Cari disini...
seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Ilustrasi freepik.
Tanjung Redeb - Masyarakat Berau digemparkan oleh penangkapan seorang figur publik daerah yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Penangkapan tersebut dilakukan oleh Tim Reserse Kriminal Polres Berau di Bandara Kalimarau, saat setelah terduga pelaku tiba dari perjalanan luar daerah.
Figur publik tersebut dikenal sebagai mantan Duta Budaya Berau, peraih penghargaan Pramuka Berprestasi, dan pernah masuk 50 besar peserta Pertamina Foundation pada 2021 serta tercatat sebagai Strategi Intervensi Gerakan Akselerasi Pembangunan (SIGAP) di daerah Berau. Penangkapan ini langsung menarik perhatian publik karena rekam jejaknya selama ini cukup positif di mata masyarakat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah, membenarkan adanya laporan tersebut dan informasi awal melalui UPT terkait ada dua anak yang telah melaporkan secara resmi dan membutuhkan pendampingan.
"Benar. Sementara baru dua orang korban yang dibawa untuk dilakukan pendampingan," ujar Rabiatul.
Selain itu, ia pun menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran menyeluruh di lapangan mengingat para korban tersebut masih berada di bawah umur. Sehingga, ia pun mengatakan untuk menghindari rasa malu atau tekanan sosial, pendampingan direncanakan dilakukan langsung di kecamatan tersebut.
"Tugas kami melakukan pendampingan, memastikan kondisi psikologis mereka, dan melindungi anak-anak ini," tambahnya.
diriya juga menekankan bahwa komunikasi intens terus dilakukan antara dinas, UPT, dan pihak kecamatan tersebut yang menjadi salah satu pihak yang menghubungi untuk menindaklanjuti laporan yang berkembang di masyarakat.
"Informasinya simpang siur, ada yang menyebut jumlah korban mencapai sekitar 40 orang. Tapi yang melapor resmi baru dua. Kami belum bisa memastikan jumlah pasti sebelum proses penjangkauan di lapangan selesai," jelasnya.
Rabiatul pun mengajak peran aktif seluruh masyarakat khususnya orang tua untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan memberi edukasi kepada anak tentang kekerasan seksual agar anak dapat mencegah tidak terjadinya kasus tersebut dan apabila terjadi, ia pun mengimbau agar para korban dapat segera melaporkan kepada orang tua ataupun orang terdekat maupun pihak berwenang agar segera mendapatkan pendampingan.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, juga mengonfirmasi penangkapan tersebut. Namun ia menyebut penyidik masih mendalami seluruh laporan dan keterangan.
"Pelaku masih dalam pemeriksaan intensif. Kami belum bisa menyampaikan informasi lebih jauh karena penyelidikan masih berlangsung," katanya.
Saat ini, kepolisian tengah mengumpulkan keterangan lebih lengkap dari terduga pelaku serta mendalami informasi terkait kemungkinan adanya korban lain.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Ilustrasi freepik.
Tanjung Redeb - Masyarakat Berau digemparkan oleh penangkapan seorang figur publik daerah yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Penangkapan tersebut dilakukan oleh Tim Reserse Kriminal Polres Berau di Bandara Kalimarau, saat setelah terduga pelaku tiba dari perjalanan luar daerah.
Figur publik tersebut dikenal sebagai mantan Duta Budaya Berau, peraih penghargaan Pramuka Berprestasi, dan pernah masuk 50 besar peserta Pertamina Foundation pada 2021 serta tercatat sebagai Strategi Intervensi Gerakan Akselerasi Pembangunan (SIGAP) di daerah Berau. Penangkapan ini langsung menarik perhatian publik karena rekam jejaknya selama ini cukup positif di mata masyarakat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah, membenarkan adanya laporan tersebut dan informasi awal melalui UPT terkait ada dua anak yang telah melaporkan secara resmi dan membutuhkan pendampingan.
"Benar. Sementara baru dua orang korban yang dibawa untuk dilakukan pendampingan," ujar Rabiatul.
Selain itu, ia pun menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran menyeluruh di lapangan mengingat para korban tersebut masih berada di bawah umur. Sehingga, ia pun mengatakan untuk menghindari rasa malu atau tekanan sosial, pendampingan direncanakan dilakukan langsung di kecamatan tersebut.
"Tugas kami melakukan pendampingan, memastikan kondisi psikologis mereka, dan melindungi anak-anak ini," tambahnya.
diriya juga menekankan bahwa komunikasi intens terus dilakukan antara dinas, UPT, dan pihak kecamatan tersebut yang menjadi salah satu pihak yang menghubungi untuk menindaklanjuti laporan yang berkembang di masyarakat.
"Informasinya simpang siur, ada yang menyebut jumlah korban mencapai sekitar 40 orang. Tapi yang melapor resmi baru dua. Kami belum bisa memastikan jumlah pasti sebelum proses penjangkauan di lapangan selesai," jelasnya.
Rabiatul pun mengajak peran aktif seluruh masyarakat khususnya orang tua untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan memberi edukasi kepada anak tentang kekerasan seksual agar anak dapat mencegah tidak terjadinya kasus tersebut dan apabila terjadi, ia pun mengimbau agar para korban dapat segera melaporkan kepada orang tua ataupun orang terdekat maupun pihak berwenang agar segera mendapatkan pendampingan.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, juga mengonfirmasi penangkapan tersebut. Namun ia menyebut penyidik masih mendalami seluruh laporan dan keterangan.
"Pelaku masih dalam pemeriksaan intensif. Kami belum bisa menyampaikan informasi lebih jauh karena penyelidikan masih berlangsung," katanya.
Saat ini, kepolisian tengah mengumpulkan keterangan lebih lengkap dari terduga pelaku serta mendalami informasi terkait kemungkinan adanya korban lain.
(Sf/Rs)