Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengingatkan pemerintah desa agar mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa (DD).
Ia menegaskan anggaran tersebut harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan berakhir menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).
Menurut Ardiansyah, masih adanya SiLPA DD menunjukkan sebagian anggaran belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, dana desa semestinya mampu membuka lapangan kerja, membantu pelaku usaha, memperbaiki rumah warga, menyediakan akses air bersih, hingga memenuhi berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
"Masih ada SiLPA Dana Desa yang cukup besar. Di saat masih ada warga yang membutuhkan pekerjaan, bantuan usaha, perbaikan rumah, akses air bersih dan berbagai kebutuhan dasar lainnya, dana desa harus menjadi alat untuk mengentaskan kemiskinan, bukan sekadar tersimpan hingga akhir tahun," ujar Ardiansyah.
Ia menilai keberhasilan pembangunan desa tidak ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersisa, melainkan manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pemerintah desa diminta menyusun program yang benar-benar sesuai kebutuhan warga agar setiap rupiah anggaran memberi dampak nyata.
Ardiansyah juga mengingatkan besarnya dana Program RT yang kini mencapai Rp250 juta untuk setiap RT. Ia mencontohkan Desa Swarga Bara yang memiliki 66 RT, sehingga total dana Program RT yang dikelola mencapai sekitar Rp16,5 miliar.
Dana tersebut harus diarahkan untuk memperkuat UMKM, membantu petani dan nelayan, membuka peluang usaha, memperbaiki lingkungan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Dengan anggaran sebesar itu, saya berharap tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam kemiskinan. Gunakan dana ini secara terarah agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.
Ardiansyah meminta pemerintah desa dan BPD menyusun program yang menjadi prioritas serta memastikan pelaksanaannya berjalan secara transparan dan akuntabel.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengingatkan pemerintah desa agar mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa (DD).
Ia menegaskan anggaran tersebut harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan berakhir menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).
Menurut Ardiansyah, masih adanya SiLPA DD menunjukkan sebagian anggaran belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, dana desa semestinya mampu membuka lapangan kerja, membantu pelaku usaha, memperbaiki rumah warga, menyediakan akses air bersih, hingga memenuhi berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
"Masih ada SiLPA Dana Desa yang cukup besar. Di saat masih ada warga yang membutuhkan pekerjaan, bantuan usaha, perbaikan rumah, akses air bersih dan berbagai kebutuhan dasar lainnya, dana desa harus menjadi alat untuk mengentaskan kemiskinan, bukan sekadar tersimpan hingga akhir tahun," ujar Ardiansyah.
Ia menilai keberhasilan pembangunan desa tidak ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersisa, melainkan manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pemerintah desa diminta menyusun program yang benar-benar sesuai kebutuhan warga agar setiap rupiah anggaran memberi dampak nyata.
Ardiansyah juga mengingatkan besarnya dana Program RT yang kini mencapai Rp250 juta untuk setiap RT. Ia mencontohkan Desa Swarga Bara yang memiliki 66 RT, sehingga total dana Program RT yang dikelola mencapai sekitar Rp16,5 miliar.
Dana tersebut harus diarahkan untuk memperkuat UMKM, membantu petani dan nelayan, membuka peluang usaha, memperbaiki lingkungan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Dengan anggaran sebesar itu, saya berharap tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam kemiskinan. Gunakan dana ini secara terarah agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.
Ardiansyah meminta pemerintah desa dan BPD menyusun program yang menjadi prioritas serta memastikan pelaksanaannya berjalan secara transparan dan akuntabel.
(Sf/Lo)