Seputar Kaltim

    Mengenal Istilah Glamping, Kemah Asyik Ala Jokowi

    Penulis:Rusdianto|Redaktur:Rusdianto
    21 September 2023 pukul 11:04 WITA

    Presiden Jokowi saat menikmati suasana pagi di kawasan IKN, dengan metode Glamping. (DOK BPMI SETPRES)

    Samarinda - Istilah Glamping atau Glamourus Camping kian banyak digunakan, setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan Glamping di kawasan IKN, bersama beberapa menteri dan pejabat negara beberapa waktu lalu. 

    Mengutip A Brochado & Pereira, C dalam Journal of Outdoor Recreation and Tourism berjudul 

    Comfortable experiences in 

    nature accommodation: Perceived 

    service quality in Glamping, disebut bahwa Glamping adalah 

    gabungan dari kata 

    glamour dan camping yang mana 

    berkemah secara bersamaan merupakan 

    bagian dari aktivitas ataupun akomodasi 

    rekreasi luar ruangan (outdoor). 

    Tren ini mulai muncul dan mengglobal sejak 2020. Situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menulis, bahwa glamping adalah gaya liburan simpel yang sangat populer. Berbeda dengan liburan di hotel, glamping mengajak wisatawan berlibur di alam terbuka layaknya berkemah, namun dengan fasilitas hotel berbintang yang nyaman, dan pastinya tanpa ribet membawa perlengkapan berkemah

    Adanya glamping sangat cocok bagi wisatawan yang ingin berlibur ke suatu destinasi wisata yang sulit dijangkau atau minim penginapan. Jadi, bisa dibilang glamping adalah solusi berlibur sambil menikmati suasana alam, namun tetap dapat beristirahat dengan nyaman.

    Dengan meningkatnya tren glamping tentu dapat dijadikan peluang dalam mengembangkan pariwisata di berbagai daerah. Tidak heran jika kini telah banyak bermunculan akomodasi wisata dengan konsep glamping di Indonesia

    Konsep yang ditawarkan pun beragam, mulai dari glamping di hutan, glamping di pegunungan, glamping di pinggir danau, hingga glamping di pantai.(*)

    (Sf/Rs)

     

    Seputar Kaltim

    Mengenal Istilah Glamping, Kemah Asyik Ala Jokowi

    Penulis:Rusdianto|Redaktur:Rusdianto
    21 September 2023 pukul 11:04 WITA

    Presiden Jokowi saat menikmati suasana pagi di kawasan IKN, dengan metode Glamping. (DOK BPMI SETPRES)

    Samarinda - Istilah Glamping atau Glamourus Camping kian banyak digunakan, setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan Glamping di kawasan IKN, bersama beberapa menteri dan pejabat negara beberapa waktu lalu. 

    Mengutip A Brochado & Pereira, C dalam Journal of Outdoor Recreation and Tourism berjudul 

    Comfortable experiences in 

    nature accommodation: Perceived 

    service quality in Glamping, disebut bahwa Glamping adalah 

    gabungan dari kata 

    glamour dan camping yang mana 

    berkemah secara bersamaan merupakan 

    bagian dari aktivitas ataupun akomodasi 

    rekreasi luar ruangan (outdoor). 

    Tren ini mulai muncul dan mengglobal sejak 2020. Situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menulis, bahwa glamping adalah gaya liburan simpel yang sangat populer. Berbeda dengan liburan di hotel, glamping mengajak wisatawan berlibur di alam terbuka layaknya berkemah, namun dengan fasilitas hotel berbintang yang nyaman, dan pastinya tanpa ribet membawa perlengkapan berkemah

    Adanya glamping sangat cocok bagi wisatawan yang ingin berlibur ke suatu destinasi wisata yang sulit dijangkau atau minim penginapan. Jadi, bisa dibilang glamping adalah solusi berlibur sambil menikmati suasana alam, namun tetap dapat beristirahat dengan nyaman.

    Dengan meningkatnya tren glamping tentu dapat dijadikan peluang dalam mengembangkan pariwisata di berbagai daerah. Tidak heran jika kini telah banyak bermunculan akomodasi wisata dengan konsep glamping di Indonesia

    Konsep yang ditawarkan pun beragam, mulai dari glamping di hutan, glamping di pegunungan, glamping di pinggir danau, hingga glamping di pantai.(*)

    (Sf/Rs)