Seputar Kaltim

    Mengabdi dari Hati Selama 2 Dekade di PKK, Aidawati Terima Penghargaan Adhi Bhakti Utama

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    12 Juli 2025 pukul 20:02 WITA

    Sosok Aidawati sebagai kader PKK yang telah mengabdi selama 25 tahun atau lebih. Bukti nyata bekerja dengan keikhlasan. (Foto: Aidawati/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Di balik setiap perubahan besar di masyarakat, selalu ada sosok-sosok sederhana yang bekerja tanpa pamrih, salah satunya Aidawati.

    Ia adalah seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Balikpapan Tengah yang diam-diam telah mengabdikan hidupnya lebih dari dua dekade untuk membantu membangun keluarga dan masyarakat melalui gerakan PKK.

    Kini pengabdian tulus itu membuahkan hasil. Aidawati dianugerahi Adhi Bhakti Utama, sebuah penghargaan tingkat nasional yang diberikan kepada kader PKK dengan dedikasi tinggi dan konsistensi pengabdian selama 25 tahun atau lebih.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran dan disaksikan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 PKK di Samarinda, Selasa (8/7/2025) lalu.

    Bagi Aidawati, ini bukan sekadar penghargaan, melainkan pengakuan atas perjalanan panjang penuh semangat dan ketulusan yang dimulai dari rumah kecilnya di Balikpapan. 

    “Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Ini adalah bentuk apresiasi bagi kami yang bekerja di akar rumput yang sering tidak terlihat,” ujarnya dengan rasa haru saat dihubungi awak media, Sabtu (12/7/2025).

    Perjalanannya sebagai kader PKK bukanlah tanpa tantangan. Di masa-masa awal ia harus menyosialisasikan berbagai program seperti Keluarga Berencana (KB), posyandu dan pemberdayaan ekonomi keluarga kepada masyarakat yang belum sepenuhnya paham manfaatnya.

    “Kami lakukan semuanya di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Tapi karena sudah niat untuk mengabdi, semua tantangan bisa dilalui,” kenangnya.

    Ketulusan, semangat kebersamaan dan dorongan untuk terus berbagi menjadi alasan Aidawati tetap setia mengabdi selama puluhan tahun. Ia tak hanya menjalankan perannya, tetapi juga aktif membimbing kader-kader muda dengan semangat yang tak pernah padam.

    “Kalau kita belum bisa bantu dengan materi, maka bantu dengan ilmu dan pengalaman. Berbagilah dengan tulus, itu juga bentuk ibadah,” pesannya.

    Aidawati membuktikan pengabdian tak selalu membutuhkan panggung besar. Dari lorong-lorong kampung dan posyandu sederhana, ia mengukir kontribusi nyata yang akhirnya mendapatkan pengakuan nasional.

    Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan pengingat kebaikan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat membawa dampak besar. Aidawati adalah inspirasi nyata perubahan dimulai dari hati, dari niat untuk memberi dan dari ketekunan tanpa pamrih.

    Semoga kisahnya menjadi semangat baru bagi kader-kader muda untuk terus berkarya, berkontribusi dan menyalakan harapan di tengah masyarakat.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Mengabdi dari Hati Selama 2 Dekade di PKK, Aidawati Terima Penghargaan Adhi Bhakti Utama

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    12 Juli 2025 pukul 20:02 WITA

    Sosok Aidawati sebagai kader PKK yang telah mengabdi selama 25 tahun atau lebih. Bukti nyata bekerja dengan keikhlasan. (Foto: Aidawati/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Di balik setiap perubahan besar di masyarakat, selalu ada sosok-sosok sederhana yang bekerja tanpa pamrih, salah satunya Aidawati.

    Ia adalah seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Balikpapan Tengah yang diam-diam telah mengabdikan hidupnya lebih dari dua dekade untuk membantu membangun keluarga dan masyarakat melalui gerakan PKK.

    Kini pengabdian tulus itu membuahkan hasil. Aidawati dianugerahi Adhi Bhakti Utama, sebuah penghargaan tingkat nasional yang diberikan kepada kader PKK dengan dedikasi tinggi dan konsistensi pengabdian selama 25 tahun atau lebih.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran dan disaksikan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 PKK di Samarinda, Selasa (8/7/2025) lalu.

    Bagi Aidawati, ini bukan sekadar penghargaan, melainkan pengakuan atas perjalanan panjang penuh semangat dan ketulusan yang dimulai dari rumah kecilnya di Balikpapan. 

    “Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Ini adalah bentuk apresiasi bagi kami yang bekerja di akar rumput yang sering tidak terlihat,” ujarnya dengan rasa haru saat dihubungi awak media, Sabtu (12/7/2025).

    Perjalanannya sebagai kader PKK bukanlah tanpa tantangan. Di masa-masa awal ia harus menyosialisasikan berbagai program seperti Keluarga Berencana (KB), posyandu dan pemberdayaan ekonomi keluarga kepada masyarakat yang belum sepenuhnya paham manfaatnya.

    “Kami lakukan semuanya di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Tapi karena sudah niat untuk mengabdi, semua tantangan bisa dilalui,” kenangnya.

    Ketulusan, semangat kebersamaan dan dorongan untuk terus berbagi menjadi alasan Aidawati tetap setia mengabdi selama puluhan tahun. Ia tak hanya menjalankan perannya, tetapi juga aktif membimbing kader-kader muda dengan semangat yang tak pernah padam.

    “Kalau kita belum bisa bantu dengan materi, maka bantu dengan ilmu dan pengalaman. Berbagilah dengan tulus, itu juga bentuk ibadah,” pesannya.

    Aidawati membuktikan pengabdian tak selalu membutuhkan panggung besar. Dari lorong-lorong kampung dan posyandu sederhana, ia mengukir kontribusi nyata yang akhirnya mendapatkan pengakuan nasional.

    Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan pengingat kebaikan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat membawa dampak besar. Aidawati adalah inspirasi nyata perubahan dimulai dari hati, dari niat untuk memberi dan dari ketekunan tanpa pamrih.

    Semoga kisahnya menjadi semangat baru bagi kader-kader muda untuk terus berkarya, berkontribusi dan menyalakan harapan di tengah masyarakat.

    (Sf/Lo)