Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat tertunda kini resmi dimulai berjalan di Kota Balikpapan. Pada tahap awal, program ini menyasar tujuh sekolah, yaitu SDN 015, SDN 106, TK dan SD Nurul Ilmi, SMPN 26, serta SMPN 18, dengan total 9.000 siswa-siswi yang menjadi penerima manfaat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik menjelaskan, bahwa Dinas Pendidikan siap mendukung pelaksanaan MBG, namun penyediaan makanan dan anggaran merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Penundaan pelaksanaan program ini disebabkan oleh adanya sejumlah perbaikan yang perlu dilakukan, terutama terkait dengan tiga penyedia katering yang ditunjuk. Setelah dilakukan evaluasi, hanya satu katering yang siap untuk melaksanakan program MBG ini. Setiap katering yang terlibat akan melayani sekitar 3.000 siswa-siswi,” ucap Irfan kepada awak media, Selasa (18/2/2025).
Menurut Irfan, katering yang terpilih telah memenuhi standar, baik dari segi kesehatan maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Ia juga menambahkan bahwa meskipun ini adalah pelaksanaan pertama MBG di Balikpapan, uji coba program sudah dilakukan beberapa kali sebelumnya oleh berbagai instansi.
Irfan berharap program MBG ini dapat berlanjut dan menjangkau seluruh siswa di Balikpapan, dari tingkat TK hingga SMP, yang totalnya mencapai 66.000 siswa.
"Saat ini sekitar 9.000 siswa menerima manfaat, dan secara bertahap jumlah katering yang terlibat akan ditambah. Meskipun sulit untuk memulai secara serentak, kami optimistis program ini akan terus berkembang," imbuhnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat tertunda kini resmi dimulai berjalan di Kota Balikpapan. Pada tahap awal, program ini menyasar tujuh sekolah, yaitu SDN 015, SDN 106, TK dan SD Nurul Ilmi, SMPN 26, serta SMPN 18, dengan total 9.000 siswa-siswi yang menjadi penerima manfaat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik menjelaskan, bahwa Dinas Pendidikan siap mendukung pelaksanaan MBG, namun penyediaan makanan dan anggaran merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Penundaan pelaksanaan program ini disebabkan oleh adanya sejumlah perbaikan yang perlu dilakukan, terutama terkait dengan tiga penyedia katering yang ditunjuk. Setelah dilakukan evaluasi, hanya satu katering yang siap untuk melaksanakan program MBG ini. Setiap katering yang terlibat akan melayani sekitar 3.000 siswa-siswi,” ucap Irfan kepada awak media, Selasa (18/2/2025).
Menurut Irfan, katering yang terpilih telah memenuhi standar, baik dari segi kesehatan maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Ia juga menambahkan bahwa meskipun ini adalah pelaksanaan pertama MBG di Balikpapan, uji coba program sudah dilakukan beberapa kali sebelumnya oleh berbagai instansi.
Irfan berharap program MBG ini dapat berlanjut dan menjangkau seluruh siswa di Balikpapan, dari tingkat TK hingga SMP, yang totalnya mencapai 66.000 siswa.
"Saat ini sekitar 9.000 siswa menerima manfaat, dan secara bertahap jumlah katering yang terlibat akan ditambah. Meskipun sulit untuk memulai secara serentak, kami optimistis program ini akan terus berkembang," imbuhnya.
(Sf/Rs)