Seputar Kaltim

    Masuki Hari Kedua, Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Muara Badak Nihil

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    18 Juli 2026 pukul 22:19 WITA

    Tim SAR Gabungan saat melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Muara Berau (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Upaya pencarian seorang nelayan bernama Hasriato berusia 37 tahun yang dilaporkan hilang di Perairan Muara Berau, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) pada hari kedua masih belum membuahkan hasil, Sabtu (18/7/2026).

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran sejak pagi hingga sore hari di sekitar Perairan Muara Berau dengan memperluas area pencarian menggunakan perahu.

    Tidak hanya itu, Tim SAR Gabungan juga melakukan pemantauan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. 

    Namun hingga operasi pencarian ditutup pada sore hari, keberadaan Hasriato masih belum berhasil ditemukan.

    “Petugas kita yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan telah melakukan upaya pencarian sejak pagi, namun hasilnya nihil,” ujar Fida.

    Saat proses pencarian berlangsung, petugas sempat mengalami beberapa kendala, mulai dari kencangnya hembusan angin yang memicu gelombang tinggi serta arus pasang surut di Perairan Muara Berau. 

    Kondisi tersebut membuat proses penyisiran harus dilakukan dengan lebih hati-hati demi keselamatan personel di lapangan.

    “Kendala di lapangan yaitu kencangnya angin, gelombang dan arus pasang surut,” ungkapnya.

    Hasriato dilaporkan menghilang pada Rabu (16/7/2026). Kala itu, korban diketahui pergi melaut untuk memancing dengan menggunakan metode rawai sekitar pukul 16.30 WITA.

    Namun korban tidak kunjung kembali pada keesokan harinya. Merasa khawatir, sang istri melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kelurahan dan meminta bantuan untuk melakukan pencarian terhadap keberadaan korban.

    “Warga dan nelayan yang sempat melintas di sekitar Perairan Muara Berau menemukan kapal dalam kondisi setengah tenggelam. Kapal itu diyakini milik korban yang dilaporkan hilang,” jelasnya.

    Kini Tim SAR Gabung terpaksa harus menghentikan sementara operasi pencarian hari kedua. Pencarian korban akan dilanjutkan pada keesokan harinya, Minggu (19/7/2026) dengan memperluas area penyisiran.

    “Operasi pencarian akan dilanjut besok lagi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Masuki Hari Kedua, Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Muara Badak Nihil

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    18 Juli 2026 pukul 22:19 WITA

    Tim SAR Gabungan saat melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Muara Berau (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Upaya pencarian seorang nelayan bernama Hasriato berusia 37 tahun yang dilaporkan hilang di Perairan Muara Berau, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) pada hari kedua masih belum membuahkan hasil, Sabtu (18/7/2026).

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran sejak pagi hingga sore hari di sekitar Perairan Muara Berau dengan memperluas area pencarian menggunakan perahu.

    Tidak hanya itu, Tim SAR Gabungan juga melakukan pemantauan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. 

    Namun hingga operasi pencarian ditutup pada sore hari, keberadaan Hasriato masih belum berhasil ditemukan.

    “Petugas kita yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan telah melakukan upaya pencarian sejak pagi, namun hasilnya nihil,” ujar Fida.

    Saat proses pencarian berlangsung, petugas sempat mengalami beberapa kendala, mulai dari kencangnya hembusan angin yang memicu gelombang tinggi serta arus pasang surut di Perairan Muara Berau. 

    Kondisi tersebut membuat proses penyisiran harus dilakukan dengan lebih hati-hati demi keselamatan personel di lapangan.

    “Kendala di lapangan yaitu kencangnya angin, gelombang dan arus pasang surut,” ungkapnya.

    Hasriato dilaporkan menghilang pada Rabu (16/7/2026). Kala itu, korban diketahui pergi melaut untuk memancing dengan menggunakan metode rawai sekitar pukul 16.30 WITA.

    Namun korban tidak kunjung kembali pada keesokan harinya. Merasa khawatir, sang istri melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kelurahan dan meminta bantuan untuk melakukan pencarian terhadap keberadaan korban.

    “Warga dan nelayan yang sempat melintas di sekitar Perairan Muara Berau menemukan kapal dalam kondisi setengah tenggelam. Kapal itu diyakini milik korban yang dilaporkan hilang,” jelasnya.

    Kini Tim SAR Gabung terpaksa harus menghentikan sementara operasi pencarian hari kedua. Pencarian korban akan dilanjutkan pada keesokan harinya, Minggu (19/7/2026) dengan memperluas area penyisiran.

    “Operasi pencarian akan dilanjut besok lagi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)