Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Sejumlah pelajar SMAN 1 PPU saat menyantap menu MBG yang disajikan oleh SPPG (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Penajam Paser Utara (PPU) baru menyasar sekitar 30 persen pelajar.
Rendahnya cakupan penyaluran MBG ini dikarenakan jumlah SPPG yang beroperasi di PPU masih terbatas, sehingga belum bisa menjangkau seluruh penerima manfaat.
“Baru sekitar 30-40 persen pelajar di PPU yang baru menerima MBG dari empat SPPG, dua di Kecamatan Sepaku dan dua di Kecamatan Penajam,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor, Jumat (19/12/2025).
Ia berharap tahun depan cakupan pelaksanaan MBG di PPU dapat diperluas seiring bertambahnya jumlah SPPG, sehingga program nasional tersebut dapat menyasar seluruh pelajar.
“Mudah-mudahan tahun depan itu jumlah penerima manfaat semakin banyak, kalau bisa sudah menjangkau semuanya,” terangnya.
Mudyat menyampaikan kini BGN tengah proses penambahan SPPG di PPU untuk mendukung perluasan cakupan pelaksanaan MBG pada 2026 mendatang.
“Memang teman-teman dari pusat, khususnya BGN tengah menyiapkan prosesnya. Kita dari pemerintah daerah masih menunggu,” tandasnya.
Program MBG ini diharapkan mampu memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi pelajar.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Sejumlah pelajar SMAN 1 PPU saat menyantap menu MBG yang disajikan oleh SPPG (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Penajam Paser Utara (PPU) baru menyasar sekitar 30 persen pelajar.
Rendahnya cakupan penyaluran MBG ini dikarenakan jumlah SPPG yang beroperasi di PPU masih terbatas, sehingga belum bisa menjangkau seluruh penerima manfaat.
“Baru sekitar 30-40 persen pelajar di PPU yang baru menerima MBG dari empat SPPG, dua di Kecamatan Sepaku dan dua di Kecamatan Penajam,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor, Jumat (19/12/2025).
Ia berharap tahun depan cakupan pelaksanaan MBG di PPU dapat diperluas seiring bertambahnya jumlah SPPG, sehingga program nasional tersebut dapat menyasar seluruh pelajar.
“Mudah-mudahan tahun depan itu jumlah penerima manfaat semakin banyak, kalau bisa sudah menjangkau semuanya,” terangnya.
Mudyat menyampaikan kini BGN tengah proses penambahan SPPG di PPU untuk mendukung perluasan cakupan pelaksanaan MBG pada 2026 mendatang.
“Memang teman-teman dari pusat, khususnya BGN tengah menyiapkan prosesnya. Kita dari pemerintah daerah masih menunggu,” tandasnya.
Program MBG ini diharapkan mampu memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi pelajar.
(Sf/Lo)