Cari disini...
Seputar Kaltim
Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor setelah meresmikan dan menandatangani batu prasati 12 gedung di RSUD Aji Muhammad Salehuddin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Di sisa akhir masa jabatannya, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, meresmikan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang diberi nama RSUD Aji Muhammad Salehuddin II di Jalan Wahid Hasyim I, kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Selasa (26/9/2023).
Seperti diketahui, masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor - Hadi Mulyadi, akan berakhir pada Minggu 30 September 2023 mendatang. Itu artinya, tersisa 4 hari lagi, masa jabatan mereka akan berakhir.
Untuk itu, tak cuma rumah sakit. Isran juga sekaligus meresmikan 12 gedung lainnya, yakni gedung Inspektorat Daerah Kaltim, Kadrie Oening Tower, Kadrie Oening Business Center, kamar Operasi Hybrid Sakura RSUD AWS Sjahranie, gedung Asrama Tahfidz Usrah Mujaddidah Ponpes Hidayatullah, gedung Madrasah Darussalam Internasional, dan gedung perkuliahan dan ruang serba guna IKIP PGRI.
Beberapa rumah ibadah pun turut diresmikan oleh Isran Noor, Masjid Nurul Ilmi, Masjid Baburrahman Perum Griya Mukti, dan Masjid Istiqlal Loa Bakung. Ia berpesan seluruh peresmian gedung ini dapat dirasakan masyarakat.
"Semua gedung yang dibangun itu adalah untuk kepentingan masyarakat," ungkap Isran Noor dalam sambutannya.
Rumah sakit yang akan beroperasi tahun 2024 ini sebelumnya dikenal dengan RSUD KORPRI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Nama yang diganti agar kedepan peruntukkannya secara luas, yakni bisa dirasakan oleh masyarakat umum.
"Kalau RSUD korpri kan dianggap sebagai rumah sakit para ASN atau PNS. Nah sekarang RSUD Aji Muhammad Salahuddin II sebagai rumah sakit umum yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas," ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin kepada seputarfakta.com setelah peresmian.
Untuk diketahui, pembangunan RSUD ini dibangun dalam dua tahap, pertama pada tahun 2021, dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 30,6 miliar. Tahap kedua diselesaikan pada tahun 2023 ini menghabiskan dana Rp 35,4 miliar. Sehingga totalnya Rp 66 miliar dengan luas bangunan 5.178 meter persegi dan dibangun sebanyak tiga lantai.
Rumah sakit ini akan menjadi rujukan nasional untuk wilayah timur, sesuai dengan arahan Kementrian Kesehatan khusus pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, Direktur RSUD Aji Muhammad Salehuddin akan melengkapi terlebih dahulu dari sarana prasarana dan administrasi. Sehingga kedepan akan menyediakan klinik ruang inap yang melayani THT, klinik kulit dan penunjang kelahiran.
"Ini kan masih tahap akhir finishing setelah penyerahan kunci kami akan memerintahkan direktur untuk segera memindahkan seluruh peralatan medis dan dipersiapkan untuk melaksanakan layanan kesehatan," lanjut Jaya.
Dan ini menjadi komitmen bersama dari Pemprov kaltim melalui dinkes dalam memberikan layanan yang mudah, terjangkau dan juga aksesnya di tengah kota Samarinda.
"Semoga masyarakat bisa mendapatkan layanan yang bermanfaat," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor setelah meresmikan dan menandatangani batu prasati 12 gedung di RSUD Aji Muhammad Salehuddin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Di sisa akhir masa jabatannya, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, meresmikan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang diberi nama RSUD Aji Muhammad Salehuddin II di Jalan Wahid Hasyim I, kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Selasa (26/9/2023).
Seperti diketahui, masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor - Hadi Mulyadi, akan berakhir pada Minggu 30 September 2023 mendatang. Itu artinya, tersisa 4 hari lagi, masa jabatan mereka akan berakhir.
Untuk itu, tak cuma rumah sakit. Isran juga sekaligus meresmikan 12 gedung lainnya, yakni gedung Inspektorat Daerah Kaltim, Kadrie Oening Tower, Kadrie Oening Business Center, kamar Operasi Hybrid Sakura RSUD AWS Sjahranie, gedung Asrama Tahfidz Usrah Mujaddidah Ponpes Hidayatullah, gedung Madrasah Darussalam Internasional, dan gedung perkuliahan dan ruang serba guna IKIP PGRI.
Beberapa rumah ibadah pun turut diresmikan oleh Isran Noor, Masjid Nurul Ilmi, Masjid Baburrahman Perum Griya Mukti, dan Masjid Istiqlal Loa Bakung. Ia berpesan seluruh peresmian gedung ini dapat dirasakan masyarakat.
"Semua gedung yang dibangun itu adalah untuk kepentingan masyarakat," ungkap Isran Noor dalam sambutannya.
Rumah sakit yang akan beroperasi tahun 2024 ini sebelumnya dikenal dengan RSUD KORPRI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Nama yang diganti agar kedepan peruntukkannya secara luas, yakni bisa dirasakan oleh masyarakat umum.
"Kalau RSUD korpri kan dianggap sebagai rumah sakit para ASN atau PNS. Nah sekarang RSUD Aji Muhammad Salahuddin II sebagai rumah sakit umum yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas," ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin kepada seputarfakta.com setelah peresmian.
Untuk diketahui, pembangunan RSUD ini dibangun dalam dua tahap, pertama pada tahun 2021, dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 30,6 miliar. Tahap kedua diselesaikan pada tahun 2023 ini menghabiskan dana Rp 35,4 miliar. Sehingga totalnya Rp 66 miliar dengan luas bangunan 5.178 meter persegi dan dibangun sebanyak tiga lantai.
Rumah sakit ini akan menjadi rujukan nasional untuk wilayah timur, sesuai dengan arahan Kementrian Kesehatan khusus pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, Direktur RSUD Aji Muhammad Salehuddin akan melengkapi terlebih dahulu dari sarana prasarana dan administrasi. Sehingga kedepan akan menyediakan klinik ruang inap yang melayani THT, klinik kulit dan penunjang kelahiran.
"Ini kan masih tahap akhir finishing setelah penyerahan kunci kami akan memerintahkan direktur untuk segera memindahkan seluruh peralatan medis dan dipersiapkan untuk melaksanakan layanan kesehatan," lanjut Jaya.
Dan ini menjadi komitmen bersama dari Pemprov kaltim melalui dinkes dalam memberikan layanan yang mudah, terjangkau dan juga aksesnya di tengah kota Samarinda.
"Semoga masyarakat bisa mendapatkan layanan yang bermanfaat," pungkasnya.
(Sf/Rs)