Menuju Generasi Emas 2045, Balikpapan Mulai Terapkan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    09 Desember 2025 12:52 WIB

    Kepala Inspektorat Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Inspektorat Kota Balikpapan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mencanangkan program sekolah rintisan berintegritas sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan antikorupsi sejak dini.

    Kepala Inspektorat Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina, menjelaskan bahwa strategi antikorupsi dikenal dengan konsep Tri Sula, yang terdiri dari pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Menurutnya, peran Inspektorat berfokus pada dua aspek, yakni pendidikan dan pencegahan.

    “Dari sisi pendidikan, kami berupaya membangun sekolah-sekolah berintegritas. Hari ini kami mencanangkan 24 sekolah rintisan berintegritas. Ini baru rintisan, nanti akan kami evaluasi dan dampingi selama satu tahun ke depan sebelum ditetapkan menjadi sekolah berintegritas,” ucap Silvi sapaan akrabnya kepada awak media, Selasa (9/12/2025).

    Ia menerangkan bahwa sekolah berintegritas merupakan sekolah yang memiliki tata kelola baik dan mendukung terciptanya pendidikan yang efektif, efisien, serta berorientasi pada terwujudnya Generasi Emas 2045.

    Silvi menambahkan, modul pendidikan antikorupsi yang disusun diharapkan menjadi pedoman bagi sekolah sebagai ujung tombak pendidikan integritas sejak dini. Modul tersebut juga disesuaikan dengan silabus yang selaras dengan amanah KPK.

    “Tahun ini fokusnya pada penguatan pendidikan. Kalau tahun kemarin lebih ke pencegahan, sekarang kami perkuat pendidikannya. Karena itu, fokus Hakordia 2025 adalah dunia pendidikan,” terangnya.

    Terkait kendala, Inspektorat menemukan permasalahan dalam pengelolaan dana APBD maupun dana BOS di sekolah. Menurutnya, guru yang merangkap sebagai pengelola keuangan memerlukan upaya lebih untuk menjalankan tugas tersebut.

    Modul pendidikan antikorupsi ini mulai diterapkan tahun ajaran 2026. Isi modul disesuaikan dengan jenjang pendidikan, misalnya untuk siswa SD kelas 1 hingga 3, pengenalan fokus pada budaya jujur, disiplin waktu, dan 9 nilai integritas lainnya.

    “Modul ini akan diajarkan kepada peserta didik oleh guru masing-masing. Gurunya sudah kami latih. Jadi gurunya, sekolahnya sudah berintegritas dan dilengkapi modulnya. Saat ini baru 24 sekolah yang menerapkan,” tuturnya.

     (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Menuju Generasi Emas 2045, Balikpapan Mulai Terapkan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    09 Desember 2025 12:52 WIB

    Kepala Inspektorat Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Inspektorat Kota Balikpapan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mencanangkan program sekolah rintisan berintegritas sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan antikorupsi sejak dini.

    Kepala Inspektorat Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina, menjelaskan bahwa strategi antikorupsi dikenal dengan konsep Tri Sula, yang terdiri dari pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Menurutnya, peran Inspektorat berfokus pada dua aspek, yakni pendidikan dan pencegahan.

    “Dari sisi pendidikan, kami berupaya membangun sekolah-sekolah berintegritas. Hari ini kami mencanangkan 24 sekolah rintisan berintegritas. Ini baru rintisan, nanti akan kami evaluasi dan dampingi selama satu tahun ke depan sebelum ditetapkan menjadi sekolah berintegritas,” ucap Silvi sapaan akrabnya kepada awak media, Selasa (9/12/2025).

    Ia menerangkan bahwa sekolah berintegritas merupakan sekolah yang memiliki tata kelola baik dan mendukung terciptanya pendidikan yang efektif, efisien, serta berorientasi pada terwujudnya Generasi Emas 2045.

    Silvi menambahkan, modul pendidikan antikorupsi yang disusun diharapkan menjadi pedoman bagi sekolah sebagai ujung tombak pendidikan integritas sejak dini. Modul tersebut juga disesuaikan dengan silabus yang selaras dengan amanah KPK.

    “Tahun ini fokusnya pada penguatan pendidikan. Kalau tahun kemarin lebih ke pencegahan, sekarang kami perkuat pendidikannya. Karena itu, fokus Hakordia 2025 adalah dunia pendidikan,” terangnya.

    Terkait kendala, Inspektorat menemukan permasalahan dalam pengelolaan dana APBD maupun dana BOS di sekolah. Menurutnya, guru yang merangkap sebagai pengelola keuangan memerlukan upaya lebih untuk menjalankan tugas tersebut.

    Modul pendidikan antikorupsi ini mulai diterapkan tahun ajaran 2026. Isi modul disesuaikan dengan jenjang pendidikan, misalnya untuk siswa SD kelas 1 hingga 3, pengenalan fokus pada budaya jujur, disiplin waktu, dan 9 nilai integritas lainnya.

    “Modul ini akan diajarkan kepada peserta didik oleh guru masing-masing. Gurunya sudah kami latih. Jadi gurunya, sekolahnya sudah berintegritas dan dilengkapi modulnya. Saat ini baru 24 sekolah yang menerapkan,” tuturnya.

     (Sf/Rs)