Cari disini...
Seputar Kaltim
Masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran di Kelurahan Bukit Pinang yang ingin mengambil jatah tabungnya di pangkalan gas, Kamis (19/9/2024) siang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kartu Tepat Sasaran atau kartu pembelian elpiji telah diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu pada Kamis (19/9/2024) siang.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani menyebut ada 498 kepala keluarga yang menerima Kartu Tepat Sasaran di kelurahan tersebut. Data itu diambil dari Social Security Number (SSN) masyarakat miskin, miskin ekstrem serta hasil pendataan yang dilakukan oleh RT.
Perempuan yang kerap disapa Yama itu menjelaskan masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran itu sudah terjamin dan pasti akan mendapatkan elpiji 3 kilogram dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Seperti batas waktu pengambilan yang telah ditentukan.
"Kita akan evaluasi pergerakannya seperti apa, kita akan menerima setiap aduan dari masyarakat yang bisa disampaikan lewat kelurahan masing-masing," jelas Yama saat diwawancara usai acara peluncuran Kartu Tepat Sasaran di Pangkalan Gas H. Aspani, Jalan Suryanata, Bukit Pinang, Kamis (19/9/2024) siang.
Ketika tabung elpiji sudah tersedia, dari kelurahan ataupun RT akan memberikan informasi kepada warganya untuk mengambil jatah tabung di pangkalan. Pengambilan itu berlaku selama 1x24 jam. Lewat dari batas waktu maka akan hangus dan dialihkan ke masyarakat lain.
"Selalu ada info berkala, kapan tabung tersedia nanti diingatkan, 1x24 jam tidak diambil bisa dialihkan ke yang lain.
Masyarakat khawatir tidak dapat, makanya ini jadi jaminan, pangkalan tahu kuotanya berapa dan harganya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)," bebernya.
Lebih lanjut ia menyampaikan terdapat lima pangkalan untuk mengakomodir masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran itu yakni di pangkalan gas H. Aspani, H. Hariyadi, 64.751.10, Al-Ansor, dan Chalif.
Tiap-tiap masyarakat menerima jatah dengan jumlah yang variatif, disesuaikan dengan anggota keluarga yang ada di dalamnya. Sehingga dalam satu rumah ada yang mendapat dua atau lima tabung per-bulannya.
Yama berharap nantinya Kartu Tepat Sasaran ini bisa diberikan juga kepada masyarakat di kelurahan lain. Ia menargetkan akhir tahun ini data valid sudah selesai sehingga bisa segera direalisasikan untuk 10 kecamatan di Samarinda.
"Datanya kan di Dinsos itu kami tarik. Dan kami pastikan ada orangnya tidak, bukan KTP Samarinda tidak bisa juga, intinya data itu benar-benar kami verifikasi juga ke lapangan lewat RT dan kelurahan," terangnya.
Usai acara peluncuran kartu itu, pantauan Seputar Fakta di lapangan, masyarakat langsung mendatangi pangkalan gas H.Aspani. Puluhan masyarakat mengantre untuk menukarkan tabungnya dengan membawa berkas persyaratan.
Salah seorang masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran, Toni mengatakan ia diminta untuk membawa KTP dan KK beserta Kartu Tepat Sasaran.
"Disuruh bawa KTP dan KK sama kartunya. Saya dapat jatah dua tabung, anggota keluarga di rumah ada empat," ujar Toni.
Ia merasa tidak keberatan dengan adanya program ini. Namun Toni sedikit ragu dengan jatah tabung yang didapatnya bisa bertahan selama sebulan atau tidak.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran di Kelurahan Bukit Pinang yang ingin mengambil jatah tabungnya di pangkalan gas, Kamis (19/9/2024) siang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kartu Tepat Sasaran atau kartu pembelian elpiji telah diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu pada Kamis (19/9/2024) siang.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani menyebut ada 498 kepala keluarga yang menerima Kartu Tepat Sasaran di kelurahan tersebut. Data itu diambil dari Social Security Number (SSN) masyarakat miskin, miskin ekstrem serta hasil pendataan yang dilakukan oleh RT.
Perempuan yang kerap disapa Yama itu menjelaskan masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran itu sudah terjamin dan pasti akan mendapatkan elpiji 3 kilogram dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Seperti batas waktu pengambilan yang telah ditentukan.
"Kita akan evaluasi pergerakannya seperti apa, kita akan menerima setiap aduan dari masyarakat yang bisa disampaikan lewat kelurahan masing-masing," jelas Yama saat diwawancara usai acara peluncuran Kartu Tepat Sasaran di Pangkalan Gas H. Aspani, Jalan Suryanata, Bukit Pinang, Kamis (19/9/2024) siang.
Ketika tabung elpiji sudah tersedia, dari kelurahan ataupun RT akan memberikan informasi kepada warganya untuk mengambil jatah tabung di pangkalan. Pengambilan itu berlaku selama 1x24 jam. Lewat dari batas waktu maka akan hangus dan dialihkan ke masyarakat lain.
"Selalu ada info berkala, kapan tabung tersedia nanti diingatkan, 1x24 jam tidak diambil bisa dialihkan ke yang lain.
Masyarakat khawatir tidak dapat, makanya ini jadi jaminan, pangkalan tahu kuotanya berapa dan harganya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)," bebernya.
Lebih lanjut ia menyampaikan terdapat lima pangkalan untuk mengakomodir masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran itu yakni di pangkalan gas H. Aspani, H. Hariyadi, 64.751.10, Al-Ansor, dan Chalif.
Tiap-tiap masyarakat menerima jatah dengan jumlah yang variatif, disesuaikan dengan anggota keluarga yang ada di dalamnya. Sehingga dalam satu rumah ada yang mendapat dua atau lima tabung per-bulannya.
Yama berharap nantinya Kartu Tepat Sasaran ini bisa diberikan juga kepada masyarakat di kelurahan lain. Ia menargetkan akhir tahun ini data valid sudah selesai sehingga bisa segera direalisasikan untuk 10 kecamatan di Samarinda.
"Datanya kan di Dinsos itu kami tarik. Dan kami pastikan ada orangnya tidak, bukan KTP Samarinda tidak bisa juga, intinya data itu benar-benar kami verifikasi juga ke lapangan lewat RT dan kelurahan," terangnya.
Usai acara peluncuran kartu itu, pantauan Seputar Fakta di lapangan, masyarakat langsung mendatangi pangkalan gas H.Aspani. Puluhan masyarakat mengantre untuk menukarkan tabungnya dengan membawa berkas persyaratan.
Salah seorang masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran, Toni mengatakan ia diminta untuk membawa KTP dan KK beserta Kartu Tepat Sasaran.
"Disuruh bawa KTP dan KK sama kartunya. Saya dapat jatah dua tabung, anggota keluarga di rumah ada empat," ujar Toni.
Ia merasa tidak keberatan dengan adanya program ini. Namun Toni sedikit ragu dengan jatah tabung yang didapatnya bisa bertahan selama sebulan atau tidak.
(Sf/Rs)