Seputar Kaltim

    Masyarakat Kutai di Balikpapan Gelar Festival ABADS Besok, Ini Penjelasannya

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Panitia Festival ABADS (Ajiwateragung Dewa Sakti) akan perkenalkan kekayaan budaya Kutai. Naga dan lembuswana simbol-simbol bersejarah dari Kesultanan Kutai Kertanegara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Festival ABADS (Ajiwateragung Dewa Sakti Festival) akan digelar di Balikpapan, Rabu (29/1/2025), bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Kutai.

    Festival ini, yang digagas oleh masyarakat Kutai di Balikpapan, akan menampilkan berbagai seni tradisional dari wilayah Kutai, sekaligus menyoroti identitas budaya yang kaya dan beragam.

    Saat ditemui, Ketua Panitia Festival ABADS, Ki Bandai Gonggong menjelaskan, bahwa festival ini merupakan langkah awal untuk lebih mengenalkan budaya Kutai kepada masyarakat luas, baik yang berasal dari Kaltim maupun luar daerah. 

    "Kami ingin festival ini menjadi wadah untuk menampilkan seni budaya Kutai dalam bentuk tarian, musik, bela diri, dan yang paling ikonik, Gerakan Seribu Pesapu," ucap Ki Bandai kepada media, Selasa (28/1/2025).

    Sementara yang menjadi salah satu daya tarik utama festival ini adalah Gerakan Seribu Pesapu, yang akan melibatkan ribuan peserta mengenakan pesapu atau ikat kepala tradisional khas Kutai. 

    Bagi masyarakat Kutai, pesapu bukan sekadar aksesoris, melainkan simbol kebanggaan dan marwah, yang melambangkan kehormatan dan identitas budaya yang mendalam.

    “Pesapu ditempatkan di kepala, berbeda dengan suku lain yang biasanya meletakkan atribut di tubuh. Ini adalah simbol keagungan dan martabat bagi orang Kutai," jelasnya.

    Pesapu, menurutnya, menjadi simbol yang sangat penting dalam budaya Kutai, karena menandakan posisi yang terhormat.

    Melalui Gerakan Seribu Pesapu ini, panitia berharap bisa menampilkan simbol budaya Kutai yang kaya kepada publik, sekaligus menegaskan bahwa Kutai bukan sekadar suku, tetapi sebuah negeri besar dengan warisan sejarah yang panjang.

    Tidak hanya itu, festival ini juga akan menonjolkan simbol-simbol bersejarah dari Kesultanan Kutai Kertanegara, seperti naga dan lembuswana. Naga akan tampil mengelilingi panggung festival, sedangkan lembuswana simbol keagungan akan berdiri tegak sebagai lambang kebesaran dan kemuliaan kerajaan Kutai. 

    "Simbol-simbol ini tidak hanya sebagai hiasan, tetapi merupakan cerminan dari sejarah dan warisan budaya Kutai yang harus terus dijaga,” akunya.

    Selain itu, Ki Bandai menegaskan bahwa Kutai adalah sebuah negeri, bukan hanya suku. Wilayah Kutai yang luas, termasuk Balikpapan, memiliki warisan budaya yang harus dipahami oleh masyarakat secara lebih mendalam.

    “Pemahaman tentang Kutai harus diperluas, karena Kutai memiliki sejarah dan budaya kaya yang mencakup banyak daerah di Kaltim," tambahnya.

    Dijabarkan, bahwa festival ABADS merupakan bagian dari upaya masyarakat Kutai untuk menjaga dan merayakan identitas mereka.

    Ia berharap festival ini akan membuka jalan bagi kegiatan budaya yang lebih besar, yang nantinya akan melibatkan lebih banyak elemen budaya, seperti ritual tradisional dan acara lain yang menggali kearifan lokal Kutai, termasuk event "Plus Benua" yang akan datang.

