Seputar Kaltim

    Masyarakat Samarinda Diajak Melek Politik, AH Sebut Pilkada Jadi Panggung Sampaikan Gagasan

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    20 April 2024 pukul 22:49 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) mengajak masyarakat untuk menjadi lebih melek politik dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada November 2024. 

    Dalam pandangannya, Pilkada bukan hanya sekadar ajang untuk memperdebatkan figur personal atau popularitas, tetapi lebih kepada pertarungan gagasan dan ide cerdas untuk kemajuan Kaltim ke depan.

    AH menekankan penggunaan kekayaan atau popularitas seseorang tidak lagi menjadi penentu dalam ajang politik.

    Ia menilai kultus popularitas harus sedikit dikurangi dan lebih penting adalah masyarakat harus mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang gagasan para calon pemimpin.

    "Pilkada adalah panggung gagasan," ujar Andi Harun belum lama ini.

    Ia mengilustrasikan bahwa dalam suatu daerah yang memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) besar, penting bagi calon pemimpin untuk menjelaskan bagaimana APBD tersebut akan digunakan untuk memberikan dampak kesejahteraan kepada masyarakat.

    Lebih lanjut, AH menegaskan masyarakat tidak boleh terjebak dalam permainan saling menjatuhkan antar calon.

    Lebih penting adalah apa gagasan yang dimiliki oleh para calon tersebut untuk memajukan Kaltim, terutama dalam hal menurunkan tingkat kemiskinan, membangun infrastruktur, meningkatkan pendidikan dan mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

    "Melek politik bukanlah tentang berpolitik praktis, melainkan tentang bagaimana masyarakat dapat memahami dan menilai gagasan-gagasan yang diajukan oleh para calon pemimpin mereka,” terang AH.

    AH juga menyoroti pentingnya peran koalisi masyarakat sipil dan kampus dalam menguliti gagasan-gagasan para calon pemimpin.

    Menurutnya, sebuah pemimpin yang pintar, cerdas dan inovatif, tidak akan cukup jika tidak didukung oleh visi yang jelas untuk masa depan.

    Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim itu juga menekankan pembicaraan tentang figur dan popularitas harus digantikan dengan pembicaraan tentang gagasan dan visi kepemimpinan masa depan. 

    "Yang kita pertaruhkan adalah seluruh rakyat di Kaltim," tegasnya.

    Besat harapannya, kultus popularitas dan pertarungan elektoral dapat diimbangi dengan tradisi adu gagasan dan ide, sehingga masyarakat dapat memilih pemimpin yang memiliki pandangan dan gagasan yang terbaik untuk masa depan Kaltim. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Masyarakat Samarinda Diajak Melek Politik, AH Sebut Pilkada Jadi Panggung Sampaikan Gagasan

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    20 April 2024 pukul 22:49 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) mengajak masyarakat untuk menjadi lebih melek politik dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada November 2024. 

    Dalam pandangannya, Pilkada bukan hanya sekadar ajang untuk memperdebatkan figur personal atau popularitas, tetapi lebih kepada pertarungan gagasan dan ide cerdas untuk kemajuan Kaltim ke depan.

    AH menekankan penggunaan kekayaan atau popularitas seseorang tidak lagi menjadi penentu dalam ajang politik.

    Ia menilai kultus popularitas harus sedikit dikurangi dan lebih penting adalah masyarakat harus mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang gagasan para calon pemimpin.

    "Pilkada adalah panggung gagasan," ujar Andi Harun belum lama ini.

    Ia mengilustrasikan bahwa dalam suatu daerah yang memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) besar, penting bagi calon pemimpin untuk menjelaskan bagaimana APBD tersebut akan digunakan untuk memberikan dampak kesejahteraan kepada masyarakat.

    Lebih lanjut, AH menegaskan masyarakat tidak boleh terjebak dalam permainan saling menjatuhkan antar calon.

    Lebih penting adalah apa gagasan yang dimiliki oleh para calon tersebut untuk memajukan Kaltim, terutama dalam hal menurunkan tingkat kemiskinan, membangun infrastruktur, meningkatkan pendidikan dan mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

    "Melek politik bukanlah tentang berpolitik praktis, melainkan tentang bagaimana masyarakat dapat memahami dan menilai gagasan-gagasan yang diajukan oleh para calon pemimpin mereka,” terang AH.

    AH juga menyoroti pentingnya peran koalisi masyarakat sipil dan kampus dalam menguliti gagasan-gagasan para calon pemimpin.

    Menurutnya, sebuah pemimpin yang pintar, cerdas dan inovatif, tidak akan cukup jika tidak didukung oleh visi yang jelas untuk masa depan.

    Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim itu juga menekankan pembicaraan tentang figur dan popularitas harus digantikan dengan pembicaraan tentang gagasan dan visi kepemimpinan masa depan. 

    "Yang kita pertaruhkan adalah seluruh rakyat di Kaltim," tegasnya.

    Besat harapannya, kultus popularitas dan pertarungan elektoral dapat diimbangi dengan tradisi adu gagasan dan ide, sehingga masyarakat dapat memilih pemimpin yang memiliki pandangan dan gagasan yang terbaik untuk masa depan Kaltim. 

    (Sf/By)