Seputar Kaltim

    Masyarakat PPU Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla saat Kemarau

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    01 Agustus 2024 pukul 10:06 WITA

    Kalak BPBD PPU, Kuncoro.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat menghadapi musim kemarau mendatang.

    Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD PPU, Kuncoro mengaku setelah menerima informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau pada Agustus 2024, termasuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

    "Kami sudah siaga menghadapi musim kemarau ini dan masyarakat juga ikut mempersiapkan diri, mulai dari menghemat air dan membersihkan pekarangannya berupa rumput kering," ucapnya Kamis (1/8/2024).

    Kuncoro mengecam masyarakat yang melakukan pembakaran secara sembarangan ketika kemarau. Sebab ini bisa memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    "Kalau sampai kedapatan secara sengaja melakukan tindakan Karhutla, akan disanksi pidana sesuai dengan undang-undang," jelasnya.

    Menurut pengakuan Kuncoro, ada beberapa wilayah di PPU memiliki potensi kebakaran yang cukup tinggi, di antaranya Desa Nenang, Kelurahan Sungai Parit, Pondok Belanda, Kelurahan Giripurwa dan Desa Buluminung.

    "Tidak hanya di wilayah itu saja yang kami minta untuk tingkatkan kewaspadaan, tetapi wilayah lain juga karena musim kemarau ini seluruh PPU merasakannya," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Masyarakat PPU Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla saat Kemarau

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    01 Agustus 2024 pukul 10:06 WITA

    Kalak BPBD PPU, Kuncoro.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat menghadapi musim kemarau mendatang.

    Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD PPU, Kuncoro mengaku setelah menerima informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau pada Agustus 2024, termasuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

    "Kami sudah siaga menghadapi musim kemarau ini dan masyarakat juga ikut mempersiapkan diri, mulai dari menghemat air dan membersihkan pekarangannya berupa rumput kering," ucapnya Kamis (1/8/2024).

    Kuncoro mengecam masyarakat yang melakukan pembakaran secara sembarangan ketika kemarau. Sebab ini bisa memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    "Kalau sampai kedapatan secara sengaja melakukan tindakan Karhutla, akan disanksi pidana sesuai dengan undang-undang," jelasnya.

    Menurut pengakuan Kuncoro, ada beberapa wilayah di PPU memiliki potensi kebakaran yang cukup tinggi, di antaranya Desa Nenang, Kelurahan Sungai Parit, Pondok Belanda, Kelurahan Giripurwa dan Desa Buluminung.

    "Tidak hanya di wilayah itu saja yang kami minta untuk tingkatkan kewaspadaan, tetapi wilayah lain juga karena musim kemarau ini seluruh PPU merasakannya," pungkasnya.

    (Sf/By)