Seputar Kaltim

    MBG di Tenggarong Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah, Ada 3.400 Penerima

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    29 Desember 2025 pukul 13:30 WITA

    Penyaluran MBG di Tenggarong. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Memasuki masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Natatu), pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tenggarong masih terus dilanjutkan.

    Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panjaitan, Idhamsyah mengatakan layanan penerima manfaat selama liburan tetap sama, total ada sekitar 3.400 penerima dari enam sekolah. 

    Program ini tetap berjalan dengan pola pendistribusian yang diatur ulang menjadi tidak setiap hari. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kelangsungan layanan MBG. 

    “Program ini tetap berjalan, tetapi polanya saja yang diubah. Jadi kami pilih pola dua hari sekali,” kata Idhamsyah, Senin (29/12/2025).

    Ia menjelaskan penyelenggara program dibagi menu menjadi dua kategori, yaitu makanan siap konsumsi pada hari tertentu dan paket bahan pangan kering, dengan fleksibilitas tambahan apabila bertepatan dengan perayaan hari besar keagamaan.

    “Kalau untuk hari Senin dan Kamis itu makan siap santap. Hari lainnya makanan kering. Kalau hari besar seperti natal kami menyesuaikan,” jelasnya.

    Pelaksanaan MBG di bawah koordinasi SPPG Panjaitan melibatkan enam satuan pendidikan di Tenggarong, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SD Negeri 01, SD Negeri 03, SD Negeri 11 dan SD Negeri 18.

    Di seluruh sekolah tersebut, pihak pengelola menyesuaikan pola layanan agar distribusi tetap terlaksana tanpa mengganggu jadwal libur siswa dan guru.

    Sementara Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Imam Huzaeni mengungkapkan pihak sekolah tetap melayani pembagian MBG pada hari libur. Mekanisme pengambilan paket diserahkan sesuai kondisi masing-masing siswa. Sebagian ada yang hadir langsung untuk mengambil, sementara lainnya menunjuk wali sebagai perwakilan.

    “Ada memang siswa yang tidak mengambil paket karena sedang berada di luar daerah. Ada juga sebagian anak datang langsung ke sekolah,” ujarnya. 

    Kata dia, untuk paket yang tidak tersalurkan kepada penerima utama, pihak sekolah memilih memberikan kepada siswa yang membantu proses distribusi agar bantuan tidak mubazir. 

    Imam menegaskan meski semua sekolah mendukung program ini, perlu adanya kajian lebih lanjut terhadap pelaksanaan distribusi MBG saat masa libur. Penyaluran akan lebih tepat sasaran dan efisien bila dilaksanakan pada periode aktif sekolah.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    MBG di Tenggarong Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah, Ada 3.400 Penerima

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    29 Desember 2025 pukul 13:30 WITA

    Penyaluran MBG di Tenggarong. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Memasuki masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Natatu), pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tenggarong masih terus dilanjutkan.

    Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panjaitan, Idhamsyah mengatakan layanan penerima manfaat selama liburan tetap sama, total ada sekitar 3.400 penerima dari enam sekolah. 

    Program ini tetap berjalan dengan pola pendistribusian yang diatur ulang menjadi tidak setiap hari. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kelangsungan layanan MBG. 

    “Program ini tetap berjalan, tetapi polanya saja yang diubah. Jadi kami pilih pola dua hari sekali,” kata Idhamsyah, Senin (29/12/2025).

    Ia menjelaskan penyelenggara program dibagi menu menjadi dua kategori, yaitu makanan siap konsumsi pada hari tertentu dan paket bahan pangan kering, dengan fleksibilitas tambahan apabila bertepatan dengan perayaan hari besar keagamaan.

    “Kalau untuk hari Senin dan Kamis itu makan siap santap. Hari lainnya makanan kering. Kalau hari besar seperti natal kami menyesuaikan,” jelasnya.

    Pelaksanaan MBG di bawah koordinasi SPPG Panjaitan melibatkan enam satuan pendidikan di Tenggarong, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SD Negeri 01, SD Negeri 03, SD Negeri 11 dan SD Negeri 18.

    Di seluruh sekolah tersebut, pihak pengelola menyesuaikan pola layanan agar distribusi tetap terlaksana tanpa mengganggu jadwal libur siswa dan guru.

    Sementara Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Imam Huzaeni mengungkapkan pihak sekolah tetap melayani pembagian MBG pada hari libur. Mekanisme pengambilan paket diserahkan sesuai kondisi masing-masing siswa. Sebagian ada yang hadir langsung untuk mengambil, sementara lainnya menunjuk wali sebagai perwakilan.

    “Ada memang siswa yang tidak mengambil paket karena sedang berada di luar daerah. Ada juga sebagian anak datang langsung ke sekolah,” ujarnya. 

    Kata dia, untuk paket yang tidak tersalurkan kepada penerima utama, pihak sekolah memilih memberikan kepada siswa yang membantu proses distribusi agar bantuan tidak mubazir. 

    Imam menegaskan meski semua sekolah mendukung program ini, perlu adanya kajian lebih lanjut terhadap pelaksanaan distribusi MBG saat masa libur. Penyaluran akan lebih tepat sasaran dan efisien bila dilaksanakan pada periode aktif sekolah.

    (Sf/Lo)