Seputar Kaltim

    Mahyunadi Ingatkan Jurnalis Kutim Sajikan Berita Berimbang dan Sejuk

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    24 Mei 2025 pukul 11:40 WITA

    Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi. (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi mengingatkan pentingnya tanggung jawab jurnalis dalam menyajikan informasi kepada publik.

    Ia menyebut tulisan memiliki kekuatan yang bisa lebih tajam dari senjata. Pesan itu ia sampaikan dalam bentuk pantun yang penuh makna, sebagai pengingat bagi para jurnalis.

    "Pedang hanya bisa membunuh satu orang, tapi tulisan yang tidak berimbang bisa membunuh banyak orang. Jadi hati-hati dalam menulis. Buatlah berita yang berkualitas, berimbang dan sejuk didengar," ujar Mahyunadi usai menghadiri pelantikan JMSI, Jumat (23/5/2025).

    Meski begitu, Mahyunadi mengapresiasi kinerja para jurnalis di Kutim yang dinilainya cukup baik. Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung organisasi media, termasuk JMSI selama sesuai dengan aturan yang berlaku.

    "Kita siap bekerja sama dan berkolaborasi. Sepanjang tidak bertentangan dengan aturan, kita tidak akan pelit dengan teman-teman jurnalistik,” tegasnya.

    Lebih lanjut ia menyinggung pentingnya fasilitas untuk wartawan. Menurutnya pemerintah siap menyediakan rumah wartawan, baik melalui penyewaan sementara maupun pemanfaatan gedung-gedung pemerintah yang tidak terpakai untuk jangka panjang.

    Terkait efisiensi anggaran daerah, dia menegaskan penghematan hanya diterapkan pada pos perjalanan dinas dan Bimbingan Teknis (Bimtek), bukan pada kerja sama strategis dengan media.

    "Efisiensi itu jelas yang dikurangi perjalanan dinas dan bimtek, untuk mitra strategis seperti media tetap aman selama sesuai aturan. Usulan harus diajukan dan dianggarkan dulu,” terangnya.

    Menanggapi maraknya media online di Kutim, Mahyunadi menyambut positif fenomena tersebut. Tapi ia mengimbau agar media-media tersebut bergabung dalam organisasi resmi demi kemudahan koordinasi dan komunikasi.

    “Semakin banyak media, semakin bagus. Tapi alangkah baiknya jika terdaftar di organisasi resmi pemerintah. Supaya enak koordinasi, komunikasi dan pengawasan,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Mahyunadi Ingatkan Jurnalis Kutim Sajikan Berita Berimbang dan Sejuk

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    24 Mei 2025 pukul 11:40 WITA

    Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi. (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi mengingatkan pentingnya tanggung jawab jurnalis dalam menyajikan informasi kepada publik.

    Ia menyebut tulisan memiliki kekuatan yang bisa lebih tajam dari senjata. Pesan itu ia sampaikan dalam bentuk pantun yang penuh makna, sebagai pengingat bagi para jurnalis.

    "Pedang hanya bisa membunuh satu orang, tapi tulisan yang tidak berimbang bisa membunuh banyak orang. Jadi hati-hati dalam menulis. Buatlah berita yang berkualitas, berimbang dan sejuk didengar," ujar Mahyunadi usai menghadiri pelantikan JMSI, Jumat (23/5/2025).

    Meski begitu, Mahyunadi mengapresiasi kinerja para jurnalis di Kutim yang dinilainya cukup baik. Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung organisasi media, termasuk JMSI selama sesuai dengan aturan yang berlaku.

    "Kita siap bekerja sama dan berkolaborasi. Sepanjang tidak bertentangan dengan aturan, kita tidak akan pelit dengan teman-teman jurnalistik,” tegasnya.

    Lebih lanjut ia menyinggung pentingnya fasilitas untuk wartawan. Menurutnya pemerintah siap menyediakan rumah wartawan, baik melalui penyewaan sementara maupun pemanfaatan gedung-gedung pemerintah yang tidak terpakai untuk jangka panjang.

    Terkait efisiensi anggaran daerah, dia menegaskan penghematan hanya diterapkan pada pos perjalanan dinas dan Bimbingan Teknis (Bimtek), bukan pada kerja sama strategis dengan media.

    "Efisiensi itu jelas yang dikurangi perjalanan dinas dan bimtek, untuk mitra strategis seperti media tetap aman selama sesuai aturan. Usulan harus diajukan dan dianggarkan dulu,” terangnya.

    Menanggapi maraknya media online di Kutim, Mahyunadi menyambut positif fenomena tersebut. Tapi ia mengimbau agar media-media tersebut bergabung dalam organisasi resmi demi kemudahan koordinasi dan komunikasi.

    “Semakin banyak media, semakin bagus. Tapi alangkah baiknya jika terdaftar di organisasi resmi pemerintah. Supaya enak koordinasi, komunikasi dan pengawasan,” tutupnya.

    (Sf/Lo)