Seputar Kaltim

    Mahasiswa Samarinda Dukung Revitalisasi Pasar Pagi, Tolak Politisasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 Februari 2024 pukul 16:16 WITA

    Sejumlah mahasiswa aksi di perempatan Lembuswana, yang dipimpin oleh koordinator lapangan, Nazar. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kota Samarinda (GMP-KS) menggelar aksi solidaritas untuk mendukung program revitalisasi pasar pagi di Simpang empat Lembuswana, Samarinda, Jum'at (9/2/2024).

    Menurut koordinator aksi, Nazar, pasar pagi merupakan salah satu pusat ekonomi yang penting bagi kota Samarinda, yang banyak dikunjungi oleh masyarakat dari dalam dan luar daerah.

    "Kami sangat mendukung program revitalisasi pasar pagi, karena kami ingin pasar pagi menjadi fasilitas umum yang lebih baik dan aman untuk berbelanja. Kami berharap setelah revitalisasi, pasar pagi menjadi pusat perdagangan yang lebih modern dan nyaman," ujar Rizal.

    Namun, Rizal menyayangkan adanya upaya politisasi dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan pedagang pasar pagi, seperti Sudarno dan Ginting, yang menentang program revitalisasi dengan alasan kepentingan elektoral.

    "Oknum-oknum ini mencoba memanfaatkan situasi ini untuk mengadu domba antara pemerintah kota Samarinda dengan 48 warga yang memiliki sertifikat hak milik (SHM) di lokasi pasar pagi. Padahal, ada 2.800 pedagang di pasar pagi yang mendukung program revitalisasi. Kami menolak keras upaya politisasi ini, karena kami menganggap ini merugikan pedagang dan masyarakat," tegas Nazar.

    Nazar menambahkan, pihaknya akan mengawal proses negosiasi antara pemerintah kota Samarinda dengan 48 warga pemilik SHM, agar dapat mencapai kesepakatan yang adil dan transparan.

    "Kami berharap pemerintah kota Samarinda dapat menjalankan program revitalisasi sesuai dengan aturan yang berlaku, dan tidak terpengaruh oleh provokasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami juga berharap pemilik SHM dapat bernegosiasi dengan pemerintah dengan sikap kooperatif dan rasional, tanpa ada campur tangan dari pihak lain," pungkas Nazar.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Mahasiswa Samarinda Dukung Revitalisasi Pasar Pagi, Tolak Politisasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 Februari 2024 pukul 16:16 WITA

    Sejumlah mahasiswa aksi di perempatan Lembuswana, yang dipimpin oleh koordinator lapangan, Nazar. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kota Samarinda (GMP-KS) menggelar aksi solidaritas untuk mendukung program revitalisasi pasar pagi di Simpang empat Lembuswana, Samarinda, Jum'at (9/2/2024).

    Menurut koordinator aksi, Nazar, pasar pagi merupakan salah satu pusat ekonomi yang penting bagi kota Samarinda, yang banyak dikunjungi oleh masyarakat dari dalam dan luar daerah.

    "Kami sangat mendukung program revitalisasi pasar pagi, karena kami ingin pasar pagi menjadi fasilitas umum yang lebih baik dan aman untuk berbelanja. Kami berharap setelah revitalisasi, pasar pagi menjadi pusat perdagangan yang lebih modern dan nyaman," ujar Rizal.

    Namun, Rizal menyayangkan adanya upaya politisasi dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan pedagang pasar pagi, seperti Sudarno dan Ginting, yang menentang program revitalisasi dengan alasan kepentingan elektoral.

    "Oknum-oknum ini mencoba memanfaatkan situasi ini untuk mengadu domba antara pemerintah kota Samarinda dengan 48 warga yang memiliki sertifikat hak milik (SHM) di lokasi pasar pagi. Padahal, ada 2.800 pedagang di pasar pagi yang mendukung program revitalisasi. Kami menolak keras upaya politisasi ini, karena kami menganggap ini merugikan pedagang dan masyarakat," tegas Nazar.

    Nazar menambahkan, pihaknya akan mengawal proses negosiasi antara pemerintah kota Samarinda dengan 48 warga pemilik SHM, agar dapat mencapai kesepakatan yang adil dan transparan.

    "Kami berharap pemerintah kota Samarinda dapat menjalankan program revitalisasi sesuai dengan aturan yang berlaku, dan tidak terpengaruh oleh provokasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami juga berharap pemilik SHM dapat bernegosiasi dengan pemerintah dengan sikap kooperatif dan rasional, tanpa ada campur tangan dari pihak lain," pungkas Nazar.

    (Sf/Rs)