Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjaga Gawang Persis Solo, Gianluca Claudio Pandeynuwu. (Foto: Dok. Persis Official)
Samarinda - Penjaga gawang Persis Solo, Gianluca Claudio Pandeynuwu, menjadi sorotan utama dalam laga kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (2/3/2025) malam.
Aksinya menggagalkan penalti dari bintang Borneo FC, Matheus Pato, memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Laskar Sambernyawa.
Aksi heroik Gianluca bukan satu-satunya hal menarik dari laga tersebut.
Ternyata, kiper berusia 27 tahun ini memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Stadion Segiri dan Borneo FC.
Ia pernah menjadi bagian dari Pesut Etam selama lima musim, dari 2016 hingga 2022.
"Yang pertama saya senang bisa kembali lagi ke Stadion Segiri, karena stadion ini sudah seperti rumah saya sendiri, dan menjadi sahabat bagi saya sendiri," ujar Gianluca usai pertandingan.
Selama berseragam Borneo FC, Gianluca memang lebih sering berperan sebagai kiper pelapis. Tercatat, ia hanya tampil dalam 36 pertandingan bersama Pesut Etam.
Meski demikian, pengalamannya di Samarinda tampaknya memberikan keuntungan tersendiri saat menghadapi mantan timnya.
Sepanjang pertandingan, Gianluca tampil solid di bawah mistar gawang. Ia berhasil menggagalkan sejumlah peluang emas Borneo FC, termasuk penalti Pato yang menjadi momen krusial dalam laga tersebut.
Keberhasilannya menggagalkan penalti pemain sekelas Matheus Pato tentu bukan keberuntungan semata.
Performa gemilang Gianluca di Stadion Segiri seolah membuktikan bahwa ia merasa nyaman bermain di sana. Ia tidak terlihat canggung atau tertekan, meskipun menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah.
Kemenangan Persis Solo atas Borneo FC ini tentu menjadi catatan manis bagi Gianluca. Ia berhasil membuktikan kualitasnya di hadapan mantan tim dan suporter yang pernah mendukungnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjaga Gawang Persis Solo, Gianluca Claudio Pandeynuwu. (Foto: Dok. Persis Official)
Samarinda - Penjaga gawang Persis Solo, Gianluca Claudio Pandeynuwu, menjadi sorotan utama dalam laga kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (2/3/2025) malam.
Aksinya menggagalkan penalti dari bintang Borneo FC, Matheus Pato, memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Laskar Sambernyawa.
Aksi heroik Gianluca bukan satu-satunya hal menarik dari laga tersebut.
Ternyata, kiper berusia 27 tahun ini memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Stadion Segiri dan Borneo FC.
Ia pernah menjadi bagian dari Pesut Etam selama lima musim, dari 2016 hingga 2022.
"Yang pertama saya senang bisa kembali lagi ke Stadion Segiri, karena stadion ini sudah seperti rumah saya sendiri, dan menjadi sahabat bagi saya sendiri," ujar Gianluca usai pertandingan.
Selama berseragam Borneo FC, Gianluca memang lebih sering berperan sebagai kiper pelapis. Tercatat, ia hanya tampil dalam 36 pertandingan bersama Pesut Etam.
Meski demikian, pengalamannya di Samarinda tampaknya memberikan keuntungan tersendiri saat menghadapi mantan timnya.
Sepanjang pertandingan, Gianluca tampil solid di bawah mistar gawang. Ia berhasil menggagalkan sejumlah peluang emas Borneo FC, termasuk penalti Pato yang menjadi momen krusial dalam laga tersebut.
Keberhasilannya menggagalkan penalti pemain sekelas Matheus Pato tentu bukan keberuntungan semata.
Performa gemilang Gianluca di Stadion Segiri seolah membuktikan bahwa ia merasa nyaman bermain di sana. Ia tidak terlihat canggung atau tertekan, meskipun menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah.
Kemenangan Persis Solo atas Borneo FC ini tentu menjadi catatan manis bagi Gianluca. Ia berhasil membuktikan kualitasnya di hadapan mantan tim dan suporter yang pernah mendukungnya.
(Sf/Rs)