Cari disini...
Seputar Kaltim
Presiden Mahasiswa BEM KM Unmul periode 2021, Abdul Muhammad Rachim. (Foto: HO/Rachim)
Samarinda - Kabar mengenai acara kampanye Calon Presiden nomor urut satu Anies Rasyid Baswedan di Kota Samarinda, dengan cepat beredar luas. Kegiatan bertajuk Desak Anies memang kerap menjadi berita viral di media sosial, dalam beberapa penyelenggaraannya di berbagai kota.
Kesempatan menyampaikan secara langsung aspirasi dari kaum muda, dengan konsep diskusi dianggap menjawab kebutuhan para generasi muda, untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan, dan menentukan pilihan pada Pemilihan Presiden 14 Februari mendatang.
Antusiasme ini terlihat dari banyaknya pendaftar yang hendak mengikuti acara Desak Anies, yang di Samarinda akan berlangsung Kamis 11 Januari 2024, besok.
Salah satu yang demikian antusias dengan kegiatan ini adalah Abdul Muhammad Rachim. Seorang mahasiswa di Universitas Mulawarman (Unmul). Abdul bukan mahasiswa biasa. Ia adalah mantan 'presiden'.
Abdul menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Unmul periode tahun 2021. Kepada Seputar Fakta, Abdul bilang Desak Anies ini menjadi representasi dari terbukanya demokrasi di Indonesia.
"Dimana banyak kasus ketika mahasiswa atau masyarakat menyampaikan kritik namum mendapatkan banyak ancaman dan upaya pembungkaman. Hadirnya Desak Anies memberikan angin segar akan kebebasan berpendapat," kata pemuda yang karib disapa Rachim, Rabu (10/1/2024).
Ia pun tak setuju apabila kampanye masih menggunakan cara lama, yakni dengan membagikan sembako dan konser. "Apalagi kalau ada yang bagikan uang atau bahkan blusukan ke gorong-gorong. Agenda diskusi, bedah gagasan, diskusi ini lebih bermutu dan sangat sesuai untuk anak muda saat ini, yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa," tambahnya.
Rachim pun tak akan melepaskan kesempatan emas ini untuk menyampaikan isu-isu terkini dan juga gagasannya untuk kemajuan Kaltim. "Pertama, isu IKN. Kalau saya pribadi sudah sependapat. Namun yang diharapkan, kehadiran beliau ini mampu menjawab pertanyaan masyarakat terkait IKN apalagi samarinda tidak masuk dalam 40 kota yg akan dibangun setara Jakarta. Semoga hadirnya beliau mampu memahamkan masyarakat tentang IKN ini," jabarnya.
Selain itu, ia begitu meresahkan terkait masalah mafia. Baik itu tambang, BBM, dan Gas LPG. Ia menginginkan jawaban tegas dan konkrit dari pak anies terkait isu ini. "Ketiga, saya mau bertanya terkait bagaimana ide dan gagasan beliau dalam mewadahi anak muda ataupun masyarakat yg berkarya di bidang video, film dan lainnya," tambahnya.
Dan Rachim berharap, apabila setelah terpilih, agenda seperti ini juga terus berjalan, dengan judul kegiatan berbeda yang dapat menagih janji itu. "Harapannya ada agenda berikutnya, Tagih Anies. Kurang lebih seperti desak anies, tapi konteksnya kita akan tagih janji-janjinya," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Presiden Mahasiswa BEM KM Unmul periode 2021, Abdul Muhammad Rachim. (Foto: HO/Rachim)
Samarinda - Kabar mengenai acara kampanye Calon Presiden nomor urut satu Anies Rasyid Baswedan di Kota Samarinda, dengan cepat beredar luas. Kegiatan bertajuk Desak Anies memang kerap menjadi berita viral di media sosial, dalam beberapa penyelenggaraannya di berbagai kota.
Kesempatan menyampaikan secara langsung aspirasi dari kaum muda, dengan konsep diskusi dianggap menjawab kebutuhan para generasi muda, untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan, dan menentukan pilihan pada Pemilihan Presiden 14 Februari mendatang.
Antusiasme ini terlihat dari banyaknya pendaftar yang hendak mengikuti acara Desak Anies, yang di Samarinda akan berlangsung Kamis 11 Januari 2024, besok.
Salah satu yang demikian antusias dengan kegiatan ini adalah Abdul Muhammad Rachim. Seorang mahasiswa di Universitas Mulawarman (Unmul). Abdul bukan mahasiswa biasa. Ia adalah mantan 'presiden'.
Abdul menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Unmul periode tahun 2021. Kepada Seputar Fakta, Abdul bilang Desak Anies ini menjadi representasi dari terbukanya demokrasi di Indonesia.
"Dimana banyak kasus ketika mahasiswa atau masyarakat menyampaikan kritik namum mendapatkan banyak ancaman dan upaya pembungkaman. Hadirnya Desak Anies memberikan angin segar akan kebebasan berpendapat," kata pemuda yang karib disapa Rachim, Rabu (10/1/2024).
Ia pun tak setuju apabila kampanye masih menggunakan cara lama, yakni dengan membagikan sembako dan konser. "Apalagi kalau ada yang bagikan uang atau bahkan blusukan ke gorong-gorong. Agenda diskusi, bedah gagasan, diskusi ini lebih bermutu dan sangat sesuai untuk anak muda saat ini, yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa," tambahnya.
Rachim pun tak akan melepaskan kesempatan emas ini untuk menyampaikan isu-isu terkini dan juga gagasannya untuk kemajuan Kaltim. "Pertama, isu IKN. Kalau saya pribadi sudah sependapat. Namun yang diharapkan, kehadiran beliau ini mampu menjawab pertanyaan masyarakat terkait IKN apalagi samarinda tidak masuk dalam 40 kota yg akan dibangun setara Jakarta. Semoga hadirnya beliau mampu memahamkan masyarakat tentang IKN ini," jabarnya.
Selain itu, ia begitu meresahkan terkait masalah mafia. Baik itu tambang, BBM, dan Gas LPG. Ia menginginkan jawaban tegas dan konkrit dari pak anies terkait isu ini. "Ketiga, saya mau bertanya terkait bagaimana ide dan gagasan beliau dalam mewadahi anak muda ataupun masyarakat yg berkarya di bidang video, film dan lainnya," tambahnya.
Dan Rachim berharap, apabila setelah terpilih, agenda seperti ini juga terus berjalan, dengan judul kegiatan berbeda yang dapat menagih janji itu. "Harapannya ada agenda berikutnya, Tagih Anies. Kurang lebih seperti desak anies, tapi konteksnya kita akan tagih janji-janjinya," tutupnya.
(Sf/Rs)