Seputar Kaltim

    Masalah Air Bersih Tak Kunjung Selesai, Pemkot Balikpapan Diminta Serius Cari Solusi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle saat di wawancara awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Masalah air bersih di Kota Balikpapan masih menjadi persoalan tahunan yang tak kunjung tuntas. Padahal air adalah kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat.

    Mengenai hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pemerintah kota dan Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Manuntung, untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air di Balikpapan.

    "Karena PDAM (Perumda Tirta Manuntung) merupakan sektor utama untuk mengkoordinasikan upaya pengelolaan air bersih," ucap Sabaruddin kepada media, Minggu (4/8/2024).

    Menurutnya, Kota Balikpapan tidak bisa hanya mengandalkan waduk Embung Aji Raden dan Waduk Manggar sebagai sumber air baku, tetapi harus mencari alternatif lain yang lebih efisien mengingat Kota Balikpapan terus mengalami pertumbuhan jumlah penduduk.

    "Balikpapan tidak cukup hanya dua waduk saja, tetapi banyak yang perlu kita pikirkan bersama-sama karena penduduk Balikpapan terus bertambah, bahkan sekarang ini saja kita sudah kewalahan menyangkut masalah air," ujarnya.

    Dia menegaskan, masalah air bersih di Balikpapan semakin mendesak. Untuk itu, ia menekankan bahwa setiap wali kota terpilih harus menjadikan penyelesaian masalah air sebagai prioritas utama.

    "Visi dan misi ke depan harus memastikan tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait air bersih," terangnya.

    Tidak hanya itu, seluruh Fraksi DPRD Balikpapan juga meminta wali kota dan jajarannya untuk mencatat, mengingat, dan mengaplikasikan keluhan tersebut ke dalam kebijakan nyata.

    "Kami ingin setiap keluhan yang diungkapkan masyarakat ditindaklanjuti dengan serius. Ini bukan sekadar inisiatif fraksi, tetapi aspirasi masyarakat yang harus diwujudkan," tegasnya.

    Terlebih lagi Kota Balikpapan digadang-gadang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) Kaltim. Namun seolah belum mampu keluar dari persoalan krisis air bersih.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Masalah Air Bersih Tak Kunjung Selesai, Pemkot Balikpapan Diminta Serius Cari Solusi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle saat di wawancara awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Masalah air bersih di Kota Balikpapan masih menjadi persoalan tahunan yang tak kunjung tuntas. Padahal air adalah kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat.

    Mengenai hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pemerintah kota dan Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Manuntung, untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air di Balikpapan.

    "Karena PDAM (Perumda Tirta Manuntung) merupakan sektor utama untuk mengkoordinasikan upaya pengelolaan air bersih," ucap Sabaruddin kepada media, Minggu (4/8/2024).

    Menurutnya, Kota Balikpapan tidak bisa hanya mengandalkan waduk Embung Aji Raden dan Waduk Manggar sebagai sumber air baku, tetapi harus mencari alternatif lain yang lebih efisien mengingat Kota Balikpapan terus mengalami pertumbuhan jumlah penduduk.

    "Balikpapan tidak cukup hanya dua waduk saja, tetapi banyak yang perlu kita pikirkan bersama-sama karena penduduk Balikpapan terus bertambah, bahkan sekarang ini saja kita sudah kewalahan menyangkut masalah air," ujarnya.

    Dia menegaskan, masalah air bersih di Balikpapan semakin mendesak. Untuk itu, ia menekankan bahwa setiap wali kota terpilih harus menjadikan penyelesaian masalah air sebagai prioritas utama.

    "Visi dan misi ke depan harus memastikan tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait air bersih," terangnya.

    Tidak hanya itu, seluruh Fraksi DPRD Balikpapan juga meminta wali kota dan jajarannya untuk mencatat, mengingat, dan mengaplikasikan keluhan tersebut ke dalam kebijakan nyata.

    "Kami ingin setiap keluhan yang diungkapkan masyarakat ditindaklanjuti dengan serius. Ini bukan sekadar inisiatif fraksi, tetapi aspirasi masyarakat yang harus diwujudkan," tegasnya.

    Terlebih lagi Kota Balikpapan digadang-gadang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) Kaltim. Namun seolah belum mampu keluar dari persoalan krisis air bersih.

    (Sf/Rs)