Seputar Kaltim

    Mahyunadi Soroti Harga Hasil Tani, Koperasi Merah Putih Diminta Pangkas Rantai Tengkulak

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 13:05 WITA

    Mahyunadi menyampaikan sambutan pada tasyakuran panen perdana ayam Pedagi di Desa Tepian Baru, Bengalon, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menyebut Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjual kebutuhan sehari-hari. Koperasi juga diarahkan untuk menampung hasil produksi masyarakat.

    Hasil produksi seperti ayam, produk frozen, padi, sayuran, labu dan komoditas lainnya dapat ditampung melalui koperasi. Produk tersebut kemudian dapat dijual kepada masyarakat maupun pembeli atau pedagang lainnya.

    “Yang ditanam petani akan ditampung di Koperasi Merah Putih. Koperasi Merah Putih selain menjual kepada masyarakat, juga menjual kepada tengkulak-tengkulak lainnya, untuk menjadi rantai pasokan.” ujar Mahyunadi saat menghadiri tasyakuran panen perdana ayam Pedagi di Desa Tepian Baru, Kecamatan Bengalon.

    Ia kemudian menyinggung perbedaan harga cabai yang pernah terjadi antara harga di tingkat masyarakat dan pasar. Mahyunadi menyebut harga cabai di masyarakat saat itu Rp30.000, sedangkan di pasar mencapai Rp110.000.

    “Jadi sangkut di tengkulak Rp80.000. Sementara petani tidak tambah sejahtera, yang tambah sejahtera tengkulaknya saja,” katanya.

    Mahyunadi mengakui, saat ini Koperasi Merah Putih masih banyak yang berjalan dengan menjual sembako. Ke depan, fungsi koperasi diharapkan bergeser menjadi tempat menampung hasil produksi masyarakat sekaligus mendukung rantai pasokan.

    “Tapi nanti sejatinya koperasi Merah Putih itu dipakai untuk menampung sebagai rantai pasokan bagi masyarakat supaya harga di masyarakat menjadi stabil. Tidak terombang-ambing oleh para tengkulak,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Mahyunadi Soroti Harga Hasil Tani, Koperasi Merah Putih Diminta Pangkas Rantai Tengkulak

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 13:05 WITA

    Mahyunadi menyampaikan sambutan pada tasyakuran panen perdana ayam Pedagi di Desa Tepian Baru, Bengalon, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menyebut Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjual kebutuhan sehari-hari. Koperasi juga diarahkan untuk menampung hasil produksi masyarakat.

    Hasil produksi seperti ayam, produk frozen, padi, sayuran, labu dan komoditas lainnya dapat ditampung melalui koperasi. Produk tersebut kemudian dapat dijual kepada masyarakat maupun pembeli atau pedagang lainnya.

    “Yang ditanam petani akan ditampung di Koperasi Merah Putih. Koperasi Merah Putih selain menjual kepada masyarakat, juga menjual kepada tengkulak-tengkulak lainnya, untuk menjadi rantai pasokan.” ujar Mahyunadi saat menghadiri tasyakuran panen perdana ayam Pedagi di Desa Tepian Baru, Kecamatan Bengalon.

    Ia kemudian menyinggung perbedaan harga cabai yang pernah terjadi antara harga di tingkat masyarakat dan pasar. Mahyunadi menyebut harga cabai di masyarakat saat itu Rp30.000, sedangkan di pasar mencapai Rp110.000.

    “Jadi sangkut di tengkulak Rp80.000. Sementara petani tidak tambah sejahtera, yang tambah sejahtera tengkulaknya saja,” katanya.

    Mahyunadi mengakui, saat ini Koperasi Merah Putih masih banyak yang berjalan dengan menjual sembako. Ke depan, fungsi koperasi diharapkan bergeser menjadi tempat menampung hasil produksi masyarakat sekaligus mendukung rantai pasokan.

    “Tapi nanti sejatinya koperasi Merah Putih itu dipakai untuk menampung sebagai rantai pasokan bagi masyarakat supaya harga di masyarakat menjadi stabil. Tidak terombang-ambing oleh para tengkulak,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)