Seputar Kaltim

    Mendongeng Jadi Cara Tanamkan Budaya Literasi Pada Anak di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    29 Juli 2026 pukul 20:05 WITA

    Kegiatan mendongeng dapat membangun kebiasaan membaca anak sejak usia dini. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Menumbuhkan minat baca anak tidak harus dimulai dari aktivitas yang rumit. Melalui kegiatan mendongeng, Bunda Literasi Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, mengajak anak-anak membangun kebiasaan membaca sejak usia dini sebagai fondasi terciptanya budaya literasi di Kota Balikpapan.

    Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Mendongeng Bersama Bunda Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Rabu (29/7/2026).

    Kegiatan ini diikuti siswa kelas III dari SDN 001 Balikpapan Kota, SDN 022 Balikpapan Tengah dan SD Latihan YBBSU Balikpapan.

    Melalui cerita yang disampaikan, para siswa dikenalkan pada pentingnya membaca sebagai bagian dari proses belajar, pembentukan karakter, serta memperluas wawasan sejak dini.

    “Kegiatan mendongeng juga menjadi sarana yang menyenangkan untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku,” ucap Nurlena dalam sambutannya.

    Dia mengatakan, budaya literasi dapat dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, meluangkan waktu satu hingga lima menit setiap hari untuk membaca akan memberikan dampak positif apabila dilakukan secara berkelanjutan.

    “Alhamdulillah hari ini kami bisa mempersamai anak-anak kelas III sekolah dasar. Kami mengajak anak-anak bagaimana mencintai literasi. Karena dari membaca lima menit, bahkan satu menit, tetapi dilakukan secara berkelanjutan, insyaallah akan menjadi kebiasaan yang luar biasa,” terangnya.

    Ia menilai, upaya meningkatkan minat baca tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat agar budaya literasi semakin kuat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak.

    Karena itu, ia berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang baru dapat terus menghadirkan berbagai program edukasi dan inovasi yang mampu mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, semakin dekat dengan dunia literasi.

    “Saya mengajak bagaimana berkolaborasi, memberikan edukasi dan inovasi agar anak-anak Kota Balikpapan mencintai literasi sehingga tercipta Kota Literasi. Harapan saya, sejak usia dini anak-anak sudah mengenal dan mencintai literasi,” katanya.

    Melalui kegiatan mendongeng ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap kebiasaan membaca dapat tumbuh sejak usia dini dan menjadi bekal bagi lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, serta memiliki daya saing di masa depan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Mendongeng Jadi Cara Tanamkan Budaya Literasi Pada Anak di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    29 Juli 2026 pukul 20:05 WITA

    Kegiatan mendongeng dapat membangun kebiasaan membaca anak sejak usia dini. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Menumbuhkan minat baca anak tidak harus dimulai dari aktivitas yang rumit. Melalui kegiatan mendongeng, Bunda Literasi Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, mengajak anak-anak membangun kebiasaan membaca sejak usia dini sebagai fondasi terciptanya budaya literasi di Kota Balikpapan.

    Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Mendongeng Bersama Bunda Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Rabu (29/7/2026).

    Kegiatan ini diikuti siswa kelas III dari SDN 001 Balikpapan Kota, SDN 022 Balikpapan Tengah dan SD Latihan YBBSU Balikpapan.

    Melalui cerita yang disampaikan, para siswa dikenalkan pada pentingnya membaca sebagai bagian dari proses belajar, pembentukan karakter, serta memperluas wawasan sejak dini.

    “Kegiatan mendongeng juga menjadi sarana yang menyenangkan untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku,” ucap Nurlena dalam sambutannya.

    Dia mengatakan, budaya literasi dapat dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, meluangkan waktu satu hingga lima menit setiap hari untuk membaca akan memberikan dampak positif apabila dilakukan secara berkelanjutan.

    “Alhamdulillah hari ini kami bisa mempersamai anak-anak kelas III sekolah dasar. Kami mengajak anak-anak bagaimana mencintai literasi. Karena dari membaca lima menit, bahkan satu menit, tetapi dilakukan secara berkelanjutan, insyaallah akan menjadi kebiasaan yang luar biasa,” terangnya.

    Ia menilai, upaya meningkatkan minat baca tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat agar budaya literasi semakin kuat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak.

    Karena itu, ia berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang baru dapat terus menghadirkan berbagai program edukasi dan inovasi yang mampu mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, semakin dekat dengan dunia literasi.

    “Saya mengajak bagaimana berkolaborasi, memberikan edukasi dan inovasi agar anak-anak Kota Balikpapan mencintai literasi sehingga tercipta Kota Literasi. Harapan saya, sejak usia dini anak-anak sudah mengenal dan mencintai literasi,” katanya.

    Melalui kegiatan mendongeng ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap kebiasaan membaca dapat tumbuh sejak usia dini dan menjadi bekal bagi lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, serta memiliki daya saing di masa depan.

    (Sf/Lo)