Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi mengingatkan mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) agar tidak menganggap sistem kuliah daring sebagai kelonggaran dalam menjalani pendidikan.
Pesan itu disampaikan Mahyunadi saat menghadiri kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka, Sabtu (8/8/2026).
Ia mengatakan, sistem pembelajaran jarak jauh justru menuntut mahasiswa memiliki kedisiplinan yang lebih kuat. Sebab, tidak ada pengawasan langsung dari dosen seperti yang umumnya terjadi dalam perkuliahan konvensional.
“Karena pengawasannya agak rumit, maka yang bisa mengawasi adalah diri sendiri. Kedisiplinan ditentukan oleh diri sendiri,” ujar Mahyunadi.
Menurutnya, mahasiswa UT akan menghadapi tantangan berbeda karena keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan sangat bergantung pada kemampuan mengatur diri.
Ia menilai kuliah tidak hanya berkaitan dengan kepandaian maupun perolehan ijazah. Proses pendidikan juga membentuk karakter, kedisiplinan, etos kerja, serta kemampuan seseorang menghadapi tekanan dan tuntutan.
“Gelar adalah hasil, tetapi proses juang selama menempuh pendidikan yang membentuk karakter sejati seorang sarjana,” katanya.
Mahyunadi meminta mahasiswa menjadikan berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
“Jadikanlah tantangan tersebut sebagai tempat belajar, sebagai wadah belajar yang mematangkan kualitas dari diri saudara,” katanya.
Mahyunadi juga mengaitkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan Kutim terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Ia mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Kemajuan Kutim juga ditentukan oleh kualitas SDM yang mampu beradaptasi, memiliki kompetensi dan berintegritas.
Kutim memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah. Namun, potensi tersebut tidak akan maksimal jika tidak diimbangi SDM yang mampu mengelolanya.
“Sumber daya yang melimpah tidak dapat kita laksanakan dengan maksimal kalau kita tidak memiliki SDM yang unggul dan berkualitas,” jelasnya.
Karena itu, Mahyunadi menyebut Pemkab Kutim juga menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa asal Kutim, termasuk yang menempuh pendidikan di Universitas Terbuka.
Namun, mahasiswa baru belum dapat langsung mengajukan beasiswa. Setelah status kemahasiswaannya aktif, mereka dapat mendaftar melalui tautan beasiswa Pemerintah Kabupaten Kutim.
“Nanti kalau sudah terdaftar sebagai mahasiswa, baru boleh mendaftar di link pendaftaran beasiswa Pemerintah Kabupaten Kutim,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi mengingatkan mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) agar tidak menganggap sistem kuliah daring sebagai kelonggaran dalam menjalani pendidikan.
Pesan itu disampaikan Mahyunadi saat menghadiri kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka, Sabtu (8/8/2026).
Ia mengatakan, sistem pembelajaran jarak jauh justru menuntut mahasiswa memiliki kedisiplinan yang lebih kuat. Sebab, tidak ada pengawasan langsung dari dosen seperti yang umumnya terjadi dalam perkuliahan konvensional.
“Karena pengawasannya agak rumit, maka yang bisa mengawasi adalah diri sendiri. Kedisiplinan ditentukan oleh diri sendiri,” ujar Mahyunadi.
Menurutnya, mahasiswa UT akan menghadapi tantangan berbeda karena keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan sangat bergantung pada kemampuan mengatur diri.
Ia menilai kuliah tidak hanya berkaitan dengan kepandaian maupun perolehan ijazah. Proses pendidikan juga membentuk karakter, kedisiplinan, etos kerja, serta kemampuan seseorang menghadapi tekanan dan tuntutan.
“Gelar adalah hasil, tetapi proses juang selama menempuh pendidikan yang membentuk karakter sejati seorang sarjana,” katanya.
Mahyunadi meminta mahasiswa menjadikan berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
“Jadikanlah tantangan tersebut sebagai tempat belajar, sebagai wadah belajar yang mematangkan kualitas dari diri saudara,” katanya.
Mahyunadi juga mengaitkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan Kutim terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Ia mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Kemajuan Kutim juga ditentukan oleh kualitas SDM yang mampu beradaptasi, memiliki kompetensi dan berintegritas.
Kutim memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah. Namun, potensi tersebut tidak akan maksimal jika tidak diimbangi SDM yang mampu mengelolanya.
“Sumber daya yang melimpah tidak dapat kita laksanakan dengan maksimal kalau kita tidak memiliki SDM yang unggul dan berkualitas,” jelasnya.
Karena itu, Mahyunadi menyebut Pemkab Kutim juga menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa asal Kutim, termasuk yang menempuh pendidikan di Universitas Terbuka.
Namun, mahasiswa baru belum dapat langsung mengajukan beasiswa. Setelah status kemahasiswaannya aktif, mereka dapat mendaftar melalui tautan beasiswa Pemerintah Kabupaten Kutim.
“Nanti kalau sudah terdaftar sebagai mahasiswa, baru boleh mendaftar di link pendaftaran beasiswa Pemerintah Kabupaten Kutim,” pungkasnya.
(Sf/Lo)