Seputar Kaltim

    Menuju Swasembada Beras 2026, Seno Aji Buka Karpet Merah bagi Investor Pertanian

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Desember 2025 pukul 20:40 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengirimkan sinyal kuat kepada para pelaku usaha untuk melirik sektor pangan sebagai instrumen investasi yang menjanjikan di Bumi Etam. 

    Dengan target swasembada beras penuh pada tahun 2026, Kaltim kini tengah bertransformasi menjadi lumbung pangan baru di Indonesia Timur.

    Seno Aji mengungkapkan bahwa sektor pertanian saat ini menyimpan potensi ekonomi yang sangat luas dan belum tergarap maksimal. 

    Sejak awal masa jabatannya, ia terus mendorong percepatan produksi untuk memangkas ketergantungan pangan dari luar daerah.

    "Kita memiliki lahan pertanian yang cukup besar dan masih bisa dimaksimalkan. Peluang ini sangat terbuka bagi pengusaha yang ingin berusaha di sektor pertanian," ujar Seno Aji di Samarinda.

    Menurut Seno, keberhasilan Kaltim melipatgandakan pemenuhan beras lokal dari 30 persen menjadi 60 persen dalam sembilan bulan terakhir adalah bukti bahwa ekosistem pertanian daerah mulai bergairah. 

    Namun, untuk mencapai angka 100 persen, diperlukan suntikan investasi dan kolaborasi dari sektor swasta.

    Ia menjelaskan bahwa peluang investasi tidak hanya terbatas pada lahan tanam (on-farm), tetapi juga mencakup industri pengolahan pascapanen hingga rantai distribusi. 

    Untuk menarik minat investor, Pemprov Kaltim bersama Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai stimulus, mulai dari fasilitas perluasan lahan hingga dukungan sarana produksi modern.

    "Percepatan ini bukan hanya untuk mencapai target pemerintah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku usaha," tambah Seno.

    Seno Aji optimis Kalimantan Timur akan segera mandiri secara pangan dan menjadi pemain utama dalam industri pertanian nasional pada 2026 mendatang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Menuju Swasembada Beras 2026, Seno Aji Buka Karpet Merah bagi Investor Pertanian

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Desember 2025 pukul 20:40 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengirimkan sinyal kuat kepada para pelaku usaha untuk melirik sektor pangan sebagai instrumen investasi yang menjanjikan di Bumi Etam. 

    Dengan target swasembada beras penuh pada tahun 2026, Kaltim kini tengah bertransformasi menjadi lumbung pangan baru di Indonesia Timur.

    Seno Aji mengungkapkan bahwa sektor pertanian saat ini menyimpan potensi ekonomi yang sangat luas dan belum tergarap maksimal. 

    Sejak awal masa jabatannya, ia terus mendorong percepatan produksi untuk memangkas ketergantungan pangan dari luar daerah.

    "Kita memiliki lahan pertanian yang cukup besar dan masih bisa dimaksimalkan. Peluang ini sangat terbuka bagi pengusaha yang ingin berusaha di sektor pertanian," ujar Seno Aji di Samarinda.

    Menurut Seno, keberhasilan Kaltim melipatgandakan pemenuhan beras lokal dari 30 persen menjadi 60 persen dalam sembilan bulan terakhir adalah bukti bahwa ekosistem pertanian daerah mulai bergairah. 

    Namun, untuk mencapai angka 100 persen, diperlukan suntikan investasi dan kolaborasi dari sektor swasta.

    Ia menjelaskan bahwa peluang investasi tidak hanya terbatas pada lahan tanam (on-farm), tetapi juga mencakup industri pengolahan pascapanen hingga rantai distribusi. 

    Untuk menarik minat investor, Pemprov Kaltim bersama Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai stimulus, mulai dari fasilitas perluasan lahan hingga dukungan sarana produksi modern.

    "Percepatan ini bukan hanya untuk mencapai target pemerintah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku usaha," tambah Seno.

    Seno Aji optimis Kalimantan Timur akan segera mandiri secara pangan dan menjadi pemain utama dalam industri pertanian nasional pada 2026 mendatang.

    (Sf/Rs)