Cari disini...
Seputar Kaltim
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian resmi tutup rangkaian kegiatan HUT ke-45 Dekranas di Balikpapan. Penutupan dilakukan dengan menekan tombol sirene di dampingi Dekranas Balikpapan dan Provinsi Kaltim. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Kota Balikpapan, Jumat (11/7/2025).
Dalam sambutannya, Mendagri menekankan pentingnya peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kerajinan, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kerajinan adalah bagian dari UMKM, yang selama ini terbukti berkontribusi besar terhadap perekonomian, tidak hanya di Indonesia, tapi juga secara global," ujar Tito dalam sambutannya.
Ia mencontohkan, saat pandemi COVID-19 melanda pada Maret 2020 dan menyebabkan perekonomian nasional terkontraksi, namun terdapat empat provinsi yang masih mencatatkan pertumbuhan positif, yakni Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Papua, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tiga provinsi pertama, lanjut Tito, bertahan karena ditopang oleh aktivitas industri besar seperti tambang dan ekspor. Sementara Yogyakarta, mampu tetap tumbuh meskipun tidak memiliki perusahaan besar.
"Yogyakarta mengandalkan kekuatan UMKM. Mereka aktif membuat festival, pelatihan, serta didukung dengan insentif dan akses perbankan. Ini luar biasa," ucapnya.
UMKM, kata dia, juga terbukti tangguh menghadapi tekanan seperti pandemi dan ketegangan geopolitik global. Selain itu, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.
Ia menyebutkan, perputaran uang dari industri kerajinan secara global mencapai hampir Rp360 triliun. Sejumlah negara seperti India, Tiongkok, Vietnam, dan Thailand sudah memanfaatkan potensi ini dengan baik.
"India unggul dalam kerajinan tangan, Tiongkok dengan produksi masal, Vietnam dengan kerajinan tradisional, Thailand dengan sentuhan estetikanya. Indonesia punya kerajinan paling beragam, tapi belum masuk dalam 10 besar negara eksportir kerajinan dunia. Ini tantangan kita," tegasnya.
Mendagri juga mengapresiasi kerja keras panitia Dekranas Kota Balikpapan dalam menyukseskan acara berskala nasional ini.
"Peserta yang hadir dari berbagai daerah mengaku senang, banyak di antara mereka yang baru pertama kali melihat Balikpapan, Samarinda, bahkan Ibu Kota Nusantara (IKN)," tambahnya.
Menurutnya, daya tarik Kaltim, khususnya Balikpapan dan IKN, menjadi magnet tersendiri. Ia menyebut rombongan yang hadir sangat banyak, termasuk 31 istri menteri, kepala daerah, dan tamu undangan dari seluruh Indonesia.
"Bahkan ada yang menempuh perjalanan hingga 20 jam dari Papua. Ini luar biasa," akunya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan HUT Dekranas ini turut memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
“Restoran dan hotel penuh, tentu ini ikut menambah pendapatan asli daerah (PAD)," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian resmi tutup rangkaian kegiatan HUT ke-45 Dekranas di Balikpapan. Penutupan dilakukan dengan menekan tombol sirene di dampingi Dekranas Balikpapan dan Provinsi Kaltim. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Kota Balikpapan, Jumat (11/7/2025).
Dalam sambutannya, Mendagri menekankan pentingnya peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kerajinan, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kerajinan adalah bagian dari UMKM, yang selama ini terbukti berkontribusi besar terhadap perekonomian, tidak hanya di Indonesia, tapi juga secara global," ujar Tito dalam sambutannya.
Ia mencontohkan, saat pandemi COVID-19 melanda pada Maret 2020 dan menyebabkan perekonomian nasional terkontraksi, namun terdapat empat provinsi yang masih mencatatkan pertumbuhan positif, yakni Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Papua, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tiga provinsi pertama, lanjut Tito, bertahan karena ditopang oleh aktivitas industri besar seperti tambang dan ekspor. Sementara Yogyakarta, mampu tetap tumbuh meskipun tidak memiliki perusahaan besar.
"Yogyakarta mengandalkan kekuatan UMKM. Mereka aktif membuat festival, pelatihan, serta didukung dengan insentif dan akses perbankan. Ini luar biasa," ucapnya.
UMKM, kata dia, juga terbukti tangguh menghadapi tekanan seperti pandemi dan ketegangan geopolitik global. Selain itu, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.
Ia menyebutkan, perputaran uang dari industri kerajinan secara global mencapai hampir Rp360 triliun. Sejumlah negara seperti India, Tiongkok, Vietnam, dan Thailand sudah memanfaatkan potensi ini dengan baik.
"India unggul dalam kerajinan tangan, Tiongkok dengan produksi masal, Vietnam dengan kerajinan tradisional, Thailand dengan sentuhan estetikanya. Indonesia punya kerajinan paling beragam, tapi belum masuk dalam 10 besar negara eksportir kerajinan dunia. Ini tantangan kita," tegasnya.
Mendagri juga mengapresiasi kerja keras panitia Dekranas Kota Balikpapan dalam menyukseskan acara berskala nasional ini.
"Peserta yang hadir dari berbagai daerah mengaku senang, banyak di antara mereka yang baru pertama kali melihat Balikpapan, Samarinda, bahkan Ibu Kota Nusantara (IKN)," tambahnya.
Menurutnya, daya tarik Kaltim, khususnya Balikpapan dan IKN, menjadi magnet tersendiri. Ia menyebut rombongan yang hadir sangat banyak, termasuk 31 istri menteri, kepala daerah, dan tamu undangan dari seluruh Indonesia.
"Bahkan ada yang menempuh perjalanan hingga 20 jam dari Papua. Ini luar biasa," akunya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan HUT Dekranas ini turut memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
“Restoran dan hotel penuh, tentu ini ikut menambah pendapatan asli daerah (PAD)," tutupnya.
(Sf/Rs)