Cari disini...
Seputar Kaltim
Borneo FC Samarinda masuk ke dalam Group Asean Club Championship. (Foto: Tangkapan Layar)
Samarinda - Borneo FC Samarinda resmi tergabung dalam Grup A ajang ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027.
Berdasarkan hasil undian, skuad berjuluk Pesut Etam tersebut harus bersiap menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara Asia Tenggara.
Borneo FC berada satu grup dengan Buriram United, Ratchaburi FC, Kuching City FC, Tampines Rovers FC, Juara Piala Domestik Vietnam, dan satu tim tambahan yang merupakan pemenang dari laga Playoff 1.
Menanggapi hasil undian tersebut, Manajer Borneo FC Dandri Dauri menilai persaingan di fase grup tidak akan berjalan mudah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengalaman masa lalu akan menjadi modal penting bagi timnya untuk tampil maksimal dan mengambil banyak pelajaran di kancah internasional.
"Melihat pengalaman dari musim 2023/2024, ini kan memang kali kedua kita melakoni pertandingan seperti ini. Tentu banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran dari perjalanan masa lalu untuk menghadapi Shopee Cup kali ini. Dari hasil drawing kemarin, saya melihat semua lawan di Grup A itu berat," ungkap Dandri dihubungi di Samarinda, Sabtu (6/6/2026).
Dengan padatnya kompetisi yang harus diikuti, Dandri menyoroti masalah krusial terkait pengaturan jadwal pertandingan.
Ia mendesak agar draf jadwal bisa segera dirilis secara gamblang agar staf pelatih dapat menyusun program kesiapan tim dengan baik.
Ia secara khusus menyoroti potensi penumpukan laga pada bulan September mendatang yang dinilai sangat rawan bentrok.
"Kalau semuanya berpusat di bulan September, tentu berpotensi banyak jadwal pertandingan yang bertabrakan. Di sinilah kami mengharapkan peran PSSI dan PT Liga untuk berkolaborasi dalam mengambil kebijakan terkait jadwal Liga Indonesia. Jangan sampai nanti jadwalnya tidak sinkron," tegasnya.
Lebih lanjut, Dandri berharap sinkronisasi agenda liga domestik dan turnamen internasional benar-benar diperhatikan secara matang oleh operator kompetisi.
Pihaknya tidak ingin kejadian perubahan jadwal mendadak yang merugikan persiapan tim kembali terulang pada musim ini.
"Saya tidak mau nanti ada isu-isu di belakang, seperti anggapan menganakemaskan klub tertentu dan semacamnya. Tapi, saya percaya PSSI dan PT Liga diisi oleh orang-orang yang profesional di bidangnya. Jadi, mudah-mudahan masalah jadwal ini semua bisa berjalan lancar," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Borneo FC Samarinda masuk ke dalam Group Asean Club Championship. (Foto: Tangkapan Layar)
Samarinda - Borneo FC Samarinda resmi tergabung dalam Grup A ajang ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027.
Berdasarkan hasil undian, skuad berjuluk Pesut Etam tersebut harus bersiap menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara Asia Tenggara.
Borneo FC berada satu grup dengan Buriram United, Ratchaburi FC, Kuching City FC, Tampines Rovers FC, Juara Piala Domestik Vietnam, dan satu tim tambahan yang merupakan pemenang dari laga Playoff 1.
Menanggapi hasil undian tersebut, Manajer Borneo FC Dandri Dauri menilai persaingan di fase grup tidak akan berjalan mudah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengalaman masa lalu akan menjadi modal penting bagi timnya untuk tampil maksimal dan mengambil banyak pelajaran di kancah internasional.
"Melihat pengalaman dari musim 2023/2024, ini kan memang kali kedua kita melakoni pertandingan seperti ini. Tentu banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran dari perjalanan masa lalu untuk menghadapi Shopee Cup kali ini. Dari hasil drawing kemarin, saya melihat semua lawan di Grup A itu berat," ungkap Dandri dihubungi di Samarinda, Sabtu (6/6/2026).
Dengan padatnya kompetisi yang harus diikuti, Dandri menyoroti masalah krusial terkait pengaturan jadwal pertandingan.
Ia mendesak agar draf jadwal bisa segera dirilis secara gamblang agar staf pelatih dapat menyusun program kesiapan tim dengan baik.
Ia secara khusus menyoroti potensi penumpukan laga pada bulan September mendatang yang dinilai sangat rawan bentrok.
"Kalau semuanya berpusat di bulan September, tentu berpotensi banyak jadwal pertandingan yang bertabrakan. Di sinilah kami mengharapkan peran PSSI dan PT Liga untuk berkolaborasi dalam mengambil kebijakan terkait jadwal Liga Indonesia. Jangan sampai nanti jadwalnya tidak sinkron," tegasnya.
Lebih lanjut, Dandri berharap sinkronisasi agenda liga domestik dan turnamen internasional benar-benar diperhatikan secara matang oleh operator kompetisi.
Pihaknya tidak ingin kejadian perubahan jadwal mendadak yang merugikan persiapan tim kembali terulang pada musim ini.
"Saya tidak mau nanti ada isu-isu di belakang, seperti anggapan menganakemaskan klub tertentu dan semacamnya. Tapi, saya percaya PSSI dan PT Liga diisi oleh orang-orang yang profesional di bidangnya. Jadi, mudah-mudahan masalah jadwal ini semua bisa berjalan lancar," tutupnya.
(Sf/Lo)