    "Festival ABADS bukan hanya tentang perayaan seni dan budaya, tetapi juga bentuk komitmen masyarakat Kutai untuk menjaga dan melestarikan identitas budaya mereka, terutama di Balikpapan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Masyarakat Kutai di Balikpapan Gelar Festival ABADS Besok, Ini Penjelasannya

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Panitia Festival ABADS (Ajiwateragung Dewa Sakti) akan perkenalkan kekayaan budaya Kutai. Naga dan lembuswana simbol-simbol bersejarah dari Kesultanan Kutai Kertanegara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Festival ABADS (Ajiwateragung Dewa Sakti Festival) akan digelar di Balikpapan, Rabu (29/1/2025), bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Kutai.

    Festival ini, yang digagas oleh masyarakat Kutai di Balikpapan, akan menampilkan berbagai seni tradisional dari wilayah Kutai, sekaligus menyoroti identitas budaya yang kaya dan beragam.

    Saat ditemui, Ketua Panitia Festival ABADS, Ki Bandai Gonggong menjelaskan, bahwa festival ini merupakan langkah awal untuk lebih mengenalkan budaya Kutai kepada masyarakat luas, baik yang berasal dari Kaltim maupun luar daerah. 

    "Kami ingin festival ini menjadi wadah untuk menampilkan seni budaya Kutai dalam bentuk tarian, musik, bela diri, dan yang paling ikonik, Gerakan Seribu Pesapu," ucap Ki Bandai kepada media, Selasa (28/1/2025).

    Sementara yang menjadi salah satu daya tarik utama festival ini adalah Gerakan Seribu Pesapu, yang akan melibatkan ribuan peserta mengenakan pesapu atau ikat kepala tradisional khas Kutai. 

    Bagi masyarakat Kutai, pesapu bukan sekadar aksesoris, melainkan simbol kebanggaan dan marwah, yang melambangkan kehormatan dan identitas budaya yang mendalam.

    “Pesapu ditempatkan di kepala, berbeda dengan suku lain yang biasanya meletakkan atribut di tubuh. Ini adalah simbol keagungan dan martabat bagi orang Kutai," jelasnya.

    Pesapu, menurutnya, menjadi simbol yang sangat penting dalam budaya Kutai, karena menandakan posisi yang terhormat.

    Melalui Gerakan Seribu Pesapu ini, panitia berharap bisa menampilkan simbol budaya Kutai yang kaya kepada publik, sekaligus menegaskan bahwa Kutai bukan sekadar suku, tetapi sebuah negeri besar dengan warisan sejarah yang panjang.

    Tidak hanya itu, festival ini juga akan menonjolkan simbol-simbol bersejarah dari Kesultanan Kutai Kertanegara, seperti naga dan lembuswana. Naga akan tampil mengelilingi panggung festival, sedangkan lembuswana simbol keagungan akan berdiri tegak sebagai lambang kebesaran dan kemuliaan kerajaan Kutai. 

    "Simbol-simbol ini tidak hanya sebagai hiasan, tetapi merupakan cerminan dari sejarah dan warisan budaya Kutai yang harus terus dijaga,” akunya.

    Selain itu, Ki Bandai menegaskan bahwa Kutai adalah sebuah negeri, bukan hanya suku. Wilayah Kutai yang luas, termasuk Balikpapan, memiliki warisan budaya yang harus dipahami oleh masyarakat secara lebih mendalam.

    “Pemahaman tentang Kutai harus diperluas, karena Kutai memiliki sejarah dan budaya kaya yang mencakup banyak daerah di Kaltim," tambahnya.

    Dijabarkan, bahwa festival ABADS merupakan bagian dari upaya masyarakat Kutai untuk menjaga dan merayakan identitas mereka.

    Ia berharap festival ini akan membuka jalan bagi kegiatan budaya yang lebih besar, yang nantinya akan melibatkan lebih banyak elemen budaya, seperti ritual tradisional dan acara lain yang menggali kearifan lokal Kutai, termasuk event "Plus Benua" yang akan datang.

    "Festival ABADS bukan hanya tentang perayaan seni dan budaya, tetapi juga bentuk komitmen masyarakat Kutai untuk menjaga dan melestarikan identitas budaya mereka, terutama di Balikpapan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)