Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau berpeluang mengalami perluasan sasaran penerima manfaat.
Selain kelompok yang telah ditetapkan sebelumnya, ibu hamil dan ibu menyusui kini masuk dalam rencana pengembangan program tersebut.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan menyampaikan kini pemerintah daerah masih melakukan pendataan awal terhadap calon penerima manfaat dari kelompok ibu hamil dan ibu menyusui.
"Masih pendataan untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Nanti mungkin ada tambahan MBG untuk mereka," ujar Rakhmadi.
Ia menegaskan perluasan sasaran MBG masih menunggu kesiapan data serta regulasi lanjutan dari pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan Program MBG merupakan bagian dari kebijakan nasional.
"Karena ini program nasional, kami masih menunggu ketentuan lanjutan dari pemerintah pusat," tuturnya.
Rakhmadi menjelaskan, apabila kebijakan tersebut direalisasikan, mekanisme pelaksanaan MBG bagi ibu hamil dan menyusui akan memiliki perbedaan dengan skema yang sudah berjalan. Penyesuaian dilakukan terutama pada jenis makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi.
"Makanannya tentu berbeda dengan yang biasa. Teknisnya masih pendataan dan akan disesuaikan," jelasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau berpeluang mengalami perluasan sasaran penerima manfaat.
Selain kelompok yang telah ditetapkan sebelumnya, ibu hamil dan ibu menyusui kini masuk dalam rencana pengembangan program tersebut.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan menyampaikan kini pemerintah daerah masih melakukan pendataan awal terhadap calon penerima manfaat dari kelompok ibu hamil dan ibu menyusui.
"Masih pendataan untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Nanti mungkin ada tambahan MBG untuk mereka," ujar Rakhmadi.
Ia menegaskan perluasan sasaran MBG masih menunggu kesiapan data serta regulasi lanjutan dari pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan Program MBG merupakan bagian dari kebijakan nasional.
"Karena ini program nasional, kami masih menunggu ketentuan lanjutan dari pemerintah pusat," tuturnya.
Rakhmadi menjelaskan, apabila kebijakan tersebut direalisasikan, mekanisme pelaksanaan MBG bagi ibu hamil dan menyusui akan memiliki perbedaan dengan skema yang sudah berjalan. Penyesuaian dilakukan terutama pada jenis makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi.
"Makanannya tentu berbeda dengan yang biasa. Teknisnya masih pendataan dan akan disesuaikan," jelasnya.
(Sf/Lo)