Seputar Kaltim

    Masih Banyak Titik Gelap, Dishub PPU Usulkan 200 PJU Senilai Rp10 Miliar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 15:57 WITA

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Jalan gelap masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Perhubungan (Dishub) PPU telah memetakan titik yang membutuhkan penerangan jalan umum (PJU) dan mengusulkan pembangunan sekitar 200 titik dengan kebutuhan anggaran Rp10 miliar.

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, mengatakan usulan tersebut diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Timur. Dishub juga mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah pusat.

    "Kita mengusulkan ke provinsi sekitar Rp10 miliar untuk kurang lebih 200 titik PJU. Titik-titiknya sudah kita data dan petakan, terutama yang memang membutuhkan penerangan," kata Agus, Kamis (8/10/2026). 

    Pemetaan dilakukan di seluruh wilayah PPU. Prioritas diarahkan ke desa dan kelurahan yang kondisi jalannya masih gelap, terutama ruas yang dinilai rawan dan menjadi akses warga menuju permukiman.

    Salah satu titik yang menjadi contoh berada di Kelurahan Sesumpu. Agus menyebut warga masih mengeluhkan kondisi jalan menuju permukiman yang minim penerangan.

    "Contohnya di Sesumpu, ada jalan menuju permukiman warga yang lumayan gelap. Keluhan dari desa dan kelurayan lainnya juga masuk di kita, sehingga kita kumpulkan dan petakan mana saja titik yang perlu dipasang PJU," ujarnya.

    Kebutuhan PJU tersebut belum bisa direalisasikan melalui pembangunan tahun ini. Dishub PPU masih menunggu peluang pendanaan dari usulan yang diajukan ke provinsi maupun pemerintah pusat.

    "Realisasinya belum. Kita berharap tahun depan sudah ada yang bisa direalisasikan dari usulan ke provinsi maupun APBN," kata Agus.

    Selain PJU, Dishub PPU mengajukan kebutuhan infrastruktur perlengkapan jalan lainnya ke pemerintah pusat dengan total usulan sekitar Rp64 miliar. Anggaran tersebut mencakup PJU, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau lampu lalu lintas, serta rambu-rambu.

    Usulan itu sebelumnya telah disampaikan pada 2025 dan kembali diperjuangkan agar dapat direalisasikan.

    "Total usulan ke pusat sekitar Rp64 miliar, itu untuk PJU, traffic light, dan rambu. Kita tetap mengusulkan karena kebutuhan di lapangan memang ada. Soal realisasinya tentu menunggu keputusan anggaran," ujarnya.

    Dishub menargetkan penerangan jalan dapat menjangkau lebih banyak wilayah hingga tingkat desa dan kelurahan.

    "Inginnya kami, PPU ini semuanya terang. Jadi bukan hanya kawasan tertentu, desa dan kelurahan juga kita lihat kebutuhannya. Mana yang gelap dan rawan, itu yang kita prioritaskan dalam usulan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Masih Banyak Titik Gelap, Dishub PPU Usulkan 200 PJU Senilai Rp10 Miliar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 15:57 WITA

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Jalan gelap masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Perhubungan (Dishub) PPU telah memetakan titik yang membutuhkan penerangan jalan umum (PJU) dan mengusulkan pembangunan sekitar 200 titik dengan kebutuhan anggaran Rp10 miliar.

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, mengatakan usulan tersebut diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Timur. Dishub juga mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah pusat.

    "Kita mengusulkan ke provinsi sekitar Rp10 miliar untuk kurang lebih 200 titik PJU. Titik-titiknya sudah kita data dan petakan, terutama yang memang membutuhkan penerangan," kata Agus, Kamis (8/10/2026). 

    Pemetaan dilakukan di seluruh wilayah PPU. Prioritas diarahkan ke desa dan kelurahan yang kondisi jalannya masih gelap, terutama ruas yang dinilai rawan dan menjadi akses warga menuju permukiman.

    Salah satu titik yang menjadi contoh berada di Kelurahan Sesumpu. Agus menyebut warga masih mengeluhkan kondisi jalan menuju permukiman yang minim penerangan.

    "Contohnya di Sesumpu, ada jalan menuju permukiman warga yang lumayan gelap. Keluhan dari desa dan kelurayan lainnya juga masuk di kita, sehingga kita kumpulkan dan petakan mana saja titik yang perlu dipasang PJU," ujarnya.

    Kebutuhan PJU tersebut belum bisa direalisasikan melalui pembangunan tahun ini. Dishub PPU masih menunggu peluang pendanaan dari usulan yang diajukan ke provinsi maupun pemerintah pusat.

    "Realisasinya belum. Kita berharap tahun depan sudah ada yang bisa direalisasikan dari usulan ke provinsi maupun APBN," kata Agus.

    Selain PJU, Dishub PPU mengajukan kebutuhan infrastruktur perlengkapan jalan lainnya ke pemerintah pusat dengan total usulan sekitar Rp64 miliar. Anggaran tersebut mencakup PJU, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau lampu lalu lintas, serta rambu-rambu.

    Usulan itu sebelumnya telah disampaikan pada 2025 dan kembali diperjuangkan agar dapat direalisasikan.

    "Total usulan ke pusat sekitar Rp64 miliar, itu untuk PJU, traffic light, dan rambu. Kita tetap mengusulkan karena kebutuhan di lapangan memang ada. Soal realisasinya tentu menunggu keputusan anggaran," ujarnya.

    Dishub menargetkan penerangan jalan dapat menjangkau lebih banyak wilayah hingga tingkat desa dan kelurahan.

    "Inginnya kami, PPU ini semuanya terang. Jadi bukan hanya kawasan tertentu, desa dan kelurahan juga kita lihat kebutuhannya. Mana yang gelap dan rawan, itu yang kita prioritaskan dalam usulan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)