Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timu, Aji Fahriza Hakim. (foto-Lisda-seputarfakta.com)
Sangatta — Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur terus menunjukkan komitmennya dalam membina atlet usia dini sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mengirim 19 atlet junior untuk berlaga di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing 2025 di Balikpapan.
Ketua FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza, Hakim menjelaskan bahwa keberhasilan di ajang besar seperti Porprov tidak bisa dicapai secara instan. Pembinaan harus dimulai sejak usia dini dengan konsistensi latihan dan pendekatan menyenangkan.
"Latihan kami lakukan setiap hari selama dua jam, dengan satu hari libur per minggu. Untuk anak-anak usia 7 tahun ke atas, pendekatan harus tetap menyenangkan agar semangat mereka terjaga," jelas Fahriza
Ia juga menekankan bahwa selain fisik, pembentukan mental menjadi fokus utama dalam pembinaan atlet pemula.
"Kekuatan bisa dilatih, tapi mental adalah kunci dan itu baru teruji saat mereka bertanding," tambahnya.
Fahriza turut mengapresiasi dukungan besar dari para orang tua serta pelatih yang sabar dalam membina anak-anak. "Support dari orang tua luar biasa. Mereka tahu ini proses penting untuk anak-anak mereka," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kutim memiliki rekam jejak membanggakan di Porprov Berau 2022, dengan raihan delapan emas dan status juara umum.
Bupati Ardiansyah berharap capaian tersebut bisa diulang.
"Mudah-mudahan atlet panjat tebing Kutai Timur bisa kembali merebut dan mempertahankan gelar juara umum di Porprov nanti, tentu dengan memaksimalkan Kejurprov ini sebagai bagian dari proses," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timu, Aji Fahriza Hakim. (foto-Lisda-seputarfakta.com)
Sangatta — Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur terus menunjukkan komitmennya dalam membina atlet usia dini sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mengirim 19 atlet junior untuk berlaga di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing 2025 di Balikpapan.
Ketua FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza, Hakim menjelaskan bahwa keberhasilan di ajang besar seperti Porprov tidak bisa dicapai secara instan. Pembinaan harus dimulai sejak usia dini dengan konsistensi latihan dan pendekatan menyenangkan.
"Latihan kami lakukan setiap hari selama dua jam, dengan satu hari libur per minggu. Untuk anak-anak usia 7 tahun ke atas, pendekatan harus tetap menyenangkan agar semangat mereka terjaga," jelas Fahriza
Ia juga menekankan bahwa selain fisik, pembentukan mental menjadi fokus utama dalam pembinaan atlet pemula.
"Kekuatan bisa dilatih, tapi mental adalah kunci dan itu baru teruji saat mereka bertanding," tambahnya.
Fahriza turut mengapresiasi dukungan besar dari para orang tua serta pelatih yang sabar dalam membina anak-anak. "Support dari orang tua luar biasa. Mereka tahu ini proses penting untuk anak-anak mereka," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kutim memiliki rekam jejak membanggakan di Porprov Berau 2022, dengan raihan delapan emas dan status juara umum.
Bupati Ardiansyah berharap capaian tersebut bisa diulang.
"Mudah-mudahan atlet panjat tebing Kutai Timur bisa kembali merebut dan mempertahankan gelar juara umum di Porprov nanti, tentu dengan memaksimalkan Kejurprov ini sebagai bagian dari proses," pungkasnya.
(Sf/Rs)