Seputar Kaltim

    Mengapa IHSG Turun? OJK Ungkap Penyebab Tekanan di Pasar Saham

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    05 Juni 2026 pukul 22:37 WITA

    Ilustrasi (Generate Gemini AI)

    Tenggarong – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan respons pasar terhadap kombinasi berbagai faktor global dan domestik, termasuk penyesuaian portofolio investor setelah adanya perubahan komposisi indeks yang dilakukan penyedia indeks global.

    Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi OJK Indonesia saat membahas perkembangan terkini pasar keuangan nasional.

    Menurut Inarno, salah satu faktor yang turut memberikan tekanan terhadap pasar saham nasional adalah aksi rebalancing portofolio yang dilakukan investor. Langkah tersebut merupakan respons atas perubahan penghuni indeks yang diumumkan lembaga penyedia indeks global sehingga mendorong penyesuaian kepemilikan aset di berbagai negara, termasuk Indonesia.

    "Koreksi dan tekanan yang tercermin dari penurunan IHSG saat ini mencerminkan respons pasar yang telah memperhitungkan kombinasi berbagai faktor, baik yang bersumber dari domestik maupun global," ujar Inarno.

    Inarno menambahkan, salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah penyesuaian portofolio investor yang berkaitan dengan proses rebalancing setelah adanya pengumuman penghuni indeks dari penyedia indeks global.

    "Faktor tersebut di antaranya adalah penyesuaian portofolio atau rebalancing portofolio dari para investor," lanjutnya.

    Selain faktor teknikal tersebut, pasar keuangan global saat ini juga masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dunia, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, perlambatan ekonomi di sejumlah negara, hingga perkembangan geopolitik internasional yang memengaruhi arus modal global.

    Fenomena rebalancing indeks sendiri bukan hal baru di pasar modal. Ketika penyedia indeks global mengubah komposisi saham yang masuk dalam indeks acuannya, investor institusi dan manajer investasi yang menggunakan indeks tersebut sebagai patokan biasanya akan melakukan penyesuaian kepemilikan saham. Kondisi itu dapat memicu tekanan jual maupun peningkatan permintaan pada saham tertentu dalam jangka pendek.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Financial Economics menunjukkan perubahan komposisi indeks global dapat memengaruhi arus modal lintas negara dan menciptakan volatilitas sementara di pasar saham negara berkembang. Efek tersebut umumnya terjadi karena investor institusi melakukan penyesuaian portofolio secara serentak mengikuti perubahan indeks.

    Meski demikian, OJK menilai pasar telah memperhitungkan berbagai perkembangan yang terjadi. Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati fundamental ekonomi dan kinerja emiten di tengah dinamika yang berlangsung di pasar keuangan global.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Mengapa IHSG Turun? OJK Ungkap Penyebab Tekanan di Pasar Saham

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    05 Juni 2026 pukul 22:37 WITA

    Ilustrasi (Generate Gemini AI)

    Tenggarong – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan respons pasar terhadap kombinasi berbagai faktor global dan domestik, termasuk penyesuaian portofolio investor setelah adanya perubahan komposisi indeks yang dilakukan penyedia indeks global.

    Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi OJK Indonesia saat membahas perkembangan terkini pasar keuangan nasional.

    Menurut Inarno, salah satu faktor yang turut memberikan tekanan terhadap pasar saham nasional adalah aksi rebalancing portofolio yang dilakukan investor. Langkah tersebut merupakan respons atas perubahan penghuni indeks yang diumumkan lembaga penyedia indeks global sehingga mendorong penyesuaian kepemilikan aset di berbagai negara, termasuk Indonesia.

    "Koreksi dan tekanan yang tercermin dari penurunan IHSG saat ini mencerminkan respons pasar yang telah memperhitungkan kombinasi berbagai faktor, baik yang bersumber dari domestik maupun global," ujar Inarno.

    Inarno menambahkan, salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah penyesuaian portofolio investor yang berkaitan dengan proses rebalancing setelah adanya pengumuman penghuni indeks dari penyedia indeks global.

    "Faktor tersebut di antaranya adalah penyesuaian portofolio atau rebalancing portofolio dari para investor," lanjutnya.

    Selain faktor teknikal tersebut, pasar keuangan global saat ini juga masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dunia, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, perlambatan ekonomi di sejumlah negara, hingga perkembangan geopolitik internasional yang memengaruhi arus modal global.

    Fenomena rebalancing indeks sendiri bukan hal baru di pasar modal. Ketika penyedia indeks global mengubah komposisi saham yang masuk dalam indeks acuannya, investor institusi dan manajer investasi yang menggunakan indeks tersebut sebagai patokan biasanya akan melakukan penyesuaian kepemilikan saham. Kondisi itu dapat memicu tekanan jual maupun peningkatan permintaan pada saham tertentu dalam jangka pendek.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Financial Economics menunjukkan perubahan komposisi indeks global dapat memengaruhi arus modal lintas negara dan menciptakan volatilitas sementara di pasar saham negara berkembang. Efek tersebut umumnya terjadi karena investor institusi melakukan penyesuaian portofolio secara serentak mengikuti perubahan indeks.

    Meski demikian, OJK menilai pasar telah memperhitungkan berbagai perkembangan yang terjadi. Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati fundamental ekonomi dan kinerja emiten di tengah dinamika yang berlangsung di pasar keuangan global.

    (Sf/Rs)