Seputar Kaltim

    Masuki Gelombang Kedua Keberangkatan, Jemaah Haji Samarinda Bakal Diberi Hadiah 50 Riyal dari Wali Kota

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    04 Juni 2024 pukul 14:54 WITA

    Jemaah haji Samarinda menaiki bus yang akan menuju Embarkasi Balikpapan, Selasa (4/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Samarinda, Kumarul Zaman, mengumumkan bahwa setiap jemaah haji asal Kota Samarinda akan menerima hadiah sebesar 50 riyal dari Wali Kota Samarinda. 

    Pernyataan itu disampaikan saat akan mengantarkan 27 jemaah haji Samarinda ke Embarkasi Balikpapan, Selasa (4/6/2024).

    Kumarul menjelaskan, keberangkatan hari ini telah memasuki gelombang kedua yang akan langsung menuju Mekah. Para Jemaah ini akan bergabung dengan jemaah haji dari Berau sebanyak 141 orang dan Bontang sebanyak 151 orang di Embarkasi Balikpapan. 

    “Gelombang kedua keberangkatan ini memungkinkan para jemaah memakai ihram langsung dari Embarkasi Balikpapan,” kata Kumarul.

    Ia menyatakan bahwa hanya jemaah yang dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani yang akan diberangkatkan. 

    Setibanya di embarkasi, para jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan ulang. Jika ada yang mengalami penurunan kesehatan, mereka mungkin dipindah ke kloter selanjutnya atau bahkan ditunda hingga tahun depan. 

    “Hal ini pernah terjadi pada kloter sebelumnya, di mana tiga orang harus dirujuk ke rumah sakit dan salah satunya dipindah kloter,” ungkapnya.

    Ia berpesan agar para jemaah menjaga kondisi fisik mereka karena ibadah haji menuntut kekuatan fisik. Meski tim kesehatan pemerintah Indonesia sudah disiapkan dengan disiplin selama 24 jam di setiap kloter, lengkap dengan petugas kesehatan dan dokter.

    “Mereka akan berjaga di klinik yang tersedia di masing-masing hotel untuk menangani jamaah yang mengalami gangguan kesehatan. Kita berharap para jemaah sehat dan kuat semuanya,” harapnya.

    Selain itu, jemaah diimbau untuk selalu memakai identitas seperti gelang dan tanda yang akan dipasang di tas. 

    Setibanya di Mekah, jemaah akan dibagikan identitas berupa smart card yang harus selalu dibawa. Smart card ini memudahkan pelacakan oleh pemerintah Arab Saudi untuk mencegah adanya jemaah haji ilegal.

    "Dengan adanya smart card ini, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang dapat memilikanya. Ini sebagai langkah untuk mengantisipasi jemaah haji ilegal," tambahnya.

    Ia menuturkan bahwa pernah kedapatan Jemaah umrah yang sengaja menghilangkan diri agar bisa mengikuti ibadah haji. Sehingga Arab Saudi memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan haji, salah satunya melalui smart card.

    “Saat ini yang kami pantau itu banyak jemaah yang nyasar, jadi kami minta jangan panik. Kemudian untuk selalu memakai identitas seperti gelang dan yang akan dipasang di tas nanti, serta smart card,” tuturnya.

    Ia berharap seluruh jemaah haji dari Samarinda dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat, dengan tetap mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan. 


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Masuki Gelombang Kedua Keberangkatan, Jemaah Haji Samarinda Bakal Diberi Hadiah 50 Riyal dari Wali Kota

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    04 Juni 2024 pukul 14:54 WITA

    Jemaah haji Samarinda menaiki bus yang akan menuju Embarkasi Balikpapan, Selasa (4/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Samarinda, Kumarul Zaman, mengumumkan bahwa setiap jemaah haji asal Kota Samarinda akan menerima hadiah sebesar 50 riyal dari Wali Kota Samarinda. 

    Pernyataan itu disampaikan saat akan mengantarkan 27 jemaah haji Samarinda ke Embarkasi Balikpapan, Selasa (4/6/2024).

    Kumarul menjelaskan, keberangkatan hari ini telah memasuki gelombang kedua yang akan langsung menuju Mekah. Para Jemaah ini akan bergabung dengan jemaah haji dari Berau sebanyak 141 orang dan Bontang sebanyak 151 orang di Embarkasi Balikpapan. 

    “Gelombang kedua keberangkatan ini memungkinkan para jemaah memakai ihram langsung dari Embarkasi Balikpapan,” kata Kumarul.

    Ia menyatakan bahwa hanya jemaah yang dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani yang akan diberangkatkan. 

    Setibanya di embarkasi, para jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan ulang. Jika ada yang mengalami penurunan kesehatan, mereka mungkin dipindah ke kloter selanjutnya atau bahkan ditunda hingga tahun depan. 

    “Hal ini pernah terjadi pada kloter sebelumnya, di mana tiga orang harus dirujuk ke rumah sakit dan salah satunya dipindah kloter,” ungkapnya.

    Ia berpesan agar para jemaah menjaga kondisi fisik mereka karena ibadah haji menuntut kekuatan fisik. Meski tim kesehatan pemerintah Indonesia sudah disiapkan dengan disiplin selama 24 jam di setiap kloter, lengkap dengan petugas kesehatan dan dokter.

    “Mereka akan berjaga di klinik yang tersedia di masing-masing hotel untuk menangani jamaah yang mengalami gangguan kesehatan. Kita berharap para jemaah sehat dan kuat semuanya,” harapnya.

    Selain itu, jemaah diimbau untuk selalu memakai identitas seperti gelang dan tanda yang akan dipasang di tas. 

    Setibanya di Mekah, jemaah akan dibagikan identitas berupa smart card yang harus selalu dibawa. Smart card ini memudahkan pelacakan oleh pemerintah Arab Saudi untuk mencegah adanya jemaah haji ilegal.

    "Dengan adanya smart card ini, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang dapat memilikanya. Ini sebagai langkah untuk mengantisipasi jemaah haji ilegal," tambahnya.

    Ia menuturkan bahwa pernah kedapatan Jemaah umrah yang sengaja menghilangkan diri agar bisa mengikuti ibadah haji. Sehingga Arab Saudi memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan haji, salah satunya melalui smart card.

    “Saat ini yang kami pantau itu banyak jemaah yang nyasar, jadi kami minta jangan panik. Kemudian untuk selalu memakai identitas seperti gelang dan yang akan dipasang di tas nanti, serta smart card,” tuturnya.

    Ia berharap seluruh jemaah haji dari Samarinda dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat, dengan tetap mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan. 


    (Sf/Rs)