Seputar Kaltim

    Masuk Triwulan IV, Serapan APBD PPU Baru 60 Persen

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    21 Oktober 2025 pukul 21:22 WITA

    Kepala BKAD PPU, Muhajir (Dok: Istimewa)

    Penajam - Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Penajam Paser Utara (PPU) baru mencapai 60 persen per Oktober 2025.

    Padahal tahun anggaran 2025 kini telah memasuki triwulan keempat atau tinggal dua bulan lagi menjelang pergantian tahun.

    Kepala BKAD PPU, Muhajir mengatakan realisasi anggaran tahun ini memang cukup rendah karena dana transfer dari pemerintah pusat belum tersalurkan secara maksimal, sehingga terdapat beberapa proyek ataupun kegiatan program belum berjalan.

    “Kita buka kebijakan membayar 50 persen dan tinggal menunggu informasi keuangan (dari pusat) disalurkan,” ucap Muhajir, Selasa (21/10/2025).

    “Setelah disalurkan, maka otomatis akan masuk di kas daerah dan kita langsung bayar (proyek atau program) secara keseluruhan,” tambahnya.

    Muhajir mengaku optimis target serapan anggaran akan tercapai saat akhir tahun, mengingat tren tahun-tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan menjelang akhir tahun.

    Terlebih di tahun ini berbagai kegiatan fisik mulai berjalan, terutama proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Perkimtan.

    “Kalau realisasi fisiknya pasti tinggi di lapangan karena pekerjaan-pekerjaan lagi berproses, terutama banyak kegiatan PU saat ini tengah berjalan,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Masuk Triwulan IV, Serapan APBD PPU Baru 60 Persen

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    21 Oktober 2025 pukul 21:22 WITA

    Kepala BKAD PPU, Muhajir (Dok: Istimewa)

    Penajam - Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Penajam Paser Utara (PPU) baru mencapai 60 persen per Oktober 2025.

    Padahal tahun anggaran 2025 kini telah memasuki triwulan keempat atau tinggal dua bulan lagi menjelang pergantian tahun.

    Kepala BKAD PPU, Muhajir mengatakan realisasi anggaran tahun ini memang cukup rendah karena dana transfer dari pemerintah pusat belum tersalurkan secara maksimal, sehingga terdapat beberapa proyek ataupun kegiatan program belum berjalan.

    “Kita buka kebijakan membayar 50 persen dan tinggal menunggu informasi keuangan (dari pusat) disalurkan,” ucap Muhajir, Selasa (21/10/2025).

    “Setelah disalurkan, maka otomatis akan masuk di kas daerah dan kita langsung bayar (proyek atau program) secara keseluruhan,” tambahnya.

    Muhajir mengaku optimis target serapan anggaran akan tercapai saat akhir tahun, mengingat tren tahun-tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan menjelang akhir tahun.

    Terlebih di tahun ini berbagai kegiatan fisik mulai berjalan, terutama proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Perkimtan.

    “Kalau realisasi fisiknya pasti tinggi di lapangan karena pekerjaan-pekerjaan lagi berproses, terutama banyak kegiatan PU saat ini tengah berjalan,” tandasnya.

    (Sf/Lo)