Seputar Kaltim

    Mantan Ketua PMII Samarinda Geram Aktivis Tak Netral di Pilkada

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Oktober 2024 pukul 19:36 WITA

    Mantan Ketua PMII Samarinda Periode 2015-2017, Buchori Hasan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda periode 2015-2017, Buchori Hasan, memberikan pandangannya terkait polemik laporan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan tim hukum pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud-Seno Aji, terhadap aktivis Andi Muhammad Akbar.

    Buchori menilai, kritik yang disampaikan Andi Muhammad Akbar terhadap salah satu pasangan calon perlu dikaji lebih dalam. Menurutnya, seorang aktivis seharusnya bersikap netral dalam menyampaikan kritik.

    "Jika Andi Muhammad Akbar ingin berperan sebagai seorang aktivis, maka kritik yang disampaikan harus ditujukan kepada kedua pasangan calon yang bertarung dalam Pilgub Kaltim. Jangan hanya terfokus pada satu pihak saja," tegas Buchori dalam keterangannya, Senin (16/11/2024).

    Buchori juga menyoroti narasi yang disampaikan Andi Muhammad Akbar yang dinilai berpotensi menimbulkan provokasi. Ia khawatir narasi tersebut dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat Kalimantan Timur.

    "Kritik memang sah-sah saja, namun harus disampaikan dengan cara yang baik dan tidak menimbulkan perpecahan. Jangan sampai kritik yang disampaikan justru memicu pertikaian antar pendukung," ujarnya.

    Lebih lanjut, Buchori mengajak seluruh pihak untuk menciptakan suasana Pilkada yang kondusif dan damai. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memicu konflik.

    "Mari kita sama-sama menjaga suasana Pilgub Kaltim agar tetap kondusif. Hindarilah tindakan-tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum," imbuhnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Mantan Ketua PMII Samarinda Geram Aktivis Tak Netral di Pilkada

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Oktober 2024 pukul 19:36 WITA

    Mantan Ketua PMII Samarinda Periode 2015-2017, Buchori Hasan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda periode 2015-2017, Buchori Hasan, memberikan pandangannya terkait polemik laporan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan tim hukum pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud-Seno Aji, terhadap aktivis Andi Muhammad Akbar.

    Buchori menilai, kritik yang disampaikan Andi Muhammad Akbar terhadap salah satu pasangan calon perlu dikaji lebih dalam. Menurutnya, seorang aktivis seharusnya bersikap netral dalam menyampaikan kritik.

    "Jika Andi Muhammad Akbar ingin berperan sebagai seorang aktivis, maka kritik yang disampaikan harus ditujukan kepada kedua pasangan calon yang bertarung dalam Pilgub Kaltim. Jangan hanya terfokus pada satu pihak saja," tegas Buchori dalam keterangannya, Senin (16/11/2024).

    Buchori juga menyoroti narasi yang disampaikan Andi Muhammad Akbar yang dinilai berpotensi menimbulkan provokasi. Ia khawatir narasi tersebut dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat Kalimantan Timur.

    "Kritik memang sah-sah saja, namun harus disampaikan dengan cara yang baik dan tidak menimbulkan perpecahan. Jangan sampai kritik yang disampaikan justru memicu pertikaian antar pendukung," ujarnya.

    Lebih lanjut, Buchori mengajak seluruh pihak untuk menciptakan suasana Pilkada yang kondusif dan damai. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memicu konflik.

    "Mari kita sama-sama menjaga suasana Pilgub Kaltim agar tetap kondusif. Hindarilah tindakan-tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum," imbuhnya.

    (Sf/Rs)