Cari disini...
Seputar Kaltim
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (Rusdi/Seputarfakta.com)
Samarinda - Meski seorang birokrat tulen, nyatanya Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik punya gaya bahasa yang terbilang mahir, layaknya aktor politik. Hal ini dapat terlihat dari isi sambutan, dalam seremoni Pisah-Sambut, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor dan Hadi Mulyadi, kepada Pj Gubernur, Rabu 4 Oktober lalu. Berulang kali, pria yang sebelumnya juga pernah menjabat Pj Gubernur Sulawesi Barat ini memuji Isran Noor setinggi langit.
"Kaltim beruntung punya aktor hebat seperti Isran dan Hadi," ungkap Akmal.
Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, secara terbuka mengakui bahwa tugas memimpin daerah bukan urusan gampang. Ia membeber, latar belakangnya sebagai 'orang pusat' khususnya di kementerian yang bertugas membuat kebijakan, kerapkali dihadapkan pada situasi yang tak jarang memberatkan pelaksana aturan itu, di tingkat daerah.
"Saya di Jakarta membuat kebijakan. Biasa buat Permen (Peraturan Menteri). Tapi menjadi seorang eksekutor sangat tidak mudah. Ketika aktor (pemimpin daerah) jelek. Sistem sebagus apapun, hasilnya akan jelek. Tapi kalau aktornya bagus, walaupun sistemnya jelek. Tetap bagus. Di tangan Pak Isran dan Pak Hadi. Kebijakan yang tidak bagus-bagus amat, jadi bagus. Salah satu tokoh dari (Indonesia) timur yang saya kagumi itu Pak Isran Noor," beber Akmal.
Bahkan, Akmal menyebut bahwa alasan bersedia ditugaskan menjadi Pj Gubernur di Provinsi Kaltim juga karena ia demikian mengagumi sosok Isran Noor. "Kaltim ini kan rebutan orang. Kenapa saya pilih di Kaltim? Ya karena saya mengidolakan Pak Isran Noor." tukasnya.
Entah sengaja atau tidak, Akmal juga mengemukakan bahwa meskipun dirinya adalah bagian dari Pemerintah Pusat, namun bukan berarti menjadi superior. "Saya tidak akan bisa melebihi kehebatan Pak Isran-Hadi," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (Rusdi/Seputarfakta.com)
Samarinda - Meski seorang birokrat tulen, nyatanya Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik punya gaya bahasa yang terbilang mahir, layaknya aktor politik. Hal ini dapat terlihat dari isi sambutan, dalam seremoni Pisah-Sambut, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor dan Hadi Mulyadi, kepada Pj Gubernur, Rabu 4 Oktober lalu. Berulang kali, pria yang sebelumnya juga pernah menjabat Pj Gubernur Sulawesi Barat ini memuji Isran Noor setinggi langit.
"Kaltim beruntung punya aktor hebat seperti Isran dan Hadi," ungkap Akmal.
Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, secara terbuka mengakui bahwa tugas memimpin daerah bukan urusan gampang. Ia membeber, latar belakangnya sebagai 'orang pusat' khususnya di kementerian yang bertugas membuat kebijakan, kerapkali dihadapkan pada situasi yang tak jarang memberatkan pelaksana aturan itu, di tingkat daerah.
"Saya di Jakarta membuat kebijakan. Biasa buat Permen (Peraturan Menteri). Tapi menjadi seorang eksekutor sangat tidak mudah. Ketika aktor (pemimpin daerah) jelek. Sistem sebagus apapun, hasilnya akan jelek. Tapi kalau aktornya bagus, walaupun sistemnya jelek. Tetap bagus. Di tangan Pak Isran dan Pak Hadi. Kebijakan yang tidak bagus-bagus amat, jadi bagus. Salah satu tokoh dari (Indonesia) timur yang saya kagumi itu Pak Isran Noor," beber Akmal.
Bahkan, Akmal menyebut bahwa alasan bersedia ditugaskan menjadi Pj Gubernur di Provinsi Kaltim juga karena ia demikian mengagumi sosok Isran Noor. "Kaltim ini kan rebutan orang. Kenapa saya pilih di Kaltim? Ya karena saya mengidolakan Pak Isran Noor." tukasnya.
Entah sengaja atau tidak, Akmal juga mengemukakan bahwa meskipun dirinya adalah bagian dari Pemerintah Pusat, namun bukan berarti menjadi superior. "Saya tidak akan bisa melebihi kehebatan Pak Isran-Hadi," pungkasnya.
(Sf/Rs)