Seputar Kaltim

    Mendung Tapi Tak Hujan, Begini Penjelasan BMKG 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 September 2023 pukul 13:08 WITA

    Kondisi cuaca berawan gelap di area Kantor BMKG Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Musim kemarau belum usai. Sepekan terakhir, langit Kota Samarinda tak menurunkan hujan, padahal kondisi cuaca mendung dan berawan gelap.

    Observer Meteorologi Kelas II A Temindung BMKG Samarinda, Gilang Arya Putra menyebut, di Samarinda intensitas atau curah hujan masih diangka 0 mm/hari, hal ini menandakan bahwa belum memasuki musim hujan.

    "Belum masuk musim hujan, karena puncak dari kemarau El Nino kemarin itu Bulan Agustus, bisa jadi ini akan turun hujan pada dasarian (satuan waktu per 10 hari) ke-3 atau bahkan bisa di bulan berikutnya," jelas Gilang, Rabu (6/9/2023).

    Terkait mendung yang tanpa hujan itu, disebut Gilang disebabkan oleh  pengaruh suhu itu sendiri. "Kalau awan mendung dibawa angin menuju ke tempat yang memiliki suhu tinggi sehingga tidak terjadi hujan, itu lah mengapa saat ini belum terjadi hujan," terang Gilang.

    Data BMKG, dari 129 titik panas yang tersebar se-Kaltim, Samarinda tidak ada satu pun titik panas. Rincian kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Paser (10), Penajam Paser Utara (1), Kutai Barat (15), Kutai Timur (36), Kutai Kartanegara (26), dan Berau (41).

    Sehingga saat ini di Samarinda hanya terjadi peningkatan suhu panas mencapai paling tinggi sebesar 34,1 derajat Celcius.

    Curah hujan sangat diperlukan bagi petani yang menggunakan sistem pertanian tradisional, hal ini tidak bisa ditanggapi, karena hal ini hanya bisa disampaikan oleh klimatologi.

    "Di Kaltim belum ada klimatologi, sehingga dalam hal ini tidak bisa saya sampaikan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Mendung Tapi Tak Hujan, Begini Penjelasan BMKG 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 September 2023 pukul 13:08 WITA

    Kondisi cuaca berawan gelap di area Kantor BMKG Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Musim kemarau belum usai. Sepekan terakhir, langit Kota Samarinda tak menurunkan hujan, padahal kondisi cuaca mendung dan berawan gelap.

    Observer Meteorologi Kelas II A Temindung BMKG Samarinda, Gilang Arya Putra menyebut, di Samarinda intensitas atau curah hujan masih diangka 0 mm/hari, hal ini menandakan bahwa belum memasuki musim hujan.

    "Belum masuk musim hujan, karena puncak dari kemarau El Nino kemarin itu Bulan Agustus, bisa jadi ini akan turun hujan pada dasarian (satuan waktu per 10 hari) ke-3 atau bahkan bisa di bulan berikutnya," jelas Gilang, Rabu (6/9/2023).

    Terkait mendung yang tanpa hujan itu, disebut Gilang disebabkan oleh  pengaruh suhu itu sendiri. "Kalau awan mendung dibawa angin menuju ke tempat yang memiliki suhu tinggi sehingga tidak terjadi hujan, itu lah mengapa saat ini belum terjadi hujan," terang Gilang.

    Data BMKG, dari 129 titik panas yang tersebar se-Kaltim, Samarinda tidak ada satu pun titik panas. Rincian kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Paser (10), Penajam Paser Utara (1), Kutai Barat (15), Kutai Timur (36), Kutai Kartanegara (26), dan Berau (41).

    Sehingga saat ini di Samarinda hanya terjadi peningkatan suhu panas mencapai paling tinggi sebesar 34,1 derajat Celcius.

    Curah hujan sangat diperlukan bagi petani yang menggunakan sistem pertanian tradisional, hal ini tidak bisa ditanggapi, karena hal ini hanya bisa disampaikan oleh klimatologi.

    "Di Kaltim belum ada klimatologi, sehingga dalam hal ini tidak bisa saya sampaikan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)