Seputar Kaltim

    Malam Tahun Baru Nanti Pelican Crossing Bakal Dinonaktifkan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Desember 2024 pukul 08:30 WITA

    Pelican Crossing ini akan dinonaktifkan pada malam pergantian tahun 2024 - 2025 pada 31 Desember mendatang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda berencana untuk menonaktifkan sementara pelican crossing yang telah terpasang di kawasan Teras Samarinda dan Taman Samarendah pada malam pergantian tahun. 

    Sebelumnya, Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan bahwa fasilitas pembantu penyebrang jalan ini diaktifkan selama 24 jam. Meski begitu, di waktu-waktu tertentu akan dinonaktifkan demi kelancaran lalu lintas. 

    "Saat ini durasi waktu yang diaktifkan 15 detik untuk masyarakat menyebrang, nanti kita akan nonaktikan juga di waktu-waktu tertentu seperti malam tahun baru," kata Manalu. 

    Menambahkan, Kepala Seksi Prasarana Jalan Dishub Samarinda, Rinjani Kusuma, mengatakan langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi kemacetan parah yang biasanya terjadi saat perayaan malam tahun baru. 

    Ia menyampaikan bahwa keputusan ini didasarkan pada evaluasi kondisi lalu lintas yang menunjukkan bahwa penggunaan pelican crossing di malam tahun baru berisiko memperpanjang antrean kendaraan.  

    Terlebih, di kedua titik pemasangan pelican crossing itu memang arus lalu lintasnya cukup padat setiap harinya. Terutama di waktu-waktu sibuk seperti siang dan sore hari ketika jam pulang sekolah dan bekerja. 

    “Hasil evaluasi lapangan menyarankan agar fasilitas tersebut dimatikan sementara,” ujar Rinjani.  

    Ia menambahkan bahwa padatnya arus kendaraan kerap membuat masyarakat kurang mematuhi aturan penggunaan pelican crossing. Hal ini, menurutnya, bisa mempercepat kerusakan fasilitas tersebut karena digunakan secara berlebihan.  

    Disebutkan, biasanya tombol pelican crossing ditekan hingga 100 kali sehari. Namun, pada malam tahun baru, ia memprediksi tekanannya bisa melonjak hingga 300 kali. 

    "Ini tentu akan mempercepat kerusakan," ungkapnya.  

    Karenanya, ia berharap keputusan ini dapat membantu mengurangi kemacetan saat malam tahun baru sekaligus menjaga fasilitas pelican crossing agar tetap berfungsi optimal. Sebab tak sedikit biaya yang dibutuhkan. 

    Dishub sendiri menghabiskan anggaran sekitar Rp477 juta untuk pengadaan dua pelican crossing tersebut. Untuk itu, ia ingin masyarakat juga turut memanfaatkan dan memelihara fasilitas publik itu demi kebaikan bersama. 

    Selain rencana penonaktifan sementara, Dishub Samarinda juga berencana menambah fasilitas pelican crossing di beberapa lokasi strategis lainnya. 

    Lokasi yang diusulkan antara lain Jalan Slamet Riyadi di depan Islamic Center dan Jalan Mulawarman di depan pusat perbelanjaan City Centrum. Langkah ini dinilainya untuk meningkatkan keselamatan para pejalan kaki. 

    “Kami masih menunggu hasil survei dan rekomendasi dari bagian lalu lintas untuk menentukan lokasi prioritas pemasangan,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Malam Tahun Baru Nanti Pelican Crossing Bakal Dinonaktifkan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Desember 2024 pukul 08:30 WITA

    Pelican Crossing ini akan dinonaktifkan pada malam pergantian tahun 2024 - 2025 pada 31 Desember mendatang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda berencana untuk menonaktifkan sementara pelican crossing yang telah terpasang di kawasan Teras Samarinda dan Taman Samarendah pada malam pergantian tahun. 

    Sebelumnya, Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan bahwa fasilitas pembantu penyebrang jalan ini diaktifkan selama 24 jam. Meski begitu, di waktu-waktu tertentu akan dinonaktifkan demi kelancaran lalu lintas. 

    "Saat ini durasi waktu yang diaktifkan 15 detik untuk masyarakat menyebrang, nanti kita akan nonaktikan juga di waktu-waktu tertentu seperti malam tahun baru," kata Manalu. 

    Menambahkan, Kepala Seksi Prasarana Jalan Dishub Samarinda, Rinjani Kusuma, mengatakan langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi kemacetan parah yang biasanya terjadi saat perayaan malam tahun baru. 

    Ia menyampaikan bahwa keputusan ini didasarkan pada evaluasi kondisi lalu lintas yang menunjukkan bahwa penggunaan pelican crossing di malam tahun baru berisiko memperpanjang antrean kendaraan.  

    Terlebih, di kedua titik pemasangan pelican crossing itu memang arus lalu lintasnya cukup padat setiap harinya. Terutama di waktu-waktu sibuk seperti siang dan sore hari ketika jam pulang sekolah dan bekerja. 

    “Hasil evaluasi lapangan menyarankan agar fasilitas tersebut dimatikan sementara,” ujar Rinjani.  

    Ia menambahkan bahwa padatnya arus kendaraan kerap membuat masyarakat kurang mematuhi aturan penggunaan pelican crossing. Hal ini, menurutnya, bisa mempercepat kerusakan fasilitas tersebut karena digunakan secara berlebihan.  

    Disebutkan, biasanya tombol pelican crossing ditekan hingga 100 kali sehari. Namun, pada malam tahun baru, ia memprediksi tekanannya bisa melonjak hingga 300 kali. 

    "Ini tentu akan mempercepat kerusakan," ungkapnya.  

    Karenanya, ia berharap keputusan ini dapat membantu mengurangi kemacetan saat malam tahun baru sekaligus menjaga fasilitas pelican crossing agar tetap berfungsi optimal. Sebab tak sedikit biaya yang dibutuhkan. 

    Dishub sendiri menghabiskan anggaran sekitar Rp477 juta untuk pengadaan dua pelican crossing tersebut. Untuk itu, ia ingin masyarakat juga turut memanfaatkan dan memelihara fasilitas publik itu demi kebaikan bersama. 

    Selain rencana penonaktifan sementara, Dishub Samarinda juga berencana menambah fasilitas pelican crossing di beberapa lokasi strategis lainnya. 

    Lokasi yang diusulkan antara lain Jalan Slamet Riyadi di depan Islamic Center dan Jalan Mulawarman di depan pusat perbelanjaan City Centrum. Langkah ini dinilainya untuk meningkatkan keselamatan para pejalan kaki. 

    “Kami masih menunggu hasil survei dan rekomendasi dari bagian lalu lintas untuk menentukan lokasi prioritas pemasangan,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)