Seputar Kaltim

    Masuki Musim Hujan, BPBD Samarinda Minta Masyarakat Waspada Banjir dan Longsor

    Penulis:Tria|Redaktur:RUSDIANTO
    23 Oktober 2024 pukul 16:04 WITA

    Banjir yang terjadi di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara pada awal Oktober 2024. (Foto: Dokumentasi Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Memasuki peralihan musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, meminta masyarakat untuk waspada terhadap bencana longsor dan banjir. Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Samarinda, Hamzah, mengingatkan bahwa daerah perbukitan rawan longsor akibat curah hujan yang tinggi.

    Hamzah menekankan pentingnya menjaga kebersihan drainase yang mengalir dari bukit ke arah bawah agar air tidak tertahan. 
    "Karena kalau tertahan itu bisa terjadi longsor," ungkap Hamzah saat dikonfirmasi, Rabu (23/10/2024). 

    Selain itu, masyarakat yang tinggal di daerah pemukiman sekitar sungai juga diminta untuk lebih aktif dalam memantau lingkungan, termasuk melakukan kerja bakti untuk mengurangi risiko banjir akibat penumpukan sampah sehingga air tertahan. 

    "Biasanya didaerah pemukiman di pinggir sungai itu sampah menumpuk," tuturnya. 

    Hamzah juga menyampaikan, ketika terjadi hujan, air tersebut tidak langsung mengalir ke selokan atau parit, tapi akan menggenang lebih dulu sekitar 10 sampai 20 menit. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat agar tidak terburu-buru ketika dalam perjalanan hingga memaksa melewati genangan air. 

    "Air itu tidak langsung masuk ke parit semua, tapi akan menggenang sebentar, jadi tunggu saja sebentar mungkin sekitar 20 menit baru melanjutkan perjalanan," ujarnya. 

    Banjir memang masih menjadi permasalahan yang terus diatasi oleh Pemerintah Kota Samarinda. Belakangan ini, banjir kerap melanda di  wilayah Samarinda Utara, bahkan hingga menyebabkan tanggul di Sungai Lantung di Kelurahan Sungai Siring jebol. 

    Selain karena curah hujan tinggi, Hamzah mengatakan penyebab utamanya adalah pematangan lahan dan pembangunan perumahan, yang mengakibatkan aliran air dan lumpur meningkat. Meskipun BPBD telah membangun tanggul sementara, Hamzah mengungkapkan bahwa tanggul tersebut tidak cukup kuat mengatasi debit air yang besar.

    Dengan meningkatnya risiko bencana yang dipengaruhi oleh cuaca ini, ia berharap masyarakat lebih proaktif dalam menjaga lingkungan untuk meminimalisir dampak dari bencana.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Masuki Musim Hujan, BPBD Samarinda Minta Masyarakat Waspada Banjir dan Longsor

    Penulis:Tria|Redaktur:RUSDIANTO
    23 Oktober 2024 pukul 16:04 WITA

    Banjir yang terjadi di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara pada awal Oktober 2024. (Foto: Dokumentasi Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Memasuki peralihan musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, meminta masyarakat untuk waspada terhadap bencana longsor dan banjir. Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Samarinda, Hamzah, mengingatkan bahwa daerah perbukitan rawan longsor akibat curah hujan yang tinggi.

    Hamzah menekankan pentingnya menjaga kebersihan drainase yang mengalir dari bukit ke arah bawah agar air tidak tertahan. 
    "Karena kalau tertahan itu bisa terjadi longsor," ungkap Hamzah saat dikonfirmasi, Rabu (23/10/2024). 

    Selain itu, masyarakat yang tinggal di daerah pemukiman sekitar sungai juga diminta untuk lebih aktif dalam memantau lingkungan, termasuk melakukan kerja bakti untuk mengurangi risiko banjir akibat penumpukan sampah sehingga air tertahan. 

    "Biasanya didaerah pemukiman di pinggir sungai itu sampah menumpuk," tuturnya. 

    Hamzah juga menyampaikan, ketika terjadi hujan, air tersebut tidak langsung mengalir ke selokan atau parit, tapi akan menggenang lebih dulu sekitar 10 sampai 20 menit. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat agar tidak terburu-buru ketika dalam perjalanan hingga memaksa melewati genangan air. 

    "Air itu tidak langsung masuk ke parit semua, tapi akan menggenang sebentar, jadi tunggu saja sebentar mungkin sekitar 20 menit baru melanjutkan perjalanan," ujarnya. 

    Banjir memang masih menjadi permasalahan yang terus diatasi oleh Pemerintah Kota Samarinda. Belakangan ini, banjir kerap melanda di  wilayah Samarinda Utara, bahkan hingga menyebabkan tanggul di Sungai Lantung di Kelurahan Sungai Siring jebol. 

    Selain karena curah hujan tinggi, Hamzah mengatakan penyebab utamanya adalah pematangan lahan dan pembangunan perumahan, yang mengakibatkan aliran air dan lumpur meningkat. Meskipun BPBD telah membangun tanggul sementara, Hamzah mengungkapkan bahwa tanggul tersebut tidak cukup kuat mengatasi debit air yang besar.

    Dengan meningkatnya risiko bencana yang dipengaruhi oleh cuaca ini, ia berharap masyarakat lebih proaktif dalam menjaga lingkungan untuk meminimalisir dampak dari bencana.

    (Sf/Rs)