Hendri juga menyoroti peran relawan dalam membantu menjaga keamanan dan merespons berbagai kejadian di Samarinda. 

    Menurutnya, relawan bersama unsur pemadam kebakaran, BPBD, Basarnas, TNI-Polri dan elemen masyarakat lainnya selama ini memiliki respons cepat ketika terjadi bencana maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Setiap kejadian apapun, setiap kejadian bencana alam, setiap gangguan kamtibmas, ada pencurian, ada kebakaran, ada hal-hal yang meresahkan masyarakat lainnya, rekan-rekan relawan sangat cepat bergerak,” ungkapnya.

    Ia berharap kekompakan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat bersama aparat dapat menjaga Samarinda tetap aman dan kondusif.

    Sementara itu, Ketua ITS-TRC, Joko Iswanto mengatakan penghormatan dan pengibaran bendera di Simpang Lembuswana telah menjadi agenda rutin yang kini memasuki pelaksanaan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2020.

    Menurut Joko, kegiatan tahun ini mendapat dukungan langsung dari Kapolresta Samarinda yang bertindak sebagai pimpinan apel. 

    Selain TNI-Polri, kegiatan juga melibatkan komunitas relawan, pengemudi ojek daring serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

    “Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan acara pengibaran bendera Merah Putih di Perempatan Lembuswana,” ujar Joko.

    Pengibaran bendera dilakukan menggunakan unit tangga milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyiraman air menggunakan semprotan kendaraan pemadam sebagai simbol menyambut musim kemarau sekaligus harapan agar hujan segera turun.

    Joko menyebut sekitar 1.500 relawan dan 2.000 warga hadir dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk terlibat dalam peringatan kemerdekaan di ruang publik.

    Ia berharap pelaksanaan tahun depan dapat berlangsung lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak organisasi perangkat daerah dan pimpinan daerah.

    Simpang Empat Lembuswana dipilih karena dinilai sebagai salah satu ikon Kota Samarinda, sekaligus memiliki ruang yang cukup luas untuk menampung relawan dan masyarakat dari berbagai penjuru kota.

    Kegiatan penghormatan Merah Putih di simpang tersebut sebelumnya juga telah menjadi tradisi tahunan yang melibatkan relawan, komunitas, TNI-Polri dan masyarakat. Pada pelaksanaan 2025, kegiatan serupa juga diikuti sekitar 1.500 peserta dan berlangsung di tengah simpang yang biasanya menjadi salah satu titik lalu lintas padat di Samarinda. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Merah Putih Berkibar di Tengah Simpang Lembuswana, 3.500 Warga Ikut Rayakan Kemerdekaan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    17 Agustus 2026 pukul 14:57 WITA

    Suasana meriah di simpang empat mal Lembuswana Samarinda mewarnai perayaan kemerdekaan dengan iring-iringan mobil pemadam kebakaran dan kibaran bendera Merah Putih (Foto : Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda– Sekitar 3.500 relawan dan warga Kota Samarinda berkumpul di Simpang Empat Lembuswana untuk mengikuti penghormatan dan pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia (RI). 

    Kegiatan yang melibatkan sekitar 1.500 relawan dan 2.000 warga itu menjadi momentum memperkuat kebersamaan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas relawan, pengemudi ojek daring, TNI-Polri, pemadam kebakaran hingga instansi terkait.

    Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut. 

    Menurutnya, kegiatan di perempatan Lembuswana menunjukkan soliditas, kebersamaan dan kekeluargaan yang telah terjalin antarelemen di Kota Tepian.

    Ia menyebut semangat kebersamaan itu tidak hanya terlihat dalam momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga dalam penanganan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

    “Ini merupakan sebuah wujud soliditas, kebersamaan dan kekeluargaan yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini,” ujar Hendri, Senin (17/8/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

    Momen tersebut menjadi bentuk penghormatan, sekaligus rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Hendri juga menyoroti peran relawan dalam membantu menjaga keamanan dan merespons berbagai kejadian di Samarinda. 

    Menurutnya, relawan bersama unsur pemadam kebakaran, BPBD, Basarnas, TNI-Polri dan elemen masyarakat lainnya selama ini memiliki respons cepat ketika terjadi bencana maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Setiap kejadian apapun, setiap kejadian bencana alam, setiap gangguan kamtibmas, ada pencurian, ada kebakaran, ada hal-hal yang meresahkan masyarakat lainnya, rekan-rekan relawan sangat cepat bergerak,” ungkapnya.

    Ia berharap kekompakan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat bersama aparat dapat menjaga Samarinda tetap aman dan kondusif.

    Sementara itu, Ketua ITS-TRC, Joko Iswanto mengatakan penghormatan dan pengibaran bendera di Simpang Lembuswana telah menjadi agenda rutin yang kini memasuki pelaksanaan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2020.

    Menurut Joko, kegiatan tahun ini mendapat dukungan langsung dari Kapolresta Samarinda yang bertindak sebagai pimpinan apel. 

    Selain TNI-Polri, kegiatan juga melibatkan komunitas relawan, pengemudi ojek daring serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

    “Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan acara pengibaran bendera Merah Putih di Perempatan Lembuswana,” ujar Joko.

    Pengibaran bendera dilakukan menggunakan unit tangga milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyiraman air menggunakan semprotan kendaraan pemadam sebagai simbol menyambut musim kemarau sekaligus harapan agar hujan segera turun.

    Joko menyebut sekitar 1.500 relawan dan 2.000 warga hadir dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk terlibat dalam peringatan kemerdekaan di ruang publik.

    Ia berharap pelaksanaan tahun depan dapat berlangsung lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak organisasi perangkat daerah dan pimpinan daerah.

    Simpang Empat Lembuswana dipilih karena dinilai sebagai salah satu ikon Kota Samarinda, sekaligus memiliki ruang yang cukup luas untuk menampung relawan dan masyarakat dari berbagai penjuru kota.

    Kegiatan penghormatan Merah Putih di simpang tersebut sebelumnya juga telah menjadi tradisi tahunan yang melibatkan relawan, komunitas, TNI-Polri dan masyarakat. Pada pelaksanaan 2025, kegiatan serupa juga diikuti sekitar 1.500 peserta dan berlangsung di tengah simpang yang biasanya menjadi salah satu titik lalu lintas padat di Samarinda. 

    (Sf/Lo)