Seputar Kaltim

    Menteri PPPA Temui Keluarga Korban Kekerasan Seksual di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi saat berada di UPTD PPA Kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi mengunjungi korban dan keluarga kekerasan seksual yang terjadi pada seorang balita di Balikpapan.

    Kunjungan tersebut dilakukan di Kantor UPTD PPA Balikpapan, Minggu (26/1/2025), sebagai bentuk dukungan kepada keluarga korban.

    Dalam kunjungannya, Menteri Arifatul menyatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang menghadapi masalah besar, terutama setelah anak mereka yang berusia 2 tahun menjadi korban kekerasan seksual.

    “Kami hadir untuk memberikan pendampingan, dan memastikan keluarga ini mendapatkan keadilan sebagai warga negara Indonesia. Negara akan selalu hadir untuk membantu menyelesaikan kasus seperti ini,” kata Menteri PPPA RI.

    Dirinya menambahkan, bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada proses hukum kasus ini, tetapi juga memberikan pendampingan kepada ibu korban yang sedang dalam kondisi trauma.

    “Ibu korban tentu sangat terpukul, dan kami berusaha memberikan yang terbaik agar ada solusi untuk permasalahan ini," ujar Arifatul.

    Terkait belum adanya penetapan tersangka dalam kasus ini, ia menjelaskan, bahwa pihak penegak hukum perlu melakukan proses penyelidikan yang hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan pelaku.

    Ia juga memahami bahwa orang tua korban berharap agar tersangka segera ditetapkan dan dihukum dengan seberat-beratnya, mengingat tekanan psikologis yang dialami oleh ibu korban.

    “Namun, kami menghargai proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan keputusan yang tepat. Kami juga terus memberikan motivasi dan dukungan kepada ibu korban untuk bersabar,” tambahnya.

    Pemerintah, melalui Kementerian PPPA, akan terus berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penyelesaian kasus ini dengan cepat dan tepat.

    Terkait kondisi psikologis korban, ia menyebut bahwa korban masih menunjukkan perilaku seperti biasa, meski ada kekhawatiran saat akan buang air kecil. Sementara itu, ibu korban berada dalam kondisi yang sangat tertekan secara psikologis.

    “Kami akan terus mendampingi ibu korban agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi sulit ini,” tuturnya.

    Dirinya berharap agar kasus ini bisa segera diselesaikan dengan keputusan yang adil. Dan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari penyelesaian terbaik dalam waktu sesegera mungkin.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Menteri PPPA Temui Keluarga Korban Kekerasan Seksual di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi saat berada di UPTD PPA Kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi mengunjungi korban dan keluarga kekerasan seksual yang terjadi pada seorang balita di Balikpapan.

    Kunjungan tersebut dilakukan di Kantor UPTD PPA Balikpapan, Minggu (26/1/2025), sebagai bentuk dukungan kepada keluarga korban.

    Dalam kunjungannya, Menteri Arifatul menyatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang menghadapi masalah besar, terutama setelah anak mereka yang berusia 2 tahun menjadi korban kekerasan seksual.

    “Kami hadir untuk memberikan pendampingan, dan memastikan keluarga ini mendapatkan keadilan sebagai warga negara Indonesia. Negara akan selalu hadir untuk membantu menyelesaikan kasus seperti ini,” kata Menteri PPPA RI.

    Dirinya menambahkan, bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada proses hukum kasus ini, tetapi juga memberikan pendampingan kepada ibu korban yang sedang dalam kondisi trauma.

    “Ibu korban tentu sangat terpukul, dan kami berusaha memberikan yang terbaik agar ada solusi untuk permasalahan ini," ujar Arifatul.

    Terkait belum adanya penetapan tersangka dalam kasus ini, ia menjelaskan, bahwa pihak penegak hukum perlu melakukan proses penyelidikan yang hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan pelaku.

    Ia juga memahami bahwa orang tua korban berharap agar tersangka segera ditetapkan dan dihukum dengan seberat-beratnya, mengingat tekanan psikologis yang dialami oleh ibu korban.

    “Namun, kami menghargai proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan keputusan yang tepat. Kami juga terus memberikan motivasi dan dukungan kepada ibu korban untuk bersabar,” tambahnya.

    Pemerintah, melalui Kementerian PPPA, akan terus berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penyelesaian kasus ini dengan cepat dan tepat.

    Terkait kondisi psikologis korban, ia menyebut bahwa korban masih menunjukkan perilaku seperti biasa, meski ada kekhawatiran saat akan buang air kecil. Sementara itu, ibu korban berada dalam kondisi yang sangat tertekan secara psikologis.

    “Kami akan terus mendampingi ibu korban agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi sulit ini,” tuturnya.

    Dirinya berharap agar kasus ini bisa segera diselesaikan dengan keputusan yang adil. Dan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari penyelesaian terbaik dalam waktu sesegera mungkin.

    (Sf/Rs)