Seputar Kaltim

    Masalah Banjir Jadi Fokus Utama Reses Halili Adinegara di RT 51 Gunung Samarinda

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Tampung aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Balikpapan, Halili Adinegara gelar kegiatan reses. (Foto: Maua Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara menggelar kegiatan reses masa sidang II tahun 2025 di Jalan Wonorejo RT 51, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara (Balut), Selasa (22/4/2025).

    Dalam kesempatan itu, persoalan banjir menjadi keluhan utama warga setempat.

    Ketua RT 34, Rumiyati mengungkapkan, bahwa banjir di wilayah Wonorejo sudah terjadi sejak lama, bahkan sejak ia mulai tinggal di kawasan tersebut pada tahun 2007 sudah ada.

    Ia juga menyampaikan bahwa usulan pembangunan drainase sudah disampaikan sejak masa kepemimpinan Ketua DPRD Balikpapan Abdullah, namun hingga kini belum terealisasi.

    "Salah satu kendalanya adalah masalah lahan. Ada pemilik tanah yang belum mau memberikan akses lahannya untuk dibangun drainase," jelas Rumiyati.

    Warga RT 51, Suyono, juga menyampaikan solusi yang dapat diambil pemerintah untuk mengurangi banjir. Di antaranya, membuat sodetan air dari Poskamling RT 51 ke sungai besar, serta memperlebar saluran drainase di sekitar jembatan Kimia Farma Gunung Samarinda agar aliran air menjadi lebih lancar.

    Menanggapi keluhan tersebut, Halili Adinegara menyatakan bahwa reses kali ini memang difokuskan pada penanganan banjir, khususnya di kawasan Wonorejo yang telah terdampak sejak tahun 2000-an.

    "Awalnya banjir hanya menggenangi jalan utama, namun kini sudah masuk ke pemukiman warga RT 51, 34, dan 56, serta mengancam tujuh RT lainnya, termasuk RT 32, 37, 38, 39, 40, 52, dan 53," ucap Halili Adinegara usai reses.

    Halili menyebutkan, salah satu hambatan utama dalam pembangunan drainase adalah pembebasan lahan milik warga. Ia berencana segera berkoordinasi dengan pemilik lahan tersebut untuk mencari solusi terbaik.

    "Ini demi kepentingan bersama. Jika drainase di lokasi itu bisa dibuka, insya Allah lingkungan RT 34, 51, dan 56 akan terbebas dari banjir karena saluran tersebut mengalir ke DAS Ampal," terang Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan.

    Diperkirakan, anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan banjir di kawasan Wonorejo mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar. Selain penanganan jangka panjang, warga juga mengusulkan solusi jangka pendek berupa pembuatan sodetan dari Poskamling RT 51 menuju jembatan kuning di saluran DAS Ampal.

    "Jika warga RT 34 dan 35 setuju, kami akan segera kerjakan sodetan tersebut," ungkapnya.

    Selain fokus pada penanganan banjir, Halili juga menyampaikan rencana pembangunan gapura dan pemasangan CCTV di seluruh RT di Kelurahan Gunung Samarinda pada tahun 2026 mendatang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Masalah Banjir Jadi Fokus Utama Reses Halili Adinegara di RT 51 Gunung Samarinda

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Tampung aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Balikpapan, Halili Adinegara gelar kegiatan reses. (Foto: Maua Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara menggelar kegiatan reses masa sidang II tahun 2025 di Jalan Wonorejo RT 51, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara (Balut), Selasa (22/4/2025).

    Dalam kesempatan itu, persoalan banjir menjadi keluhan utama warga setempat.

    Ketua RT 34, Rumiyati mengungkapkan, bahwa banjir di wilayah Wonorejo sudah terjadi sejak lama, bahkan sejak ia mulai tinggal di kawasan tersebut pada tahun 2007 sudah ada.

    Ia juga menyampaikan bahwa usulan pembangunan drainase sudah disampaikan sejak masa kepemimpinan Ketua DPRD Balikpapan Abdullah, namun hingga kini belum terealisasi.

    "Salah satu kendalanya adalah masalah lahan. Ada pemilik tanah yang belum mau memberikan akses lahannya untuk dibangun drainase," jelas Rumiyati.

    Warga RT 51, Suyono, juga menyampaikan solusi yang dapat diambil pemerintah untuk mengurangi banjir. Di antaranya, membuat sodetan air dari Poskamling RT 51 ke sungai besar, serta memperlebar saluran drainase di sekitar jembatan Kimia Farma Gunung Samarinda agar aliran air menjadi lebih lancar.

    Menanggapi keluhan tersebut, Halili Adinegara menyatakan bahwa reses kali ini memang difokuskan pada penanganan banjir, khususnya di kawasan Wonorejo yang telah terdampak sejak tahun 2000-an.

    "Awalnya banjir hanya menggenangi jalan utama, namun kini sudah masuk ke pemukiman warga RT 51, 34, dan 56, serta mengancam tujuh RT lainnya, termasuk RT 32, 37, 38, 39, 40, 52, dan 53," ucap Halili Adinegara usai reses.

    Halili menyebutkan, salah satu hambatan utama dalam pembangunan drainase adalah pembebasan lahan milik warga. Ia berencana segera berkoordinasi dengan pemilik lahan tersebut untuk mencari solusi terbaik.

    "Ini demi kepentingan bersama. Jika drainase di lokasi itu bisa dibuka, insya Allah lingkungan RT 34, 51, dan 56 akan terbebas dari banjir karena saluran tersebut mengalir ke DAS Ampal," terang Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan.

    Diperkirakan, anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan banjir di kawasan Wonorejo mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar. Selain penanganan jangka panjang, warga juga mengusulkan solusi jangka pendek berupa pembuatan sodetan dari Poskamling RT 51 menuju jembatan kuning di saluran DAS Ampal.

    "Jika warga RT 34 dan 35 setuju, kami akan segera kerjakan sodetan tersebut," ungkapnya.

    Selain fokus pada penanganan banjir, Halili juga menyampaikan rencana pembangunan gapura dan pemasangan CCTV di seluruh RT di Kelurahan Gunung Samarinda pada tahun 2026 mendatang.

    (Sf/Rs)